Bimbingan Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan perencanaan karir.
Pelayanan bimbingan konseling di atas dilaksanakan oleh guru pembimbing di sekolah dengan aturan-aturan yang jelas dalam petunjuk pelaksanaan BK. Sebelum kegiatan BK terlaksana, pembimbing harus membuat program yang sesuai dengan kondisi sekolah. Kemudian program tersebut dilaksanakan dan pada akhirnya dievaluasi kegiatan-kegiatannya yang kemudian dilaporkan pada kepala sekolah.
Bantuan yang diberikan oleh guru pembimbing kepada siswa di sekolah tidak hanya kepada mereka yang bermasalah saja, tetapi juga diberikan kepada semua siswa. Baik itu yang bermasalah maupun yang tidak bermasalah.
Siswa sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming), yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. Untuk mencapai kematangan tersebut, siswa memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya, juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Disamping itu terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan siswa tidak selalu berlangsung secara mulus, atau bebas dari masalah. Dengan kata lain, proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier, lurus, atau searah dengan potensi, harapan dan nilai-nilai yang dianut.
Dengan Misi Bimbingan Konseling, yaitu memfasilitasi seluruh peserta didik memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik, pribadi, social, karir berlandaskan pada tata kehidupan etis normative dan ketakwaan kepada Tuhan YME, Maka sudah selayaknyalah Guru pembimbing merasa bertanggung jawab terhadap siswa yang akan mengikuti Ujian, dan ikut berperan aktif memberikan layanan khusus kepada mereka.
Bila ada pertanyaan “Berperankah Bimbingan Konseling dalam UN ?”, Maka ada berbagai macam jawaban yang terlempar sesuai dengan persi mereka masing-masing. Ada yang menjawab tidak berperan, Mungkin berperan dan ada juga yang menjawab sangat berperan. Jawaban yang berbeda-beda tersebut dilatar belakangi oleh sudut pandang yang berbeda juga. Mereka yang menjawab tidak berperan, karena mereka tidak tahu dan tidak pernah melihat pekerjaan seorang guru Pembimbing. Mereka yang menjawab mungkin berperan, tahu dengan pekerjaan BK tapi belum pernah melihat akifitas BK di lingkungannya (sekolahnya). Adapun orang yang menjawab sangat berperan adalah mereka yang tahu akan fungsi BK dan melihat program dan kegiatan BK yang berjalan dengan baik dan aktif.
Dari pendapat yang berbeda di atas, kita tidak bisa menyalahkan satu pihak, atau mencari siapa yang salah. Namun yang kita lakukan adalah bagaimana agar pandangan yang berbeda tadi menjadi satu pandangan.
Yang kita harapkan adalah pandangan masyarakat trerhadap Bimbingan Konseling adalah Bimbingan Konseling sangat berperan aktif dalam pelaksanaan UN.
Sebab kembali lagi pada Misi Bimbingan Konseling dan Pengertian Bimbingan Konseling di atas. Guru Pembimbing wajib berperan aktif dalam pelaksanaan UN.
Berperan aktif disini bukan berarti guru pembimbing harus menjadi panitia UN, harus membuat soal atau harus memeriksa hasil UN. Berperan aktif disini artinya guru pembimbing berperan sesuai dengan porsinya sebagai seorang guru pembimbing yang memberikan layanan. Misalnya Memberikan layanan informasi tentang cara belajar yang efektif dan efesien, Persiapan yang harus dilakukan siswa sebelum ujian, Syarat-syarat kelulusan, Cara yang baik untuk menghilangkan stress, Cara Belajar kelompok , dan sebagainya. Selain itu juga guru pembimbing memberikan layanan konseling individu pada siswa yang nampaknya punya masalah dalam belajar, atau siswa yang punya masalah pribadi,dengan tujuan agar mereka ketika menghadapi ujian tetap konsentrasi pada pelaksanaan UN/Ujian sekolah.
Selain dari kegiatan-kegiatan di atas, masih banyak lagi yang harus guru pembimbing lakukan untuk mereka. Dengan melaksanakan Pola !7, Guru pembimbing akan tampak berperan aktif dalam peningkatan motifasi dan konsentrasi siswa.
Keberhasilan UN sesuai dengan harapan memang tidak terlepas dari usaha dan kerja keras guru mata pelajaran. Mereka berusaha untuk memberikan materi dan latihan serta Bimbingan belajar hingga sore hari. Mereka selalu meberikan motifasi juga pada siswa, tapi jika hal ini tidak didampingi dengan aktifitas bimbingan konseling, maka harapan mungkin agak sulit untuk didapat. Karena guru yang memberikan materi di kelas punya beban dan tanggung jawab terhadap materi mereka. Waktu dikelas terbatas. Walaupun ada dari guru mata pelajaran yang memberikan motifasi atau cara belajar yang baik, namun tidak seluas atau sedalam guru pembimbing berikan. Hal ini di sebabkan guru pembimbing punya waktu dan beban tanggung jawab yang sesuai dengan tugasnya.
Ada pendapat guru pembimbing yang menyatakan bahwa layanan bimbingan konseling sulit dilaksanakan karena tidak ada jam wajib masuk kelas, sehingga guru Bimbingan tidak dapat melaksanakan layanan-layanan tersebut, khususnya layanan informasi atau orientasi.Pendapat di atas sudah harus dikubur. Banyak solusi yang dapat di tempuh. Diantaranya adalah berbicaralah pada pimpinan tentang program BK yang harus dilaksanakan sehingga BK perlu masuk kelas. Jika kepala sekolah juga tidak bisa memberikan waktu untuk masuk kelas, cari jalan lain dengan minta satu jam untuk satu bulan pada pelajaran yang tidak spesifik. (Misalnya Kesenian, Mulok atau olahraga). Atau Layanan dapat diberikan pada jam kosong yang dimana guru pembimbing tidak dalam keadaan sibuk.
Pengalaman yang pernah penulis lakukan adalah ketika kepala sekolah tidak bisa memberikan jam BK untuk masuk kelas, dengan inisitif sendiri, penulis memohon pada kepala sekolah untuk mengajar pelajaran MULOK. Kebetulan penulis juga punya pengalaman dan pengetahuan sedikit untuk memberikan mata pelajaran tersebut. Kepala sekolah menyetujui dan yang saya lakukan adalah pada jam pelajaran MULOK setiap satu bulan ada satu jam pelajaran yang saya ambil untuk memberikan layanan bimbingan konseling. Penulis tidak menyatakan ini adalah alternative yang baik. Tapi karena tanggung jawab dan ingin program BK berjalan dengan baik, maka hal ini penulis lakukan.
Dengan pelaksanaan bimbingan yang terstruktur dan terorganisir, maka orang akan menilai BK sangat penting dan berperan dalam proses pendidikan. Begitu juga dalam pelaksanaan UN. Siswa yang akan menghadapi Ujian memilki berbagai macam masalah. Baik itu masalah belajar, pribadi atau social. Bila hal ini tidak diketahui oleh guru pembimbing dan pendidik lainnya, maka akan mengganggu proses persiapan dan pelaksanaan UN yang dihadapi oleh siswa. Guru pembimbing yang aktif akan mengetahui dan memahami siswanya yang bermasalah. Siswa yang bermasalah dapat menemukan solusi pemecahan masalahnya melalui bantuan yang diberikan oleh guru pembimbing.
Perkembangan siswa pada saat ini tidak lepas dari pengaruh lingkungan, baik fisik, psikis maupun sosial. Pengaruh yang melekat pada lingkungan adalah perubahan gaya hidup warga masyarakat. Perubahan yang terjadi di masyarakat sulit diprediksi, karena sulit maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku siswa, seperti penyimpangan perilaku. Penyimpangan prilaku yang dilakukan oleh siswa disekolah dapat menimbulkan pelanggaran terhadap tata tertib sekolah dan akibatnya berpengaruh pada proses belajar mereka. Hal inilah yang menjadikan permasalahan dalam persiapan mereka menghadapi ujian. Kadang mereka sering tidak sekolah, tidak ikut ulangan, hingga ada yang tidak ikut ujian praktek dan mereka merasa tidak ada beban. Apakah ini bukan masalah ?, dan siapa yang berperan disini ?
Itulah yang membuat penulis prihatin terhadap siswa yang menghadapi UN atau Ujian sekolah. Mereka merasa tidak punya masalah. Tapi sebenarnya mereka punya masalah. Mereka akan menyadari itu semua setelah UN berakhir dan melihat hasil ujian mereka dengan nilai yang tidak memuaskan.
Kepada Guru pembimbing, PR kita masih ada, yaitu menenangkan mereka pada saat mereka membuka amplop kelulusan nanti. Ada yang menangis, ada yang termenung, ada yang bahagia dan ada yang mungkin berlari untuk coba bunuh diri.
Oleh sebab itu, tinggalkan kesibukan kita yang lain. Dampingi mereka saat itu. Jangan biarkan mereka larut dalam emosi mereka masing-masing. Hal ini kita lakukan agar tidak terjadi penyesalan…….
Menjadikan siswa berkembang sesuai dengan tugas perkembangannya sehingga memiliki kemampuan yang optimal
Senin, 08 Maret 2010
Sabtu, 06 Maret 2010
Jumat, 05 Maret 2010
MENGENAL GAYA BELAJAR
Belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku. Perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk.Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui latihan dan pengalaman.maka perubahan yang disebabkan oleh pertumbuhan atau kematangan tidak dianggap sebagai hasil belajar.
Ciri-ciri orang yang telah melakukan perbuatan belajar secara sederhana adalah :
1. Orang yang tadinya tidak tahu menjadi tahu
2. Orang yang tadinya tidak bisa menjadi bisa
3. Orang yang tadinya tidak mengerti menjadi mengerti
Untuk dapat mencapai tiga ciri orang yang telah melakukan kegiatan belajar, masing-masing orang mempunyai gaya yang berbeda-beda sesuai dengan kebiasaan dan seleranya. Ada tiga gaya belajar yang masing-masing memiliki ciri yang berbeda. Dengan memahami gaya belajar, maka Anda memiliki ciri yang berbeda. Dengan memahami gaya belajar, maka anda diharapkan dapat menentukan langkah-langkah untuk belajar lebih cepat dan mudah sesuai dengan kondisi masing-masing. Di bawah ini akan dijabarkan tiga gaya belajar tersebut, yaitu :
1. Gaya Belajar Visual
a. Rapi dan teratur
b. berbicara dengan cepat
c. perencana dan pengatur jangka panjang yang baik
d. teliti dan mendetil
e. mementingkan penampilan dan tulisan
f. pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka
g. mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar
h. mengingat dengan asosiasi Verbal
i. biasanya tidak terganggu oleh keributan
j. mengalami kesulitan mengingat instruksi verbal
k. pembaca cepat dan tekun
l. mencoret-coret tanpa arti ketika menerima telepon atau selama mengikuti pelajaran
m. sering lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain
n. menjawab pertanyaan dengan singkat
o. Lebih suka berdemonstrasi dari pada pidato
p. Lebih suka seni lukis, drama, tarian dan sejenisnya dari pada musik
q. Seringkali tahu apa yang harus dilakukan tetapi tidak pandai memilih kata-kata.
Saran bagi pembelajar Visual : (1) Gunakan pena dan kertas untuk membantu mengingat materi yang diterangkan guru. (2) buatlah sketsa berupa diagram atau gambar-gambar dari apa yang dipelajari, (3) Warnai teks yang penting saat membaca dengan stabilo berwarna cerah, dan (4) Gunakan imajinasi Visual pikiran saat mencermati materi.
2. Gaya Belajar Auditorial, ciri-cirinya adalah :
a. Sering berbicara dengan dirinya sendiri saat belajar.
b. Mudah terganggu oleh keributan
c. menggerakkan bibir dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
d. senang mendengarkan dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
e. mampu mengulangi dan menirukan nada dan suara
f. kesulitan dalam menulis tetapi pandai bercerita
g. berbicara dengan irama yang terpola
h. biasanya merupakan pembicara fasih
i. Lebih suka musik dan belajar sambil mendengarkan musik.
j. belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan
k. suka berbicara, berdiskusi, dan menjelaskan susuatu dengan panjang lebar
l. Kesulitan dalam pekerjaan yang melibatkan Visualisasi
m. Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
n. lebih suka gurouan lisan dari pada cerita lucu dari komik
Saran bagi pembelajar Auditorial : (1) saat membaca materi suarakan materi tersebut dalam hati untuk mengingatnya, (2) gunakan kaset rekaman saat guru menerangkan di kelas agar dapat diputar kembali di rumah. (3) belajar bersama dengan cara berdiskusi atau tanya jawab. (4) saat belajar, luangkan waktu untuk melakukan diskusi internal tentang materi yang diberikan, dan (5) konsentrasikan saja pada penjelasan guru karena pembelajar ini cocok dengan metode ceramah.
3. Gaya Belajar Kinestetik Ciri-cirinya adalah :
a. Berbicara dengan perlahan
b. menanggapi perhatian pisik
c. menyentuh orang untuk menarik perhatian mereka
d. berdiri dekat ketika berbicara dengan orang
e. berorientasi pada fisik dan senang bergerak
f. belajar melalui praktek
g. menghafal dengan cara berjalan dan melihat-lihat
h. menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
i. banyak menggunakan isyarat tubuh
j. tidak dapat duduk dalam waktu lama
k. menggunakan kata-kata yang mengandung arti
l. membaca dengan menyertakan gerakan fisik sesuai dengan isi cerita
m. kemungkinan tulisannya jelek
n. selalu ingin mempraktekkan segala sesuatu
o. suka permainan yang menyibukkan
Saran bagi pembelajar Kinestetik : (1) tempatkan diri di lingkungan yang lebih aktif, materi yang didiskusikan dengan disertai simulasi lebih mudah diserap dengan baik. (2) tandai materi yang penting dengan stabilo warna, (3) buatlah catatan peta yaitu catatan yang disertai gambar sehingga selama pembelajaran kegiatan kinestetik terus berlangsung, dan (4) pergerakkan atau praktekkan materi yang dipelajari.
Dari ketiga gaya belajar di atas, tentu salah satunya ada yang sesuai dengan gaya belajar Anda. Dan untuk mengetahui gaya belajar yang Anda punyai apakah anda telah melakukan hal-hal yang disarankannya ?......
Ciri-ciri orang yang telah melakukan perbuatan belajar secara sederhana adalah :
1. Orang yang tadinya tidak tahu menjadi tahu
2. Orang yang tadinya tidak bisa menjadi bisa
3. Orang yang tadinya tidak mengerti menjadi mengerti
Untuk dapat mencapai tiga ciri orang yang telah melakukan kegiatan belajar, masing-masing orang mempunyai gaya yang berbeda-beda sesuai dengan kebiasaan dan seleranya. Ada tiga gaya belajar yang masing-masing memiliki ciri yang berbeda. Dengan memahami gaya belajar, maka Anda memiliki ciri yang berbeda. Dengan memahami gaya belajar, maka anda diharapkan dapat menentukan langkah-langkah untuk belajar lebih cepat dan mudah sesuai dengan kondisi masing-masing. Di bawah ini akan dijabarkan tiga gaya belajar tersebut, yaitu :
1. Gaya Belajar Visual
a. Rapi dan teratur
b. berbicara dengan cepat
c. perencana dan pengatur jangka panjang yang baik
d. teliti dan mendetil
e. mementingkan penampilan dan tulisan
f. pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka
g. mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar
h. mengingat dengan asosiasi Verbal
i. biasanya tidak terganggu oleh keributan
j. mengalami kesulitan mengingat instruksi verbal
k. pembaca cepat dan tekun
l. mencoret-coret tanpa arti ketika menerima telepon atau selama mengikuti pelajaran
m. sering lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain
n. menjawab pertanyaan dengan singkat
o. Lebih suka berdemonstrasi dari pada pidato
p. Lebih suka seni lukis, drama, tarian dan sejenisnya dari pada musik
q. Seringkali tahu apa yang harus dilakukan tetapi tidak pandai memilih kata-kata.
Saran bagi pembelajar Visual : (1) Gunakan pena dan kertas untuk membantu mengingat materi yang diterangkan guru. (2) buatlah sketsa berupa diagram atau gambar-gambar dari apa yang dipelajari, (3) Warnai teks yang penting saat membaca dengan stabilo berwarna cerah, dan (4) Gunakan imajinasi Visual pikiran saat mencermati materi.
2. Gaya Belajar Auditorial, ciri-cirinya adalah :
a. Sering berbicara dengan dirinya sendiri saat belajar.
b. Mudah terganggu oleh keributan
c. menggerakkan bibir dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
d. senang mendengarkan dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
e. mampu mengulangi dan menirukan nada dan suara
f. kesulitan dalam menulis tetapi pandai bercerita
g. berbicara dengan irama yang terpola
h. biasanya merupakan pembicara fasih
i. Lebih suka musik dan belajar sambil mendengarkan musik.
j. belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan
k. suka berbicara, berdiskusi, dan menjelaskan susuatu dengan panjang lebar
l. Kesulitan dalam pekerjaan yang melibatkan Visualisasi
m. Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
n. lebih suka gurouan lisan dari pada cerita lucu dari komik
Saran bagi pembelajar Auditorial : (1) saat membaca materi suarakan materi tersebut dalam hati untuk mengingatnya, (2) gunakan kaset rekaman saat guru menerangkan di kelas agar dapat diputar kembali di rumah. (3) belajar bersama dengan cara berdiskusi atau tanya jawab. (4) saat belajar, luangkan waktu untuk melakukan diskusi internal tentang materi yang diberikan, dan (5) konsentrasikan saja pada penjelasan guru karena pembelajar ini cocok dengan metode ceramah.
3. Gaya Belajar Kinestetik Ciri-cirinya adalah :
a. Berbicara dengan perlahan
b. menanggapi perhatian pisik
c. menyentuh orang untuk menarik perhatian mereka
d. berdiri dekat ketika berbicara dengan orang
e. berorientasi pada fisik dan senang bergerak
f. belajar melalui praktek
g. menghafal dengan cara berjalan dan melihat-lihat
h. menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
i. banyak menggunakan isyarat tubuh
j. tidak dapat duduk dalam waktu lama
k. menggunakan kata-kata yang mengandung arti
l. membaca dengan menyertakan gerakan fisik sesuai dengan isi cerita
m. kemungkinan tulisannya jelek
n. selalu ingin mempraktekkan segala sesuatu
o. suka permainan yang menyibukkan
Saran bagi pembelajar Kinestetik : (1) tempatkan diri di lingkungan yang lebih aktif, materi yang didiskusikan dengan disertai simulasi lebih mudah diserap dengan baik. (2) tandai materi yang penting dengan stabilo warna, (3) buatlah catatan peta yaitu catatan yang disertai gambar sehingga selama pembelajaran kegiatan kinestetik terus berlangsung, dan (4) pergerakkan atau praktekkan materi yang dipelajari.
Dari ketiga gaya belajar di atas, tentu salah satunya ada yang sesuai dengan gaya belajar Anda. Dan untuk mengetahui gaya belajar yang Anda punyai apakah anda telah melakukan hal-hal yang disarankannya ?......
Selasa, 02 Maret 2010
CARA MENGHINDARI DAN MENGENDALIKAN KONFLIK
Bergaul dengan teman-teman dapat menambah wawasan hidup. Kita senang melakukan kegiatan bersama-sama, bermain, bercengkerama, bersenda gurau, dan bentuk-bentuk permainan yang lainnya. Kalau kita sedang bermain bersama-sama suka muncul ide-ide untuk melakukan sesuatu. Biasanya ide itu datang dari pengalaman salah seorang atau keinginan bersama untuk mencoba melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukannya. Sumber ide bias berasal dari lingkungan sekitar atau dari keinginan menirukan perbuatan yang dilakukan oleh orang yang menjadi idola kita.
Contohnya : di lingkungan sekitar tempat tinggal kita orang dewasa merokok sudah dianggap bukan pekerjaan yang menyimpang, karena selain harganya terjangkau, rokok dapat dibeli di warung atau tokoh dengan mudah dan tersedia di mana-mana di seluruh pelosok. Apabila diantara kelompok bermain anda ada salah seorang atau lebih yang sudah pernah mencoba maka ia berusaha mengajak teman-temannya untuk melakukan hal yang sama. Bagaimanakah dengan kelompok bermain anda ?
Berikut ini beberapa contoh yang mengambarkan ajakan dan tekanan kelompok yang menyebabkan terjadinya konflik, yaitu :
1. Pada waktu pulang sekolah sambil menunggu angkot Sonny ditawari dan didesak untuk merokok oleh teman-temannya. Sonny menolak dengan alasan takut dimarahi oleh guru dan orang tuanya, dan teman-temannya mengejek, dijuluki banci, pengecut, tidak jantan, tidak solider, atau anak mami. Sonny merasa bingung, jika menolak ajakan teman-temannya ia akan dikucilkan, merasa tidak punya harga diri, serta ingin membuktikan bahwa kalau mau iapun bias berbuat seperti itu. Jika menuruti ajakan teman-temannya ia khawatir ketahuan guru sehingga bias dijatuhi sanksi oleh sekolah. Bagitu juga kalau ketahuan ayahnya, pasti akan marah dan tidak akan diberi uang jajan dan dianggap sebagai anak yang kurang baik.
2. Sartika bersama teman-temannya paling senang makan bakso. Pada hari ulang tahunnya Tika yang ke-17 orang tuanya tidak dapat menyelenggarakan pesta ulang tahun tersebut karena sedang tidak punya uang lebih. Tika diejek oleh teman-temannya karena dianggap kempungan, tidak gaul, tidak menghormati hari kelahirannya, tidak menghargai datangnya sweet seventeen. Karena malu dengan ejekan teman-temanya itu, akhirnya Tika ingin merayakan hari ulang tahunnya dengan mentraktir bakso. Untuk melaksanakan niatnya itu Tika menggunakan uang bayaran sekolah (SPP) tanpa sepengatahuan orang tuanya.
Contohnya : di lingkungan sekitar tempat tinggal kita orang dewasa merokok sudah dianggap bukan pekerjaan yang menyimpang, karena selain harganya terjangkau, rokok dapat dibeli di warung atau tokoh dengan mudah dan tersedia di mana-mana di seluruh pelosok. Apabila diantara kelompok bermain anda ada salah seorang atau lebih yang sudah pernah mencoba maka ia berusaha mengajak teman-temannya untuk melakukan hal yang sama. Bagaimanakah dengan kelompok bermain anda ?
Berikut ini beberapa contoh yang mengambarkan ajakan dan tekanan kelompok yang menyebabkan terjadinya konflik, yaitu :
1. Pada waktu pulang sekolah sambil menunggu angkot Sonny ditawari dan didesak untuk merokok oleh teman-temannya. Sonny menolak dengan alasan takut dimarahi oleh guru dan orang tuanya, dan teman-temannya mengejek, dijuluki banci, pengecut, tidak jantan, tidak solider, atau anak mami. Sonny merasa bingung, jika menolak ajakan teman-temannya ia akan dikucilkan, merasa tidak punya harga diri, serta ingin membuktikan bahwa kalau mau iapun bias berbuat seperti itu. Jika menuruti ajakan teman-temannya ia khawatir ketahuan guru sehingga bias dijatuhi sanksi oleh sekolah. Bagitu juga kalau ketahuan ayahnya, pasti akan marah dan tidak akan diberi uang jajan dan dianggap sebagai anak yang kurang baik.
2. Sartika bersama teman-temannya paling senang makan bakso. Pada hari ulang tahunnya Tika yang ke-17 orang tuanya tidak dapat menyelenggarakan pesta ulang tahun tersebut karena sedang tidak punya uang lebih. Tika diejek oleh teman-temannya karena dianggap kempungan, tidak gaul, tidak menghormati hari kelahirannya, tidak menghargai datangnya sweet seventeen. Karena malu dengan ejekan teman-temanya itu, akhirnya Tika ingin merayakan hari ulang tahunnya dengan mentraktir bakso. Untuk melaksanakan niatnya itu Tika menggunakan uang bayaran sekolah (SPP) tanpa sepengatahuan orang tuanya.
Rabu, 06 Januari 2010
SEBAB-SEBAB KEGAGALAN DALAM MENGIKUTI TES
Berdasarkan hasil pengalaman dan data yang ada bahwa kegagalan dalam mengembangkan karir pendidikan, antara lain disebabkan oleh kegagalan dalam mengikuti tes. Tidak sedikit calon-calon mahasiswa PTN yang gagal diterima di Perguruan Tinggi pilihannya hanya karena kegagalan dalam mengerjakan soal-soal tes masuk perguruan tinggi. Apabila diteliti mereka itu sebenarnya mampu menjawab semua soal tes tersebut, tetapi karena tidak terlatih atau karena kesalahan dalam mengisi jawaban, atau menghitamkan jawaban kompuiter, misalnya, maka ia terpaksa jatuh dalam tes tersebut.Lebih-lebih dewasa ini sistem tes telah mengalami perubahan prosedur, yakni dengan penerapan sistem kompuiter dalam mengoreksi hasil tes masuk perguruan tinggi. bahkan UN/US untuk siswa SMA juga sama. Lebih-lebih lagi untuk calon mahasiswa yang tidak siap tes atau yang prestasi belajarnya ketika di SMA kurang baik, tentu saja akan kalah bersaing dengan calon-calon mahasiswa yang telah siap berkat kebiasaan belajarnya yang efektif ketika di SMA.
Kegagalan mengikuti tes itu sering pula melanda para pelajar SMA, baik ketika mengikuti tes harian, Sumatif, akhir tahun maupun UN/US. Kegagalan itu umumnya di sebabkan oleh ketidaksiapan atau kurang siapnya para siswa akibat cara belajar yang asal-asalan sebelum menghadapi tes dari para gurunya.Kegagalan itu juga disebabkan kurang bersungguh-sungguhnya dalam mengerjakan soal tes yang dihadapinya, seperti tulisan tidak rapi dan tidak jelas, salah menafsirkan soal tes atau sikap tidak teliti dan terburu-buru dalam mengerjakan soal tes.
Secara lebih rinci berikut ini akan digambarkan sebab-sebab kegagalan dalam mengikuti tes dari sebagian besar pelajar kita, antara lain sebagai berikut :
1. Akibat cara belajar yang salah, tidak tuntas, asal-asalan, dan tidak efektif,
baik disekolah maupun di rumah
2. Akibat cara mengerjakan soal tes tidak tenang, tidak teliti dan terburu-buru
3. Akibat salah menafsirkan atau menginterprestasikan isi soal tes, sehingga
jawabannya tidak tepat
4. Akibat ketidaksiapan atau kurang siap dalam menghadapi setiap tes yang diadakan
guru di sekolah.
5. Akibat kurang percaya diri, ragu-ragu dan kebiasaan menyontek ketika mengerjakan
soal tes yang diberikan guru di sekolah.
Kegagalan mengikuti tes itu sering pula melanda para pelajar SMA, baik ketika mengikuti tes harian, Sumatif, akhir tahun maupun UN/US. Kegagalan itu umumnya di sebabkan oleh ketidaksiapan atau kurang siapnya para siswa akibat cara belajar yang asal-asalan sebelum menghadapi tes dari para gurunya.Kegagalan itu juga disebabkan kurang bersungguh-sungguhnya dalam mengerjakan soal tes yang dihadapinya, seperti tulisan tidak rapi dan tidak jelas, salah menafsirkan soal tes atau sikap tidak teliti dan terburu-buru dalam mengerjakan soal tes.
Secara lebih rinci berikut ini akan digambarkan sebab-sebab kegagalan dalam mengikuti tes dari sebagian besar pelajar kita, antara lain sebagai berikut :
1. Akibat cara belajar yang salah, tidak tuntas, asal-asalan, dan tidak efektif,
baik disekolah maupun di rumah
2. Akibat cara mengerjakan soal tes tidak tenang, tidak teliti dan terburu-buru
3. Akibat salah menafsirkan atau menginterprestasikan isi soal tes, sehingga
jawabannya tidak tepat
4. Akibat ketidaksiapan atau kurang siap dalam menghadapi setiap tes yang diadakan
guru di sekolah.
5. Akibat kurang percaya diri, ragu-ragu dan kebiasaan menyontek ketika mengerjakan
soal tes yang diberikan guru di sekolah.
Minggu, 13 Desember 2009
PERASAAN SETELAH ULANGAN
Ulangan sudah selesai........,
Perasaan yang timbul pada orang yang sudah melakukan tes adalah :Lega......, Takut......., kecewa............., atau puas........
LEGA
Orang yang hatinya lega setelah ulangan atau tes karena merasa beban sudah menjadi ringan. Stres sudah lewat, artinya hari-hari menghadap buku dan hapalan sudah selesai.
Sekarang tidak ada lagi larangan orang tua untuk jalan-jalan, main internet, SMS-an atau hal-hal yg membuat belajar terganggu.
TAKUT
Takut datang pada orang yang sudah melaksanakan ulangan atau tes karena merasai pada saat ulangan tidak melakukan persiapan yang baik, atau tidak belajar, Sehingga rasa takut datang ....., takut nilai rendah, takut tidak naik kelas, takut tidak lulus atau takut gagal lagi..........
KECEWA
Mengapa kecewa?????, karena orang itu sudah dapat memprediksikan hasil ulangan atau tesnya tidak baik. Hal ini mungkin disebabkan tidak siap, atau dalam melakukan tes kesehatan terganggu, Apa yang sudah dipelajari tidak dapat diingat karena sakit....
PUAS
Nah...., ini yang diharapkan....., orang yang merasa puas setelah ulangan atau tes dikarenakan dia Optimis dia pasti berhasil....., Hal ini ditunjang oleh persiapan yang baik, proses tesnya juga lancar dan merasa yakin bahwa hasil yang didapatnya pasti memuaskan.........
Perasaan yang timbul pada orang yang sudah melakukan tes adalah :Lega......, Takut......., kecewa............., atau puas........
LEGA
Orang yang hatinya lega setelah ulangan atau tes karena merasa beban sudah menjadi ringan. Stres sudah lewat, artinya hari-hari menghadap buku dan hapalan sudah selesai.
Sekarang tidak ada lagi larangan orang tua untuk jalan-jalan, main internet, SMS-an atau hal-hal yg membuat belajar terganggu.
TAKUT
Takut datang pada orang yang sudah melaksanakan ulangan atau tes karena merasai pada saat ulangan tidak melakukan persiapan yang baik, atau tidak belajar, Sehingga rasa takut datang ....., takut nilai rendah, takut tidak naik kelas, takut tidak lulus atau takut gagal lagi..........
KECEWA
Mengapa kecewa?????, karena orang itu sudah dapat memprediksikan hasil ulangan atau tesnya tidak baik. Hal ini mungkin disebabkan tidak siap, atau dalam melakukan tes kesehatan terganggu, Apa yang sudah dipelajari tidak dapat diingat karena sakit....
PUAS
Nah...., ini yang diharapkan....., orang yang merasa puas setelah ulangan atau tes dikarenakan dia Optimis dia pasti berhasil....., Hal ini ditunjang oleh persiapan yang baik, proses tesnya juga lancar dan merasa yakin bahwa hasil yang didapatnya pasti memuaskan.........
Minggu, 06 Desember 2009
Menyontek saat Ulangan
Selamat menempuh ulangan semester....., Semua siswa SMA N.6 Pontianak sedang berjuang untuk meningkatkan nilai rapornya di semester ganjil ini. Ayo ... semangat.... dan semoga sukses!!!!!!
Masalah yang sering muncul pada saat-saat ulangan umum ini biasanya adalah MENYONTEK...
Niat itu muncul pada saat tidak ada jalan lain untuk menjawab pertanyaan soal, akhirnya.....MENYONTEK, Atau kadang timbul sebelum ulangan hal ini di sebabkan karena tidak bisa menggunakan sistem kebut semalam dan akhirnya membuat catatan kecil sebagai persiapan menyontek.
Apasih menyontek itu????
Kata lain menyontek adalah ngepek,,,,, mengkopy,,,,, atau menyiplak.
Dalam ulangan umum menyontek adalah mencari jawaban dari beberapa sumber yang bisa membantunya untuk memberi jawaban. Misalnya dari buku paket, buku catatan,catatan kecil, SMS teman atau melihat jawaban teman
Boleh Ndak Sih......?????
Yah pasti tidak boleh....., bisa dikatakan itu perbuatan dosa. Menipu guru yang mengoreksi, menipu orang tua dan menipu diri sendiri.....
Bagaimana menghindarinya?????
Untuk menghindarinya :
1. Belajarlah di rumah dengan persiapan maksimal, jangan kebut semalam.
2. Percaya diri
3. Konsentrasi, jangan terganggu dengan panggilan teman
4. Punya prinsip bahwa "baik buruknya hasil adalah bentuk kejujuranku"
5. Berpikir bahwa ada pengawas yang lebih hebat dari pengawas di depan kelas, yaitu
ALLAH.....
SEMOGA DENGAN TULISAN INI SISWAKU MENJADI SADAR UNTUK TIDAK NYONTEK LAGI.....
Masalah yang sering muncul pada saat-saat ulangan umum ini biasanya adalah MENYONTEK...
Niat itu muncul pada saat tidak ada jalan lain untuk menjawab pertanyaan soal, akhirnya.....MENYONTEK, Atau kadang timbul sebelum ulangan hal ini di sebabkan karena tidak bisa menggunakan sistem kebut semalam dan akhirnya membuat catatan kecil sebagai persiapan menyontek.
Apasih menyontek itu????
Kata lain menyontek adalah ngepek,,,,, mengkopy,,,,, atau menyiplak.
Dalam ulangan umum menyontek adalah mencari jawaban dari beberapa sumber yang bisa membantunya untuk memberi jawaban. Misalnya dari buku paket, buku catatan,catatan kecil, SMS teman atau melihat jawaban teman
Boleh Ndak Sih......?????
Yah pasti tidak boleh....., bisa dikatakan itu perbuatan dosa. Menipu guru yang mengoreksi, menipu orang tua dan menipu diri sendiri.....
Bagaimana menghindarinya?????
Untuk menghindarinya :
1. Belajarlah di rumah dengan persiapan maksimal, jangan kebut semalam.
2. Percaya diri
3. Konsentrasi, jangan terganggu dengan panggilan teman
4. Punya prinsip bahwa "baik buruknya hasil adalah bentuk kejujuranku"
5. Berpikir bahwa ada pengawas yang lebih hebat dari pengawas di depan kelas, yaitu
ALLAH.....
SEMOGA DENGAN TULISAN INI SISWAKU MENJADI SADAR UNTUK TIDAK NYONTEK LAGI.....
Langganan:
Postingan (Atom)