Manusia dikatakan sebagai mahluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya. Namun, tidak sedikit dari manusia yang merasakan kesepian karena berbagai alasan. Saat manusia merasa kesepian, manusia dikatakan tidak ‘berfungsi’ dengan baik. Bahkan kita juga dapat sakit karena kesepian. Tidak hanya sakit secara mental, tapi juga sakit secara fisik. Meningkatnya tekanan darah, masalah dengan arteri, gangguan tidur, mudah stress, menurunkan kemampuan belajar dan kapasitas memori, bahkan kesepian juga dikatakan dapat meningkatkan kecendrungan untuk bunuh diri.
Pada anak-anak, kesepian dapat mengakibatkan berbagai masalah. Banyaknya anak usia sekolah yang keluar dari sekolah dikatakan besar pengaruhnya karena kegagalan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Gagal beinteraksi tentu akan membuat anak mempertanyakan dirinya sendiri, apa yang salah dengan dirinya? Membuat jarak dengan orang lain dan tentu kesepian. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dengan perasaan sebagai ‘orang luar’ pada diri anak, anak dapat berperilaku tidak bertanggung jawab atau perilaku anti sosial lainnya yang dapat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain. Sedangkan untuk individu dewasa, kesepian merupakan penyebab utama depresi dan kecanduan alkohol. Dengan kata lain, kesepian juga menimbulkan berbagai masalah kepada individu. Namun kesepian akan lebih mudah dirasakan oleh wanita dibanding laki-laki.
Terbatasnya teman dekat serta kelangkaan kontak sosial dikatakan sebagai penyebab munculnya kesepian. Namun demikian, mencari teman saat kesepian pun bukan perkara mudah, karena saat kesepian, individu cenderung akan bereaksi negatif atas keadaan disekitarnya. Perasaan negatif tersebut juga akan mempengaruhi cara individu berinteraksi dengan orang lain. Di kehidupan sehari-hari, saat merasa kesepian, individu menjadi lebih cepat marah, berprasangka buruk, sensitive dan besar kemungkinan melebih-lebihkan segala sesuatu.
Lalu bagaimana cara untuk mengatasi kesepian. Sebuah penelitian yang dilakukan dibeberapa negara didunia menemukan bahwa terdapat beberapa faktor yang akan membantu mengurangi perasaan kesepian. Secara garis besar cara yang banyak digunakan adalah:
1. Menerima perasaan kesepian tersebut: Dengan tidak menyangkal rasa sepi yang melanda, individu diharapkan mampu berpikir positif dan mencari jalan keluar yang tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Menyangkal rasa sepi bisa mengakibatkan individu mengatasi dengan cara kedua, yaitu:
2. Berpaling pada minum-minuman keras dan zat berbahaya lainnya.
3. Mencari bantuan professional: bergabung dengan komunitas atau orang-orang yang juga kesepian atau berkonsultasi dengan psikolog
4. Mencoba menjalin kembali hubungan dengan koneksi sosial yang pernah dimiliki
5. Meningkatkan keaktifan dengan berbagai cara: menenggelamkan diri dalam pekerjaan, organisasi sosial, dll.
6. Mendekatkan diri ke faktor religiusitas dan kepercayaan.
Namun, penggunaan keenam cara mengatasi kesepian ternyata juga dipengaruhi oleh budaya. Sebagai contoh, individu dikawasan Amerika Utara, yang budaya nya mengedepankan individualistic (dimana tingkat kompetitif yang tinggi dan mengedepankan keberhasilan setiap individu sebagai hal utama) maka cara yang dianggap paling membantu adalah dengan menerima perasaan kesepian dan mencoba mencari bantuan dari pihak professional atau psikolog. Tidak hanya itu, penggunaan minum-minuman keras dan zat berbahaya lainnya sebagai cara untuk mengatasi kesepian juga paling banyak ditemukan di kawasan Amerika Utara dibanding kawasan lainnya diseluruh dunia. Menurut penulis hal tersebut juga dipengaruhi oleh sulitnya mencari dukungan sosial, dengan rasa individualism yang tinggi, individu akan cenderung untuk memikirkan dirinya sendiri dan seakan-akan melupakan orang lain. Pada tahap tertentu, individu justru berpendapat lebih mudah melarikan diri ke minum-minuman keras karena sulitnya mencari dukungan sosial.
Untuk Negara yang kultur budayanya cukup dekat dengan agama dan kepercayaan (seperti kawasan Asia Tenggara dan Amerika Selatan) maka penggunaan metode mendekatkan diri ke faktor religiusitas lebih banyak digunakan. Jika dibandingkan, metode pendekatan diri ke faktor religiusitas lebih banyak digunakan oleh wanita dibanding pria.
Namun secara garis besar, wanita di kawasan Amerika Utara dan Asia Tenggara, lebih banyak menggunakan cara menerima perasaan kesepian. Untuk kaum pria, mereka lebih banyak menggunakan cara meningkatkan keaktifan dengan berbagai cara. Hal tersebut dikatakan karena pria lebih terkait baik dengan pekerjaan maupun aktivitas saat santai dibanding wanita.
Kesepian merupakan satu dari berbagai perasaan yang tidak ingin dimiliki oleh individu. Namun demikian, ada saatnya dimana kita tidak bisa terlepas perasaan tersebut. Oleh karena itu, kenalilah diri anda dan, meskipun sulit, usahakan sebaik mungkin untuk menghindari kesepian. Jika memang pada akhirnya perasaan tersebut tidak bisa terhindar, segera temukan cara yang anda rasa paling tepat mengatasi kesepian anda.
Nova JoNo Ariyanto
Menjadikan siswa berkembang sesuai dengan tugas perkembangannya sehingga memiliki kemampuan yang optimal
Jumat, 27 Agustus 2010
SAAT KESEPIAN MELANDA
Manusia dikatakan sebagai mahluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya. Namun, tidak sedikit dari manusia yang merasakan kesepian karena berbagai alasan. Saat manusia merasa kesepian, manusia dikatakan tidak ‘berfungsi’ dengan baik. Bahkan kita juga dapat sakit karena kesepian. Tidak hanya sakit secara mental, tapi juga sakit secara fisik. Meningkatnya tekanan darah, masalah dengan arteri, gangguan tidur, mudah stress, menurunkan kemampuan belajar dan kapasitas memori, bahkan kesepian juga dikatakan dapat meningkatkan kecendrungan untuk bunuh diri.
Pada anak-anak, kesepian dapat mengakibatkan berbagai masalah. Banyaknya anak usia sekolah yang keluar dari sekolah dikatakan besar pengaruhnya karena kegagalan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Gagal beinteraksi tentu akan membuat anak mempertanyakan dirinya sendiri, apa yang salah dengan dirinya? Membuat jarak dengan orang lain dan tentu kesepian. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dengan perasaan sebagai ‘orang luar’ pada diri anak, anak dapat berperilaku tidak bertanggung jawab atau perilaku anti sosial lainnya yang dapat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain. Sedangkan untuk individu dewasa, kesepian merupakan penyebab utama depresi dan kecanduan alkohol. Dengan kata lain, kesepian juga menimbulkan berbagai masalah kepada individu. Namun kesepian akan lebih mudah dirasakan oleh wanita dibanding laki-laki.
Terbatasnya teman dekat serta kelangkaan kontak sosial dikatakan sebagai penyebab munculnya kesepian. Namun demikian, mencari teman saat kesepian pun bukan perkara mudah, karena saat kesepian, individu cenderung akan bereaksi negatif atas keadaan disekitarnya. Perasaan negatif tersebut juga akan mempengaruhi cara individu berinteraksi dengan orang lain. Di kehidupan sehari-hari, saat merasa kesepian, individu menjadi lebih cepat marah, berprasangka buruk, sensitive dan besar kemungkinan melebih-lebihkan segala sesuatu.
Lalu bagaimana cara untuk mengatasi kesepian. Sebuah penelitian yang dilakukan dibeberapa negara didunia menemukan bahwa terdapat beberapa faktor yang akan membantu mengurangi perasaan kesepian. Secara garis besar cara yang banyak digunakan adalah:
1. Menerima perasaan kesepian tersebut: Dengan tidak menyangkal rasa sepi yang melanda, individu diharapkan mampu berpikir positif dan mencari jalan keluar yang tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Menyangkal rasa sepi bisa mengakibatkan individu mengatasi dengan cara kedua, yaitu:
2. Berpaling pada minum-minuman keras dan zat berbahaya lainnya.
3. Mencari bantuan professional: bergabung dengan komunitas atau orang-orang yang juga kesepian atau berkonsultasi dengan psikolog
4. Mencoba menjalin kembali hubungan dengan koneksi sosial yang pernah dimiliki
5. Meningkatkan keaktifan dengan berbagai cara: menenggelamkan diri dalam pekerjaan, organisasi sosial, dll.
6. Mendekatkan diri ke faktor religiusitas dan kepercayaan.
Namun, penggunaan keenam cara mengatasi kesepian ternyata juga dipengaruhi oleh budaya. Sebagai contoh, individu dikawasan Amerika Utara, yang budaya nya mengedepankan individualistic (dimana tingkat kompetitif yang tinggi dan mengedepankan keberhasilan setiap individu sebagai hal utama) maka cara yang dianggap paling membantu adalah dengan menerima perasaan kesepian dan mencoba mencari bantuan dari pihak professional atau psikolog. Tidak hanya itu, penggunaan minum-minuman keras dan zat berbahaya lainnya sebagai cara untuk mengatasi kesepian juga paling banyak ditemukan di kawasan Amerika Utara dibanding kawasan lainnya diseluruh dunia. Menurut penulis hal tersebut juga dipengaruhi oleh sulitnya mencari dukungan sosial, dengan rasa individualism yang tinggi, individu akan cenderung untuk memikirkan dirinya sendiri dan seakan-akan melupakan orang lain. Pada tahap tertentu, individu justru berpendapat lebih mudah melarikan diri ke minum-minuman keras karena sulitnya mencari dukungan sosial.
Untuk Negara yang kultur budayanya cukup dekat dengan agama dan kepercayaan (seperti kawasan Asia Tenggara dan Amerika Selatan) maka penggunaan metode mendekatkan diri ke faktor religiusitas lebih banyak digunakan. Jika dibandingkan, metode pendekatan diri ke faktor religiusitas lebih banyak digunakan oleh wanita dibanding pria.
Namun secara garis besar, wanita di kawasan Amerika Utara dan Asia Tenggara, lebih banyak menggunakan cara menerima perasaan kesepian. Untuk kaum pria, mereka lebih banyak menggunakan cara meningkatkan keaktifan dengan berbagai cara. Hal tersebut dikatakan karena pria lebih terkait baik dengan pekerjaan maupun aktivitas saat santai dibanding wanita.
Kesepian merupakan satu dari berbagai perasaan yang tidak ingin dimiliki oleh individu. Namun demikian, ada saatnya dimana kita tidak bisa terlepas perasaan tersebut. Oleh karena itu, kenalilah diri anda dan, meskipun sulit, usahakan sebaik mungkin untuk menghindari kesepian. Jika memang pada akhirnya perasaan tersebut tidak bisa terhindar, segera temukan cara yang anda rasa paling tepat mengatasi kesepian anda.
Nova JoNo Ariyanto
Pada anak-anak, kesepian dapat mengakibatkan berbagai masalah. Banyaknya anak usia sekolah yang keluar dari sekolah dikatakan besar pengaruhnya karena kegagalan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Gagal beinteraksi tentu akan membuat anak mempertanyakan dirinya sendiri, apa yang salah dengan dirinya? Membuat jarak dengan orang lain dan tentu kesepian. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dengan perasaan sebagai ‘orang luar’ pada diri anak, anak dapat berperilaku tidak bertanggung jawab atau perilaku anti sosial lainnya yang dapat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain. Sedangkan untuk individu dewasa, kesepian merupakan penyebab utama depresi dan kecanduan alkohol. Dengan kata lain, kesepian juga menimbulkan berbagai masalah kepada individu. Namun kesepian akan lebih mudah dirasakan oleh wanita dibanding laki-laki.
Terbatasnya teman dekat serta kelangkaan kontak sosial dikatakan sebagai penyebab munculnya kesepian. Namun demikian, mencari teman saat kesepian pun bukan perkara mudah, karena saat kesepian, individu cenderung akan bereaksi negatif atas keadaan disekitarnya. Perasaan negatif tersebut juga akan mempengaruhi cara individu berinteraksi dengan orang lain. Di kehidupan sehari-hari, saat merasa kesepian, individu menjadi lebih cepat marah, berprasangka buruk, sensitive dan besar kemungkinan melebih-lebihkan segala sesuatu.
Lalu bagaimana cara untuk mengatasi kesepian. Sebuah penelitian yang dilakukan dibeberapa negara didunia menemukan bahwa terdapat beberapa faktor yang akan membantu mengurangi perasaan kesepian. Secara garis besar cara yang banyak digunakan adalah:
1. Menerima perasaan kesepian tersebut: Dengan tidak menyangkal rasa sepi yang melanda, individu diharapkan mampu berpikir positif dan mencari jalan keluar yang tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Menyangkal rasa sepi bisa mengakibatkan individu mengatasi dengan cara kedua, yaitu:
2. Berpaling pada minum-minuman keras dan zat berbahaya lainnya.
3. Mencari bantuan professional: bergabung dengan komunitas atau orang-orang yang juga kesepian atau berkonsultasi dengan psikolog
4. Mencoba menjalin kembali hubungan dengan koneksi sosial yang pernah dimiliki
5. Meningkatkan keaktifan dengan berbagai cara: menenggelamkan diri dalam pekerjaan, organisasi sosial, dll.
6. Mendekatkan diri ke faktor religiusitas dan kepercayaan.
Namun, penggunaan keenam cara mengatasi kesepian ternyata juga dipengaruhi oleh budaya. Sebagai contoh, individu dikawasan Amerika Utara, yang budaya nya mengedepankan individualistic (dimana tingkat kompetitif yang tinggi dan mengedepankan keberhasilan setiap individu sebagai hal utama) maka cara yang dianggap paling membantu adalah dengan menerima perasaan kesepian dan mencoba mencari bantuan dari pihak professional atau psikolog. Tidak hanya itu, penggunaan minum-minuman keras dan zat berbahaya lainnya sebagai cara untuk mengatasi kesepian juga paling banyak ditemukan di kawasan Amerika Utara dibanding kawasan lainnya diseluruh dunia. Menurut penulis hal tersebut juga dipengaruhi oleh sulitnya mencari dukungan sosial, dengan rasa individualism yang tinggi, individu akan cenderung untuk memikirkan dirinya sendiri dan seakan-akan melupakan orang lain. Pada tahap tertentu, individu justru berpendapat lebih mudah melarikan diri ke minum-minuman keras karena sulitnya mencari dukungan sosial.
Untuk Negara yang kultur budayanya cukup dekat dengan agama dan kepercayaan (seperti kawasan Asia Tenggara dan Amerika Selatan) maka penggunaan metode mendekatkan diri ke faktor religiusitas lebih banyak digunakan. Jika dibandingkan, metode pendekatan diri ke faktor religiusitas lebih banyak digunakan oleh wanita dibanding pria.
Namun secara garis besar, wanita di kawasan Amerika Utara dan Asia Tenggara, lebih banyak menggunakan cara menerima perasaan kesepian. Untuk kaum pria, mereka lebih banyak menggunakan cara meningkatkan keaktifan dengan berbagai cara. Hal tersebut dikatakan karena pria lebih terkait baik dengan pekerjaan maupun aktivitas saat santai dibanding wanita.
Kesepian merupakan satu dari berbagai perasaan yang tidak ingin dimiliki oleh individu. Namun demikian, ada saatnya dimana kita tidak bisa terlepas perasaan tersebut. Oleh karena itu, kenalilah diri anda dan, meskipun sulit, usahakan sebaik mungkin untuk menghindari kesepian. Jika memang pada akhirnya perasaan tersebut tidak bisa terhindar, segera temukan cara yang anda rasa paling tepat mengatasi kesepian anda.
Nova JoNo Ariyanto
Senin, 23 Agustus 2010
Putus cinta bukan akhir dunia
Hampir semua dari kita pernah merasakan jatuh cinta. Hampir semua dari kita pula mungkin pernah merasakan sakit hati karena putus cinta atau cinta tidak berbalas. Banyak pertanyaan di fanpage ruangpsikologi menanyakan bagaimana mengobati sakit hati karena putus cinta. Gagal dalam cinta tentu saja mempengaruhi kehidupan sehari-hari, bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa putus cinta dapat merusak fungsi individu dalam kehidupan sosial. Untuk para remaja, sakit hati merupakan penyebab utama untuk melakukan tindakan bunuh diri.
Sakit hati karena putus cinta tentu saja dirasakan oleh pria dan wanita. Wanita, lebih dikenal karena dikatakan lebih emosional dibanding laki-laki. Selain fakta bahwa laki-laki cenderung lebih mudah menyukai seseorang, perlu diketahui juga laki-laki lebih kesulitan untuk mengobati sakit hati karena putus cinta dibanding wanita.
Sakit hati karena putus cinta, diperkirakan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah 1) kedekatan sebuah hubungan; 2) lamanya sebuah hubungan: hasil penelitian menunjukkan tingkat stress lebih rendah dimiliki oleh individu yang baru beberapa minggu menjalin hubungan; dan 3) ‘kemudahan’ ketika mencari pasangan pengganti. Namun, tampaknya alasan dibalik putus cinta juga mempengaruhi, karena hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang ‘diputuskan’ secara mendadak dikatakan memiliki tingkat sakit hati yang lebih tinggi dibanding individu yang tidak mengalami hal serupa. Bahkan, individu yang putus cinta karena dikhianati dikatakan memiliki tingkat sakit hati hampir menyamai tingkat sakit secara fisik.
Alasan setiap pasangan berbeda ketika memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan, Mengatasi sakit hati karena hal tersebut bukanlah sebuah hal yang mudah. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain adalah:
Sharing atau berbagi. Berbagi atau mencurahkan isi hati dikatakan mampu meringankan beban yang dirasakan karena berbagi mampu membantu otak melepaskan opiods atau zat yang meringankan stress. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pria lebih sulit melupakan sakit hati karena putus cinta, hal tersebut mungkin berkaitan dengan fakta bahwa wanita lebih mudah berbagi dibanding pria.
Berolah raga. Selain berbagi, opioids juga bisa dilepaskan otak melalui aktivitas berolahraga.
Relaksasi atau meditasi. Bentuk dari relaksasi dan meditasi yang bisa dilakukan pun bermacam-macam, seperti menarik nafas panjang, yoga atau bahkan menulis jurnal. Seperti yang dijelaskan pada artikel ‘Menulislah dan jangan bunuh diri’ menulis mampu mengurangi tingkat stress yang dirasakan.
Berkaitan dengan relaksasi dan berolahraga, langkah lain yang bisa dilakukan adalah tidur. Sulit tidur dan depresi merupakan hal-hal yang dapat muncul ketika seorang individu sedang merasakan patah hati. Merupakan hal yang sulit bagi individu untuk dapat tidur, oleh karena itu relaksasi, meditasi, dan olahraga dapat membantu untuk tidur. Namun perlu diingat bahwa terlalu banyak tidur juga dialami oleh beberapa individu yang patah hati, maka batasi lah jumlah tidur, 6-8 jam perhari.
Hal lain yang dikatakan membantu adalah dengan membayangkan melakukan dialog dengan pasangan. Bentuk dialognya lebih kearah mencurahkan isi hati, curahan isi hati pun dapat berupa cercaan atas beberapa sifat buruk yang dimiliki pasangan, atau bahkan pujian atas apa yang telah dilakukan pasangan. Mampu mengontrol dan memproses perasaan dikatakan sebagai salah satu cara untuk mengurangi efek negatif patah hati.
Hal-hal diatas dapat membantu proses penyembuhan karena gagal dalam cinta. Namun seperti yang sering kita dengar, dan didukung oleh survey sebuah penelitian, dua hal yang paling membantu patah hati adalah waktu dan kemudahan dalam mencari pasangan pengganti. Untuk waktu, penelitian menunjukkan bahwa dua bulan pertama merupakan waktu yang paling berat setelah patah hati untuk sebagian besar individu, namun dikatakan pula setelah itu sakit hati dapat berkurang sedikit demi sedikit. Sedangkan untuk pasangan baru, semakin mudah menemukan pengganti maka sakit hati yang dirasakan dapat berkurang.
Nova ‘JoNo’ Ariyanto
Sumber:
Field, F., Diego, M., Pelaez, M., Deeds, O., & Delgado, J. 2009. Breakup distress in university students. Adolescence; Winter 2009; 44, 176; ProQuest Social Science Journals pg. 705
Sakit hati karena putus cinta tentu saja dirasakan oleh pria dan wanita. Wanita, lebih dikenal karena dikatakan lebih emosional dibanding laki-laki. Selain fakta bahwa laki-laki cenderung lebih mudah menyukai seseorang, perlu diketahui juga laki-laki lebih kesulitan untuk mengobati sakit hati karena putus cinta dibanding wanita.
Sakit hati karena putus cinta, diperkirakan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah 1) kedekatan sebuah hubungan; 2) lamanya sebuah hubungan: hasil penelitian menunjukkan tingkat stress lebih rendah dimiliki oleh individu yang baru beberapa minggu menjalin hubungan; dan 3) ‘kemudahan’ ketika mencari pasangan pengganti. Namun, tampaknya alasan dibalik putus cinta juga mempengaruhi, karena hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang ‘diputuskan’ secara mendadak dikatakan memiliki tingkat sakit hati yang lebih tinggi dibanding individu yang tidak mengalami hal serupa. Bahkan, individu yang putus cinta karena dikhianati dikatakan memiliki tingkat sakit hati hampir menyamai tingkat sakit secara fisik.
Alasan setiap pasangan berbeda ketika memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan, Mengatasi sakit hati karena hal tersebut bukanlah sebuah hal yang mudah. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain adalah:
Sharing atau berbagi. Berbagi atau mencurahkan isi hati dikatakan mampu meringankan beban yang dirasakan karena berbagi mampu membantu otak melepaskan opiods atau zat yang meringankan stress. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pria lebih sulit melupakan sakit hati karena putus cinta, hal tersebut mungkin berkaitan dengan fakta bahwa wanita lebih mudah berbagi dibanding pria.
Berolah raga. Selain berbagi, opioids juga bisa dilepaskan otak melalui aktivitas berolahraga.
Relaksasi atau meditasi. Bentuk dari relaksasi dan meditasi yang bisa dilakukan pun bermacam-macam, seperti menarik nafas panjang, yoga atau bahkan menulis jurnal. Seperti yang dijelaskan pada artikel ‘Menulislah dan jangan bunuh diri’ menulis mampu mengurangi tingkat stress yang dirasakan.
Berkaitan dengan relaksasi dan berolahraga, langkah lain yang bisa dilakukan adalah tidur. Sulit tidur dan depresi merupakan hal-hal yang dapat muncul ketika seorang individu sedang merasakan patah hati. Merupakan hal yang sulit bagi individu untuk dapat tidur, oleh karena itu relaksasi, meditasi, dan olahraga dapat membantu untuk tidur. Namun perlu diingat bahwa terlalu banyak tidur juga dialami oleh beberapa individu yang patah hati, maka batasi lah jumlah tidur, 6-8 jam perhari.
Hal lain yang dikatakan membantu adalah dengan membayangkan melakukan dialog dengan pasangan. Bentuk dialognya lebih kearah mencurahkan isi hati, curahan isi hati pun dapat berupa cercaan atas beberapa sifat buruk yang dimiliki pasangan, atau bahkan pujian atas apa yang telah dilakukan pasangan. Mampu mengontrol dan memproses perasaan dikatakan sebagai salah satu cara untuk mengurangi efek negatif patah hati.
Hal-hal diatas dapat membantu proses penyembuhan karena gagal dalam cinta. Namun seperti yang sering kita dengar, dan didukung oleh survey sebuah penelitian, dua hal yang paling membantu patah hati adalah waktu dan kemudahan dalam mencari pasangan pengganti. Untuk waktu, penelitian menunjukkan bahwa dua bulan pertama merupakan waktu yang paling berat setelah patah hati untuk sebagian besar individu, namun dikatakan pula setelah itu sakit hati dapat berkurang sedikit demi sedikit. Sedangkan untuk pasangan baru, semakin mudah menemukan pengganti maka sakit hati yang dirasakan dapat berkurang.
Nova ‘JoNo’ Ariyanto
Sumber:
Field, F., Diego, M., Pelaez, M., Deeds, O., & Delgado, J. 2009. Breakup distress in university students. Adolescence; Winter 2009; 44, 176; ProQuest Social Science Journals pg. 705
Rabu, 21 Juli 2010
VISI DAN MISI BIMBINGAN KONSELING SMA NEGERI 6 PONTIANAK
1. Visi :Terwujudnya perkembangan diri dan kemandirian secara
optimal dengan hakekat kemanusiaannya sebagai hamba Tuhan
YME, sebagai
mahluk individu, dan mahluk social dalam berhubungan
dengan manusia dan alam semesta
2. Misi : Menunjang perkembangan diri dan kemandirian siswa
untuk dapat
menjalani kehidupannya sehari-hari sebagai siswa
secara efektif,
kreatif dan dinamis serta memiliki kecakapan hidup untuk
masa depan karir dalam :
a. Beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
b. Pemahaman perkembangan diri dan lingkungan
c. Pengarahan diri kearah dimensi spiritual
d. Pengambilan keputusan berdasarkan IQ, EQ dan SQ.
e. Pengaktualisasian diri secara optimal.
optimal dengan hakekat kemanusiaannya sebagai hamba Tuhan
YME, sebagai
mahluk individu, dan mahluk social dalam berhubungan
dengan manusia dan alam semesta
2. Misi : Menunjang perkembangan diri dan kemandirian siswa
untuk dapat
menjalani kehidupannya sehari-hari sebagai siswa
secara efektif,
kreatif dan dinamis serta memiliki kecakapan hidup untuk
masa depan karir dalam :
a. Beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
b. Pemahaman perkembangan diri dan lingkungan
c. Pengarahan diri kearah dimensi spiritual
d. Pengambilan keputusan berdasarkan IQ, EQ dan SQ.
e. Pengaktualisasian diri secara optimal.
Selasa, 18 Mei 2010
SOPAN SANTUN
Sopan santun adalah sikap prilaku seseorang yang merupakan kebiasan yang disepakati dan diterima dalam lingkungan peergaulan. Bagi siswa, sopan santun merupakan perwujudan budi perkerti luhur yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan dari berbagai orang dalam kedudukannya masing-masing, seperti orang tua, dan guru, para pemuka masyarakat dan agama, dan tulisan-tulisan atau hasil karya para bijak (cerdik pandai) yang merupakan bagian dari ajaran moral.
Siswa sebagai insan pribadi, insan pendidikan, insan pembangunan nasional baik secara pribadi (individu) maupun secara kelompok sebagai mahluk social yang hidup dalam lingkungan social, harus dapat mewujudkan sikap dan prilaku yang dapat mencerminkan norma nilai sopan santun yang dimilikinya sesuai dengan kondisi dan situasi secara pribadi (individu) maupun secara kelompok.
Siswa sebagai pribadi (individu) terlepas dalam hubungannya dengan pribadi lainnya atau kelompok harus dapat mewujudkan sikap dan prilaku sehari-hari sesuai norma nilai sopan sanntun sebagai pencerminan kepribadian dan budi perkerti luhur. Perwujudan sikap dan prilaku sehari-hari siswa sebagai pribadi yang mencerminkan pribadi dan budi pekerti luhur harus di wujudkan dalam:
1. Sikap berbicara
2. Sikap duduk
3. Sikap berdiri
4. Sikap berjalan
5. Sikap berpakaian
6. Sikap makan dan minum
7. Sikap pergaulan
8. Sikap penghormatan
9. Sikap menggunakan fasilitas umum
Siswa sebagai insan dalam kodratnya sebagai makhluk social yang memiliki norma nilai sopan santun, berkepribadian dan berbudi pekerti luhur harus dapat mewujudkan sikap dan perilaku kelompok sehari-hari sesuai norma nilai sopan santun di lingkungan sosialnya di sekolah, di keluarga, dan di masyarakat sebagai berikut:
1. Di sekolah
Siswa sebagai angggota masyarakat sekolah dituntut untuk mencerminkan sikap dan prilaku yang berlaku di sekolahnya antara lain:
a. Sikap memasuki ruang kelas, ruang guru, tata usaha, dan ruang bimbingan dan konseling.
b. Sikap duduk di kelas
c. Sikap teerhadap kepala sekolah, guru, dan staf tata usaha.
d. Sikap terhadap sesame teman.
e. Sikap berpakaian seragam sekolah
f. Sikap saat mengikuti upacara sekolah
g. Sikap dilapangan dan sebagainya.
2. Di keluarga
Siswa sebagai anggota keluarga di tuntut untuk mencerminkan sikap dan prilaku sesuai dengan norma dan kebiasaan yang berlaku dalam keluarganya antara lain:
a. Sikap memasuki rumah
b. Sikap terhadap orang tua dan anggota keluarga yang lebih tua
c. Sikap terhadap saudara-saudara
d. Sikap makan dan minum
e. Sikap menerima telpon
f. Sikap berpakaian
3. Di masyarakat
Siswa sebagai anggota masyarakat di tuntut untuk mencerminkan sikap dan prilaku sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakatnya antara lain:
a. Sikap terhadap orang yang lebih tua, tokoh masyarakat.
b. Sikap terhadap sesama teman
c. Sikap perkenalan
d. Sikap berteman
e. Sikap mengikuti rapat
f. Sikap mengikuti ceramah
g. Sikap pada jamuan makan/pesta
h. Sikap pada waktu beerpergian
i. Sikap mengunjungi orang sakit
Perwujudan barbagai sikap dan prilaku siswa yang dapat mencerminkan norma nilai sopan santun dapat terbentuk melalui pendidikan dan latihan, sehingga terwujud dalam bentuk sikap dan prilaku yang selaras dan serasi dengan kodrat, tempat, waktu, dan kondisi lingkungan di mana siswa berada sehari-hari.
Permasalahan dan sumber penyebab
Banyak keluhan yang di kemukakan para orang tua, tenaga pendidikan dan masyarakat mengenai sikap dan prilaku siswa yang menyimpang ataupun tidak sesuai dengan norma/ nilai sopan santun, misalnya pergi atau masuk rumah tidak pamit pada orang tuan rumah atau mengetuk pintu, di sekolah duduk di kelas seenaknya atau memasuki rumah orang (bertamu) tanpa mengetuk pintu, serta banyak lagi contoh yang di temukan dalam kehidupan siswa.
Siswa hidup dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat jika berprilaku menyimpang atau tidak sesuai dengan norma sopan santun \, tidak dapat diletakkan kesalahan pada satu pihak saja. Harus di tinjau dari dimensi orang tua yaitu bagaimana pola asuh keluarga dan penanaman nilai-nilai keagamaan dari kecil, kemudian di sekolah, bagaimana lingkungan pergaulan dengan teman-temanya, sikap dan prilaku para guru sebagai panutan dan masyrakat yang merupakan panutan mereka adalah tokoh pimpinan masyarakat. Dapat disimpulkan sebagai sumber penyebab dari pada penyimpangan prilaku siswa ataupun sikap prilaku yang tidak sesuai dengan norma sopan santun adalah:
a. Keluarga
Di dalam keluarga hendak lah sedini mungkin di tanamkan nilai budi perkerti luhur, disiplin dan nilai-nilai keagamaan.
Orang tua harus memberikan contoh-contoh yang baik dan memberikan perhatian yang cukup pada anaknya.
Orang tua yang keduanya sibuk sehingga tidak sempat bergaul dengan anak-anaknya, maka siswa tidak mendapatkan apa yang seharusnya diperoleh dari kedua orang tuanya.
b. Sekolah, masyarakat dan lingkungan
1. Lingkungan pergaulan dengan teman-temanya di sekolah atau di masyarakat dapat berpengaruh terhadap sikap dan prilaku seorang siswa.
2. Sikap dan prilaku para pendidik dan tokoh masyarakat yang merupakan panutan.
3. Tontonan film-film.
Sopan santun adalah sikap prilaku seseorang yang merupakan kebiasan yang disepakati dan diterima dalam lingkungan peergaulan. Bagi siswa, sopan santun merupakan perwujudan budi perkerti luhur yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan dari berbagai orang dalam kedudukannya masing-masing, seperti orang tua, dan guru, para pemuka masyarakat dan agama, dan tulisan-tulisan atau hasil karya para bijak (cerdik pandai) yang merupakan bagian dari ajaran moral.
Siswa sebagai insan pribadi, insan pendidikan, insan pembangunan nasional baik secara pribadi (individu) maupun secara kelompok sebagai mahluk social yang hidup dalam lingkungan social, harus dapat mewujudkan sikap dan prilaku yang dapat mencerminkan norma nilai sopan santun yang dimilikinya sesuai dengan kondisi dan situasi secara pribadi (individu) maupun secara kelompok.
Siswa sebagai pribadi (individu) terlepas dalam hubungannya dengan pribadi lainnya atau kelompok harus dapat mewujudkan sikap dan prilaku sehari-hari sesuai norma nilai sopan sanntun sebagai pencerminan kepribadian dan budi perkerti luhur. Perwujudan sikap dan prilaku sehari-hari siswa sebagai pribadi yang mencerminkan pribadi dan budi pekerti luhur harus di wujudkan dalam:
1. Sikap berbicara
2. Sikap duduk
3. Sikap berdiri
4. Sikap berjalan
5. Sikap berpakaian
6. Sikap makan dan minum
7. Sikap pergaulan
8. Sikap penghormatan
9. Sikap menggunakan fasilitas umum
Siswa sebagai insan dalam kodratnya sebagai makhluk social yang memiliki norma nilai sopan santun, berkepribadian dan berbudi pekerti luhur harus dapat mewujudkan sikap dan perilaku kelompok sehari-hari sesuai norma nilai sopan santun di lingkungan sosialnya di sekolah, di keluarga, dan di masyarakat sebagai berikut:
1. Di sekolah
Siswa sebagai angggota masyarakat sekolah dituntut untuk mencerminkan sikap dan prilaku yang berlaku di sekolahnya antara lain:
a. Sikap memasuki ruang kelas, ruang guru, tata usaha, dan ruang bimbingan dan konseling.
b. Sikap duduk di kelas
c. Sikap teerhadap kepala sekolah, guru, dan staf tata usaha.
d. Sikap terhadap sesame teman.
e. Sikap berpakaian seragam sekolah
f. Sikap saat mengikuti upacara sekolah
g. Sikap dilapangan dan sebagainya.
2. Di keluarga
Siswa sebagai anggota keluarga di tuntut untuk mencerminkan sikap dan prilaku sesuai dengan norma dan kebiasaan yang berlaku dalam keluarganya antara lain:
a. Sikap memasuki rumah
b. Sikap terhadap orang tua dan anggota keluarga yang lebih tua
c. Sikap terhadap saudara-saudara
d. Sikap makan dan minum
e. Sikap menerima telpon
f. Sikap berpakaian
3. Di masyarakat
Siswa sebagai anggota masyarakat di tuntut untuk mencerminkan sikap dan prilaku sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakatnya antara lain:
a. Sikap terhadap orang yang lebih tua, tokoh masyarakat.
b. Sikap terhadap sesama teman
c. Sikap perkenalan
d. Sikap berteman
e. Sikap mengikuti rapat
f. Sikap mengikuti ceramah
g. Sikap pada jamuan makan/pesta
h. Sikap pada waktu beerpergian
i. Sikap mengunjungi orang sakit
Perwujudan barbagai sikap dan prilaku siswa yang dapat mencerminkan norma nilai sopan santun dapat terbentuk melalui pendidikan dan latihan, sehingga terwujud dalam bentuk sikap dan prilaku yang selaras dan serasi dengan kodrat, tempat, waktu, dan kondisi lingkungan di mana siswa berada sehari-hari.
Permasalahan dan sumber penyebab
Banyak keluhan yang di kemukakan para orang tua, tenaga pendidikan dan masyarakat mengenai sikap dan prilaku siswa yang menyimpang ataupun tidak sesuai dengan norma/ nilai sopan santun, misalnya pergi atau masuk rumah tidak pamit pada orang tuan rumah atau mengetuk pintu, di sekolah duduk di kelas seenaknya atau memasuki rumah orang (bertamu) tanpa mengetuk pintu, serta banyak lagi contoh yang di temukan dalam kehidupan siswa.
Siswa hidup dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat jika berprilaku menyimpang atau tidak sesuai dengan norma sopan santun \, tidak dapat diletakkan kesalahan pada satu pihak saja. Harus di tinjau dari dimensi orang tua yaitu bagaimana pola asuh keluarga dan penanaman nilai-nilai keagamaan dari kecil, kemudian di sekolah, bagaimana lingkungan pergaulan dengan teman-temanya, sikap dan prilaku para guru sebagai panutan dan masyrakat yang merupakan panutan mereka adalah tokoh pimpinan masyarakat. Dapat disimpulkan sebagai sumber penyebab dari pada penyimpangan prilaku siswa ataupun sikap prilaku yang tidak sesuai dengan norma sopan santun adalah:
a. Keluarga
Di dalam keluarga hendak lah sedini mungkin di tanamkan nilai budi perkerti luhur, disiplin dan nilai-nilai keagamaan.
Orang tua harus memberikan contoh-contoh yang baik dan memberikan perhatian yang cukup pada anaknya.
Orang tua yang keduanya sibuk sehingga tidak sempat bergaul dengan anak-anaknya, maka siswa tidak mendapatkan apa yang seharusnya diperoleh dari kedua orang tuanya.
b. Sekolah, masyarakat dan lingkungan
1. Lingkungan pergaulan dengan teman-temanya di sekolah atau di masyarakat dapat berpengaruh terhadap sikap dan prilaku seorang siswa.
2. Sikap dan prilaku para pendidik dan tokoh masyarakat yang merupakan panutan.
3. Tontonan film-film.
Minggu, 16 Mei 2010
CARA MEMPEROLEH DAN MENGGUNAKAN KEKUATAN PRIBADI
Kalau kalian mendengar kata "Kekuatan pribadi", menurut kalian apa artinya ?
A. menjadi lebih kuat daripada orang lain ?
B. Menjadi lebih cerdas dari pada orang lain ?
C. Menjadi lebih baik dari pada orang lain ?
D. Menjadi mampu membuat orang lain melakukan apa yang kalian inginkan ?
E. Mempunyai uang lebih banyak dari pada orang lain ?
F. Menjadi terkenal seperti penyanyi rock, bintang film atau atlet ?
G. Semua yang di atas ?
Ketika kami menggunakan kata "Kekuatan pribadi", kami tidak bermaksud mengartikannya dengan salah satu uraian di atas. Kekuatan pribadi berarti merasa aman dan percaya diri di dalam diri kalian sendiri.
Siapapun dapat mempunyai kekuatan pribadi. Walaupun kalian "Hanya seorang anak kecil",kalian dapat mempunyai kekuatan pribadi.Kalian dapat belajar cara untuk memperolehnya dan menggunakannya. Tidak peduli bagaimana perasaan kalian sekarang ini, kalian dapat belajar merasa aman dan percaya diri.
Diperlukan waktu dan latihan. Diperlukan keteguhan hati untuk membuat perubahan dalam hidup kalian.Tetapi kalian dapat melakukannya!
Seperti tahun yang mempunyai empat musim, kekuatan pribadi mempunyai empat bagian, yaitu :
1. Bertanggung jawab
2. Membuat pilihan
3. Mengetahui diri kalian sendiri
4. Memperoleh dan menggunakan kekuatan dalam hubungan kalian dan kehidupan kalian
BERTANGGUNG JAWAB
Fakta : Kalian bertanggung jawab atas jenis manusia seperti apa kalian dan
bagaimana kalian menjalani hidup kalian.
Mungkin tampaknya kalian tidak setuju dengan pertanyaan ini. Bagaimana kalian dapat bertanggung jawab bila orang dewasa selalu mengatur apa yang harus kalian lakukan ?
Banyak anak heran mengenai hal ini. Mereka mencampuradukkan "Bertanggung jawab" dengan "Mendapat tugas" atau "menjadi bos" dari orang dan benda lain.
Kisah seorang SARAH...........
Sarah sedang menjaga adik-adiknya,jacob,sewaktu orang tua mereka berkunjung kerumah teman.Jacob ingin menonton program TV faforitnya.Sarah ingin menonton program faforitnya sendiri.sarah berkata kepada jacob,"Ibu dan Ayah berkata aku yang bertanggung jawab.Kamu harus melakukan apa yang kukatakan".
Sarah menggunakan kata bertanggung jawab sebagai alasan untuk memperoleh apa yang diinginkannya.padahal maksudnya bukan demikian.Dan ada hal yang bukan menjadi artinya:mempunyai kendali atas segala sesuatu yang terjadi pada diri kalian.
Terdapat banyak hal dalam hidup kalian yang tidak dapat kalian kendalikan.Seperti cuaca.Tempat keluarga kalian tinggal. Sekolah tempat kalian belajar. Berapa banyak pekerjaan rumah yang diberikan guru kepada kalian.Bagaimana tindakan atau perasaan orang lain..........
MEMBUAT PILIHAN
Fakta : kalian ingin bertanggung jawab atau tingkah laku dan perasaan kalian
sendiri, kalian dapat membuat pilihan mengenai hal itu.
kalian dapat memilih cara untuk bertindak.Kalian dapat memilih untuk tidak merebut alat pengendali vidio game dari tangan teman atau memecahkan mainan atau tidak mematuhi orang tua kalian. Bahkan bila kalian merasa ingin melakukan hal-hal tersebut.Bahkan bila perasaan ini tampaknya amat kuat menguasai atau tidak tertahankan.
Berulang kali, tindakan kita dikaitkan dengan perasaan kita.Kita memukul seseorang karena merasa marah. Kita berteriak pada seseorang karena kita merasa prustasi.Kita menangis karena kita merasa sedih.
Kalian dapat memilih cara bagaimana untuk merasa marah, frustasi, atau sedih. Kalian bahkan dapat memilih untuk mempunyai perasaan berbeda, yang lebih positif dan lebih produktif.
Suatu bagian yang penting dari belajar untuk membuat pilihan yang baik adalah dimulai dengan mencoba memperkirakan apa yang kita harapkan akan terjadi karena pilihan kita, kemudian memutuskan apakah harapan kita realistis.
Dengan kata lain: Apa yang kita inginkan untuk terjadi karena pilihan kita? berapa besar peluang ini akan terjadi? bila peluangnya bagus, berarti pilihan kita realistis.Bila peluangnnya menyedihkan,pilihan kita tidak realistis.....
MEMAHAMI DIRI SENDIRI
Mengetahui diri kalian sendiri adalah dengan memahami diri sendiri...,cara yang baik untuk memulainya adalah menyebutkan dan menyatakan perasaan,impian, dan kebutuhan kalian.
Perasaan bukanlah mengenai hal yang salah atau benar, buruk atau baik, perasaan memang seperti itu, ketika kalian tahu dan menerima fakta mendasar ini, kalian dapat mulai menyatakan semua perasaan kalian, bila menurut kalian,kalian merasa sedih, begitulah perasaan kalian. Tidak seorangpun dapat membuat kalian merasakan dengan cara lain. Tidak seorangpun yang lebih mengetahui mengenai perasaan kalian sendiri.
MEMPEROLEH DAN MENGGUNAKAN KEKUATAN PRIBADI DALAM HUBUNGAN DAN KEHIDUPAN KALIAN
Ini tidak berarti kalian harus selalu setuju dengan orang yang mempunyai kekuatan peran atas diri kalian. Atau bahkan kalian harus melakukan segala sesuatu yang mereka katakan. Bila seorang dewasa mencoba untuk menyuruh kalian melakukan sesuatu yang menurut kalian tidak benar, carilah pertolongan! Temui orang dewasa lain yang kalian percaya dan dapat diajak bicara.Ceritakan kepada orang tersebut apa yang terjadi. teruskan mencoba sampai kalian menemukan seseorang yang dapat membantu kalian.
Kalau kita peduli pada apa yang dipikirkan orang lain mengenai kita, kita memberikan kekuasaan kepada orang lain itu atas diri kita. Kita bertindak dengan cara yang kita yakini akan mebuat orang tersebut menyukainya. Kita menghormati orang tersebut dan mungkin mulai meniru dia.
(Di Kutip dari buku "Belalah diri kalian sendiri")
A. menjadi lebih kuat daripada orang lain ?
B. Menjadi lebih cerdas dari pada orang lain ?
C. Menjadi lebih baik dari pada orang lain ?
D. Menjadi mampu membuat orang lain melakukan apa yang kalian inginkan ?
E. Mempunyai uang lebih banyak dari pada orang lain ?
F. Menjadi terkenal seperti penyanyi rock, bintang film atau atlet ?
G. Semua yang di atas ?
Ketika kami menggunakan kata "Kekuatan pribadi", kami tidak bermaksud mengartikannya dengan salah satu uraian di atas. Kekuatan pribadi berarti merasa aman dan percaya diri di dalam diri kalian sendiri.
Siapapun dapat mempunyai kekuatan pribadi. Walaupun kalian "Hanya seorang anak kecil",kalian dapat mempunyai kekuatan pribadi.Kalian dapat belajar cara untuk memperolehnya dan menggunakannya. Tidak peduli bagaimana perasaan kalian sekarang ini, kalian dapat belajar merasa aman dan percaya diri.
Diperlukan waktu dan latihan. Diperlukan keteguhan hati untuk membuat perubahan dalam hidup kalian.Tetapi kalian dapat melakukannya!
Seperti tahun yang mempunyai empat musim, kekuatan pribadi mempunyai empat bagian, yaitu :
1. Bertanggung jawab
2. Membuat pilihan
3. Mengetahui diri kalian sendiri
4. Memperoleh dan menggunakan kekuatan dalam hubungan kalian dan kehidupan kalian
BERTANGGUNG JAWAB
Fakta : Kalian bertanggung jawab atas jenis manusia seperti apa kalian dan
bagaimana kalian menjalani hidup kalian.
Mungkin tampaknya kalian tidak setuju dengan pertanyaan ini. Bagaimana kalian dapat bertanggung jawab bila orang dewasa selalu mengatur apa yang harus kalian lakukan ?
Banyak anak heran mengenai hal ini. Mereka mencampuradukkan "Bertanggung jawab" dengan "Mendapat tugas" atau "menjadi bos" dari orang dan benda lain.
Kisah seorang SARAH...........
Sarah sedang menjaga adik-adiknya,jacob,sewaktu orang tua mereka berkunjung kerumah teman.Jacob ingin menonton program TV faforitnya.Sarah ingin menonton program faforitnya sendiri.sarah berkata kepada jacob,"Ibu dan Ayah berkata aku yang bertanggung jawab.Kamu harus melakukan apa yang kukatakan".
Sarah menggunakan kata bertanggung jawab sebagai alasan untuk memperoleh apa yang diinginkannya.padahal maksudnya bukan demikian.Dan ada hal yang bukan menjadi artinya:mempunyai kendali atas segala sesuatu yang terjadi pada diri kalian.
Terdapat banyak hal dalam hidup kalian yang tidak dapat kalian kendalikan.Seperti cuaca.Tempat keluarga kalian tinggal. Sekolah tempat kalian belajar. Berapa banyak pekerjaan rumah yang diberikan guru kepada kalian.Bagaimana tindakan atau perasaan orang lain..........
MEMBUAT PILIHAN
Fakta : kalian ingin bertanggung jawab atau tingkah laku dan perasaan kalian
sendiri, kalian dapat membuat pilihan mengenai hal itu.
kalian dapat memilih cara untuk bertindak.Kalian dapat memilih untuk tidak merebut alat pengendali vidio game dari tangan teman atau memecahkan mainan atau tidak mematuhi orang tua kalian. Bahkan bila kalian merasa ingin melakukan hal-hal tersebut.Bahkan bila perasaan ini tampaknya amat kuat menguasai atau tidak tertahankan.
Berulang kali, tindakan kita dikaitkan dengan perasaan kita.Kita memukul seseorang karena merasa marah. Kita berteriak pada seseorang karena kita merasa prustasi.Kita menangis karena kita merasa sedih.
Kalian dapat memilih cara bagaimana untuk merasa marah, frustasi, atau sedih. Kalian bahkan dapat memilih untuk mempunyai perasaan berbeda, yang lebih positif dan lebih produktif.
Suatu bagian yang penting dari belajar untuk membuat pilihan yang baik adalah dimulai dengan mencoba memperkirakan apa yang kita harapkan akan terjadi karena pilihan kita, kemudian memutuskan apakah harapan kita realistis.
Dengan kata lain: Apa yang kita inginkan untuk terjadi karena pilihan kita? berapa besar peluang ini akan terjadi? bila peluangnya bagus, berarti pilihan kita realistis.Bila peluangnnya menyedihkan,pilihan kita tidak realistis.....
MEMAHAMI DIRI SENDIRI
Mengetahui diri kalian sendiri adalah dengan memahami diri sendiri...,cara yang baik untuk memulainya adalah menyebutkan dan menyatakan perasaan,impian, dan kebutuhan kalian.
Perasaan bukanlah mengenai hal yang salah atau benar, buruk atau baik, perasaan memang seperti itu, ketika kalian tahu dan menerima fakta mendasar ini, kalian dapat mulai menyatakan semua perasaan kalian, bila menurut kalian,kalian merasa sedih, begitulah perasaan kalian. Tidak seorangpun dapat membuat kalian merasakan dengan cara lain. Tidak seorangpun yang lebih mengetahui mengenai perasaan kalian sendiri.
MEMPEROLEH DAN MENGGUNAKAN KEKUATAN PRIBADI DALAM HUBUNGAN DAN KEHIDUPAN KALIAN
Ini tidak berarti kalian harus selalu setuju dengan orang yang mempunyai kekuatan peran atas diri kalian. Atau bahkan kalian harus melakukan segala sesuatu yang mereka katakan. Bila seorang dewasa mencoba untuk menyuruh kalian melakukan sesuatu yang menurut kalian tidak benar, carilah pertolongan! Temui orang dewasa lain yang kalian percaya dan dapat diajak bicara.Ceritakan kepada orang tersebut apa yang terjadi. teruskan mencoba sampai kalian menemukan seseorang yang dapat membantu kalian.
Kalau kita peduli pada apa yang dipikirkan orang lain mengenai kita, kita memberikan kekuasaan kepada orang lain itu atas diri kita. Kita bertindak dengan cara yang kita yakini akan mebuat orang tersebut menyukainya. Kita menghormati orang tersebut dan mungkin mulai meniru dia.
(Di Kutip dari buku "Belalah diri kalian sendiri")
Selasa, 20 April 2010
MASA TRANSISI DAN ADAPTASI REMAJA
Walaupu para remaja sedang berada pada masa transisi dan adaptasi, sesuai kebutuhan psikologis dan tugas perkembangannya, bukan berarti remaja boleh tidak peduli dengan orang di sekitarnya, ciri tahap perkembangan sebagai remaja tidak boleh menjadi pembenaran bagimu untuk bertindak semaunya dan memaksa orang lain untuk selalu memaklumi segala tingkah lakumu yang melanggar norma masyaarakat. Sebaliknya, masa ini harus benar-benar dimanfaatkan sebagai pematangan diri dan meningkatkan kualitas diri. Dengan kebijaksanaan dirimu dalam banyak hal, kamu akan memasuki tahap masa hidup berikutnya, yaitu masa dewasa dengan baik.
Mengingat pentingnya masa remaja sebagai pijakan atau pondasi kehidupan, remaja harus secara sadar menghindari berbagai perilaku berisiko tinggi, khususnya yang tergolong masalah psikososial. Masalah-masalah semacam ini akan membebani kehidupanmu tidak saja pada tahap remaja, tetapi juga pada tahap kehidupan berikutnya. Diantara masalah psikososial berisiko tinggi tersebut adalah kehamilan yang tidak di inginkan, penyakit karena hubungan seksual, penyalahgunaan obat terlarang, minuman keras, berjudi, merokok, berhenti sekolah, steres, frustrasi, defresi, dan tawuran. Semua itu tidak selaras dengan ajaran agama, hokum, dan norma masyakarakat. Akibbatnya, bukan hanya dirimu yang merasakan dampak negatif permasalahan itu, tetapi juga orang tua, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
Perhatikan baik-baik Indikator-indikator berikut ini adalah akibat dari prilaku berisiko tinggi yang di perbuat oleh remaja.
a. Prestasi atau hasil belajar menurun
b. Terlalu sering tidak masuk sekolah
c. Keluhan-keluhan fisik yang terlalu sering atau menetap
d. Perubbahan kebiasaan makan atau tidur
e. Kesulitan konsentrasi atau terus menerus merasa bosan
f. Adanya kecemasan, steres, gejala-gejala defresi (tidak bergairah, sedih, putus asa, ingin bunuh diri, takut mati, pesimis, merasa tidak berguna, dann sejinsnya)
g. Menarik diri dari kelompok/teman/keluarga, dan berganti-ganti teman baik
h. Adanya perubahan pola tingkah laku yang radikal
i. Konflik dengan orang tua
j. Merasa tidak betah dirumah
Untuk menghindari risiko dia atas, mulai hari ini milikilah prinsip-prinsip diri sebagai
Berikut:
a. Prestasi belajar yang di peroleh minimal memenuhi standard an kalauu mungkin berprestasi tinggi
b. Rajin dan tekun bersekolah
c. Membiasakan diri hidup sehat dan seimbang
d. Makan, istirahat, tidur, dan olahraga yang cukup dan teratur
e. Membiasakan berkonsentrasi pada saat mengikuti pelajaran atau melakukan kegiatan sehingga tetap bersemangat
f. Menyeimbangkan pengunaan fungsi otak kiri dan kanan sehingga terjadi keselarasan hidup
g. Berfikir positif dan bergembira
h. Berteman, bergaul, dan bersahabat secara aman dan wajar
i. Berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan
j. Ikut menjadi bagian penting dalam terciptanya keharmonisan keluarga
k. Taat dan patuh pada hokum, aturan, dan norma yang berlaku
l. Hidup dengan rasa optimis dan selalu berpengharapan
m. Menjaga tubuh agar tetap sehat jasmani dan rohani
n. Berteman dengan lawan jenis secara wajar
o. Berusaha menemukan ketenangan di rumah sendiri(home sweet home)
Masa remaja menjadi menyenangkan takkala para remaja mengisi waktunya dengan segala kegiatan positif yang bermanfaat. Banyak kegiatan yang bias di laksanakan di sekolah, lingkungan masyarakat, atau dalam kelompok-kelompok. Kamu harus pandai membawa diri. Jangan ikut arus yang salah, atau keliru mencari teman bergaul.
Pada masa remaja yang penuh gejolak ini para remaja tetap harus berani mengambil sikap yang tegas terhadap pilihan yang ada di lingkungan hidupnya. Isilah waktumu dengan kegiatan yang posotif
Mengingat pentingnya masa remaja sebagai pijakan atau pondasi kehidupan, remaja harus secara sadar menghindari berbagai perilaku berisiko tinggi, khususnya yang tergolong masalah psikososial. Masalah-masalah semacam ini akan membebani kehidupanmu tidak saja pada tahap remaja, tetapi juga pada tahap kehidupan berikutnya. Diantara masalah psikososial berisiko tinggi tersebut adalah kehamilan yang tidak di inginkan, penyakit karena hubungan seksual, penyalahgunaan obat terlarang, minuman keras, berjudi, merokok, berhenti sekolah, steres, frustrasi, defresi, dan tawuran. Semua itu tidak selaras dengan ajaran agama, hokum, dan norma masyakarakat. Akibbatnya, bukan hanya dirimu yang merasakan dampak negatif permasalahan itu, tetapi juga orang tua, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
Perhatikan baik-baik Indikator-indikator berikut ini adalah akibat dari prilaku berisiko tinggi yang di perbuat oleh remaja.
a. Prestasi atau hasil belajar menurun
b. Terlalu sering tidak masuk sekolah
c. Keluhan-keluhan fisik yang terlalu sering atau menetap
d. Perubbahan kebiasaan makan atau tidur
e. Kesulitan konsentrasi atau terus menerus merasa bosan
f. Adanya kecemasan, steres, gejala-gejala defresi (tidak bergairah, sedih, putus asa, ingin bunuh diri, takut mati, pesimis, merasa tidak berguna, dann sejinsnya)
g. Menarik diri dari kelompok/teman/keluarga, dan berganti-ganti teman baik
h. Adanya perubahan pola tingkah laku yang radikal
i. Konflik dengan orang tua
j. Merasa tidak betah dirumah
Untuk menghindari risiko dia atas, mulai hari ini milikilah prinsip-prinsip diri sebagai
Berikut:
a. Prestasi belajar yang di peroleh minimal memenuhi standard an kalauu mungkin berprestasi tinggi
b. Rajin dan tekun bersekolah
c. Membiasakan diri hidup sehat dan seimbang
d. Makan, istirahat, tidur, dan olahraga yang cukup dan teratur
e. Membiasakan berkonsentrasi pada saat mengikuti pelajaran atau melakukan kegiatan sehingga tetap bersemangat
f. Menyeimbangkan pengunaan fungsi otak kiri dan kanan sehingga terjadi keselarasan hidup
g. Berfikir positif dan bergembira
h. Berteman, bergaul, dan bersahabat secara aman dan wajar
i. Berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan
j. Ikut menjadi bagian penting dalam terciptanya keharmonisan keluarga
k. Taat dan patuh pada hokum, aturan, dan norma yang berlaku
l. Hidup dengan rasa optimis dan selalu berpengharapan
m. Menjaga tubuh agar tetap sehat jasmani dan rohani
n. Berteman dengan lawan jenis secara wajar
o. Berusaha menemukan ketenangan di rumah sendiri(home sweet home)
Masa remaja menjadi menyenangkan takkala para remaja mengisi waktunya dengan segala kegiatan positif yang bermanfaat. Banyak kegiatan yang bias di laksanakan di sekolah, lingkungan masyarakat, atau dalam kelompok-kelompok. Kamu harus pandai membawa diri. Jangan ikut arus yang salah, atau keliru mencari teman bergaul.
Pada masa remaja yang penuh gejolak ini para remaja tetap harus berani mengambil sikap yang tegas terhadap pilihan yang ada di lingkungan hidupnya. Isilah waktumu dengan kegiatan yang posotif
Langganan:
Postingan (Atom)