Menjadikan siswa berkembang sesuai dengan tugas perkembangannya sehingga memiliki kemampuan yang optimal
Sabtu, 06 Maret 2010
Jumat, 05 Maret 2010
MENGENAL GAYA BELAJAR
Belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku. Perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk.Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui latihan dan pengalaman.maka perubahan yang disebabkan oleh pertumbuhan atau kematangan tidak dianggap sebagai hasil belajar.
Ciri-ciri orang yang telah melakukan perbuatan belajar secara sederhana adalah :
1. Orang yang tadinya tidak tahu menjadi tahu
2. Orang yang tadinya tidak bisa menjadi bisa
3. Orang yang tadinya tidak mengerti menjadi mengerti
Untuk dapat mencapai tiga ciri orang yang telah melakukan kegiatan belajar, masing-masing orang mempunyai gaya yang berbeda-beda sesuai dengan kebiasaan dan seleranya. Ada tiga gaya belajar yang masing-masing memiliki ciri yang berbeda. Dengan memahami gaya belajar, maka Anda memiliki ciri yang berbeda. Dengan memahami gaya belajar, maka anda diharapkan dapat menentukan langkah-langkah untuk belajar lebih cepat dan mudah sesuai dengan kondisi masing-masing. Di bawah ini akan dijabarkan tiga gaya belajar tersebut, yaitu :
1. Gaya Belajar Visual
a. Rapi dan teratur
b. berbicara dengan cepat
c. perencana dan pengatur jangka panjang yang baik
d. teliti dan mendetil
e. mementingkan penampilan dan tulisan
f. pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka
g. mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar
h. mengingat dengan asosiasi Verbal
i. biasanya tidak terganggu oleh keributan
j. mengalami kesulitan mengingat instruksi verbal
k. pembaca cepat dan tekun
l. mencoret-coret tanpa arti ketika menerima telepon atau selama mengikuti pelajaran
m. sering lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain
n. menjawab pertanyaan dengan singkat
o. Lebih suka berdemonstrasi dari pada pidato
p. Lebih suka seni lukis, drama, tarian dan sejenisnya dari pada musik
q. Seringkali tahu apa yang harus dilakukan tetapi tidak pandai memilih kata-kata.
Saran bagi pembelajar Visual : (1) Gunakan pena dan kertas untuk membantu mengingat materi yang diterangkan guru. (2) buatlah sketsa berupa diagram atau gambar-gambar dari apa yang dipelajari, (3) Warnai teks yang penting saat membaca dengan stabilo berwarna cerah, dan (4) Gunakan imajinasi Visual pikiran saat mencermati materi.
2. Gaya Belajar Auditorial, ciri-cirinya adalah :
a. Sering berbicara dengan dirinya sendiri saat belajar.
b. Mudah terganggu oleh keributan
c. menggerakkan bibir dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
d. senang mendengarkan dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
e. mampu mengulangi dan menirukan nada dan suara
f. kesulitan dalam menulis tetapi pandai bercerita
g. berbicara dengan irama yang terpola
h. biasanya merupakan pembicara fasih
i. Lebih suka musik dan belajar sambil mendengarkan musik.
j. belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan
k. suka berbicara, berdiskusi, dan menjelaskan susuatu dengan panjang lebar
l. Kesulitan dalam pekerjaan yang melibatkan Visualisasi
m. Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
n. lebih suka gurouan lisan dari pada cerita lucu dari komik
Saran bagi pembelajar Auditorial : (1) saat membaca materi suarakan materi tersebut dalam hati untuk mengingatnya, (2) gunakan kaset rekaman saat guru menerangkan di kelas agar dapat diputar kembali di rumah. (3) belajar bersama dengan cara berdiskusi atau tanya jawab. (4) saat belajar, luangkan waktu untuk melakukan diskusi internal tentang materi yang diberikan, dan (5) konsentrasikan saja pada penjelasan guru karena pembelajar ini cocok dengan metode ceramah.
3. Gaya Belajar Kinestetik Ciri-cirinya adalah :
a. Berbicara dengan perlahan
b. menanggapi perhatian pisik
c. menyentuh orang untuk menarik perhatian mereka
d. berdiri dekat ketika berbicara dengan orang
e. berorientasi pada fisik dan senang bergerak
f. belajar melalui praktek
g. menghafal dengan cara berjalan dan melihat-lihat
h. menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
i. banyak menggunakan isyarat tubuh
j. tidak dapat duduk dalam waktu lama
k. menggunakan kata-kata yang mengandung arti
l. membaca dengan menyertakan gerakan fisik sesuai dengan isi cerita
m. kemungkinan tulisannya jelek
n. selalu ingin mempraktekkan segala sesuatu
o. suka permainan yang menyibukkan
Saran bagi pembelajar Kinestetik : (1) tempatkan diri di lingkungan yang lebih aktif, materi yang didiskusikan dengan disertai simulasi lebih mudah diserap dengan baik. (2) tandai materi yang penting dengan stabilo warna, (3) buatlah catatan peta yaitu catatan yang disertai gambar sehingga selama pembelajaran kegiatan kinestetik terus berlangsung, dan (4) pergerakkan atau praktekkan materi yang dipelajari.
Dari ketiga gaya belajar di atas, tentu salah satunya ada yang sesuai dengan gaya belajar Anda. Dan untuk mengetahui gaya belajar yang Anda punyai apakah anda telah melakukan hal-hal yang disarankannya ?......
Ciri-ciri orang yang telah melakukan perbuatan belajar secara sederhana adalah :
1. Orang yang tadinya tidak tahu menjadi tahu
2. Orang yang tadinya tidak bisa menjadi bisa
3. Orang yang tadinya tidak mengerti menjadi mengerti
Untuk dapat mencapai tiga ciri orang yang telah melakukan kegiatan belajar, masing-masing orang mempunyai gaya yang berbeda-beda sesuai dengan kebiasaan dan seleranya. Ada tiga gaya belajar yang masing-masing memiliki ciri yang berbeda. Dengan memahami gaya belajar, maka Anda memiliki ciri yang berbeda. Dengan memahami gaya belajar, maka anda diharapkan dapat menentukan langkah-langkah untuk belajar lebih cepat dan mudah sesuai dengan kondisi masing-masing. Di bawah ini akan dijabarkan tiga gaya belajar tersebut, yaitu :
1. Gaya Belajar Visual
a. Rapi dan teratur
b. berbicara dengan cepat
c. perencana dan pengatur jangka panjang yang baik
d. teliti dan mendetil
e. mementingkan penampilan dan tulisan
f. pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka
g. mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar
h. mengingat dengan asosiasi Verbal
i. biasanya tidak terganggu oleh keributan
j. mengalami kesulitan mengingat instruksi verbal
k. pembaca cepat dan tekun
l. mencoret-coret tanpa arti ketika menerima telepon atau selama mengikuti pelajaran
m. sering lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain
n. menjawab pertanyaan dengan singkat
o. Lebih suka berdemonstrasi dari pada pidato
p. Lebih suka seni lukis, drama, tarian dan sejenisnya dari pada musik
q. Seringkali tahu apa yang harus dilakukan tetapi tidak pandai memilih kata-kata.
Saran bagi pembelajar Visual : (1) Gunakan pena dan kertas untuk membantu mengingat materi yang diterangkan guru. (2) buatlah sketsa berupa diagram atau gambar-gambar dari apa yang dipelajari, (3) Warnai teks yang penting saat membaca dengan stabilo berwarna cerah, dan (4) Gunakan imajinasi Visual pikiran saat mencermati materi.
2. Gaya Belajar Auditorial, ciri-cirinya adalah :
a. Sering berbicara dengan dirinya sendiri saat belajar.
b. Mudah terganggu oleh keributan
c. menggerakkan bibir dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
d. senang mendengarkan dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
e. mampu mengulangi dan menirukan nada dan suara
f. kesulitan dalam menulis tetapi pandai bercerita
g. berbicara dengan irama yang terpola
h. biasanya merupakan pembicara fasih
i. Lebih suka musik dan belajar sambil mendengarkan musik.
j. belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan
k. suka berbicara, berdiskusi, dan menjelaskan susuatu dengan panjang lebar
l. Kesulitan dalam pekerjaan yang melibatkan Visualisasi
m. Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
n. lebih suka gurouan lisan dari pada cerita lucu dari komik
Saran bagi pembelajar Auditorial : (1) saat membaca materi suarakan materi tersebut dalam hati untuk mengingatnya, (2) gunakan kaset rekaman saat guru menerangkan di kelas agar dapat diputar kembali di rumah. (3) belajar bersama dengan cara berdiskusi atau tanya jawab. (4) saat belajar, luangkan waktu untuk melakukan diskusi internal tentang materi yang diberikan, dan (5) konsentrasikan saja pada penjelasan guru karena pembelajar ini cocok dengan metode ceramah.
3. Gaya Belajar Kinestetik Ciri-cirinya adalah :
a. Berbicara dengan perlahan
b. menanggapi perhatian pisik
c. menyentuh orang untuk menarik perhatian mereka
d. berdiri dekat ketika berbicara dengan orang
e. berorientasi pada fisik dan senang bergerak
f. belajar melalui praktek
g. menghafal dengan cara berjalan dan melihat-lihat
h. menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
i. banyak menggunakan isyarat tubuh
j. tidak dapat duduk dalam waktu lama
k. menggunakan kata-kata yang mengandung arti
l. membaca dengan menyertakan gerakan fisik sesuai dengan isi cerita
m. kemungkinan tulisannya jelek
n. selalu ingin mempraktekkan segala sesuatu
o. suka permainan yang menyibukkan
Saran bagi pembelajar Kinestetik : (1) tempatkan diri di lingkungan yang lebih aktif, materi yang didiskusikan dengan disertai simulasi lebih mudah diserap dengan baik. (2) tandai materi yang penting dengan stabilo warna, (3) buatlah catatan peta yaitu catatan yang disertai gambar sehingga selama pembelajaran kegiatan kinestetik terus berlangsung, dan (4) pergerakkan atau praktekkan materi yang dipelajari.
Dari ketiga gaya belajar di atas, tentu salah satunya ada yang sesuai dengan gaya belajar Anda. Dan untuk mengetahui gaya belajar yang Anda punyai apakah anda telah melakukan hal-hal yang disarankannya ?......
Selasa, 02 Maret 2010
CARA MENGHINDARI DAN MENGENDALIKAN KONFLIK
Bergaul dengan teman-teman dapat menambah wawasan hidup. Kita senang melakukan kegiatan bersama-sama, bermain, bercengkerama, bersenda gurau, dan bentuk-bentuk permainan yang lainnya. Kalau kita sedang bermain bersama-sama suka muncul ide-ide untuk melakukan sesuatu. Biasanya ide itu datang dari pengalaman salah seorang atau keinginan bersama untuk mencoba melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukannya. Sumber ide bias berasal dari lingkungan sekitar atau dari keinginan menirukan perbuatan yang dilakukan oleh orang yang menjadi idola kita.
Contohnya : di lingkungan sekitar tempat tinggal kita orang dewasa merokok sudah dianggap bukan pekerjaan yang menyimpang, karena selain harganya terjangkau, rokok dapat dibeli di warung atau tokoh dengan mudah dan tersedia di mana-mana di seluruh pelosok. Apabila diantara kelompok bermain anda ada salah seorang atau lebih yang sudah pernah mencoba maka ia berusaha mengajak teman-temannya untuk melakukan hal yang sama. Bagaimanakah dengan kelompok bermain anda ?
Berikut ini beberapa contoh yang mengambarkan ajakan dan tekanan kelompok yang menyebabkan terjadinya konflik, yaitu :
1. Pada waktu pulang sekolah sambil menunggu angkot Sonny ditawari dan didesak untuk merokok oleh teman-temannya. Sonny menolak dengan alasan takut dimarahi oleh guru dan orang tuanya, dan teman-temannya mengejek, dijuluki banci, pengecut, tidak jantan, tidak solider, atau anak mami. Sonny merasa bingung, jika menolak ajakan teman-temannya ia akan dikucilkan, merasa tidak punya harga diri, serta ingin membuktikan bahwa kalau mau iapun bias berbuat seperti itu. Jika menuruti ajakan teman-temannya ia khawatir ketahuan guru sehingga bias dijatuhi sanksi oleh sekolah. Bagitu juga kalau ketahuan ayahnya, pasti akan marah dan tidak akan diberi uang jajan dan dianggap sebagai anak yang kurang baik.
2. Sartika bersama teman-temannya paling senang makan bakso. Pada hari ulang tahunnya Tika yang ke-17 orang tuanya tidak dapat menyelenggarakan pesta ulang tahun tersebut karena sedang tidak punya uang lebih. Tika diejek oleh teman-temannya karena dianggap kempungan, tidak gaul, tidak menghormati hari kelahirannya, tidak menghargai datangnya sweet seventeen. Karena malu dengan ejekan teman-temanya itu, akhirnya Tika ingin merayakan hari ulang tahunnya dengan mentraktir bakso. Untuk melaksanakan niatnya itu Tika menggunakan uang bayaran sekolah (SPP) tanpa sepengatahuan orang tuanya.
Contohnya : di lingkungan sekitar tempat tinggal kita orang dewasa merokok sudah dianggap bukan pekerjaan yang menyimpang, karena selain harganya terjangkau, rokok dapat dibeli di warung atau tokoh dengan mudah dan tersedia di mana-mana di seluruh pelosok. Apabila diantara kelompok bermain anda ada salah seorang atau lebih yang sudah pernah mencoba maka ia berusaha mengajak teman-temannya untuk melakukan hal yang sama. Bagaimanakah dengan kelompok bermain anda ?
Berikut ini beberapa contoh yang mengambarkan ajakan dan tekanan kelompok yang menyebabkan terjadinya konflik, yaitu :
1. Pada waktu pulang sekolah sambil menunggu angkot Sonny ditawari dan didesak untuk merokok oleh teman-temannya. Sonny menolak dengan alasan takut dimarahi oleh guru dan orang tuanya, dan teman-temannya mengejek, dijuluki banci, pengecut, tidak jantan, tidak solider, atau anak mami. Sonny merasa bingung, jika menolak ajakan teman-temannya ia akan dikucilkan, merasa tidak punya harga diri, serta ingin membuktikan bahwa kalau mau iapun bias berbuat seperti itu. Jika menuruti ajakan teman-temannya ia khawatir ketahuan guru sehingga bias dijatuhi sanksi oleh sekolah. Bagitu juga kalau ketahuan ayahnya, pasti akan marah dan tidak akan diberi uang jajan dan dianggap sebagai anak yang kurang baik.
2. Sartika bersama teman-temannya paling senang makan bakso. Pada hari ulang tahunnya Tika yang ke-17 orang tuanya tidak dapat menyelenggarakan pesta ulang tahun tersebut karena sedang tidak punya uang lebih. Tika diejek oleh teman-temannya karena dianggap kempungan, tidak gaul, tidak menghormati hari kelahirannya, tidak menghargai datangnya sweet seventeen. Karena malu dengan ejekan teman-temanya itu, akhirnya Tika ingin merayakan hari ulang tahunnya dengan mentraktir bakso. Untuk melaksanakan niatnya itu Tika menggunakan uang bayaran sekolah (SPP) tanpa sepengatahuan orang tuanya.
Rabu, 06 Januari 2010
SEBAB-SEBAB KEGAGALAN DALAM MENGIKUTI TES
Berdasarkan hasil pengalaman dan data yang ada bahwa kegagalan dalam mengembangkan karir pendidikan, antara lain disebabkan oleh kegagalan dalam mengikuti tes. Tidak sedikit calon-calon mahasiswa PTN yang gagal diterima di Perguruan Tinggi pilihannya hanya karena kegagalan dalam mengerjakan soal-soal tes masuk perguruan tinggi. Apabila diteliti mereka itu sebenarnya mampu menjawab semua soal tes tersebut, tetapi karena tidak terlatih atau karena kesalahan dalam mengisi jawaban, atau menghitamkan jawaban kompuiter, misalnya, maka ia terpaksa jatuh dalam tes tersebut.Lebih-lebih dewasa ini sistem tes telah mengalami perubahan prosedur, yakni dengan penerapan sistem kompuiter dalam mengoreksi hasil tes masuk perguruan tinggi. bahkan UN/US untuk siswa SMA juga sama. Lebih-lebih lagi untuk calon mahasiswa yang tidak siap tes atau yang prestasi belajarnya ketika di SMA kurang baik, tentu saja akan kalah bersaing dengan calon-calon mahasiswa yang telah siap berkat kebiasaan belajarnya yang efektif ketika di SMA.
Kegagalan mengikuti tes itu sering pula melanda para pelajar SMA, baik ketika mengikuti tes harian, Sumatif, akhir tahun maupun UN/US. Kegagalan itu umumnya di sebabkan oleh ketidaksiapan atau kurang siapnya para siswa akibat cara belajar yang asal-asalan sebelum menghadapi tes dari para gurunya.Kegagalan itu juga disebabkan kurang bersungguh-sungguhnya dalam mengerjakan soal tes yang dihadapinya, seperti tulisan tidak rapi dan tidak jelas, salah menafsirkan soal tes atau sikap tidak teliti dan terburu-buru dalam mengerjakan soal tes.
Secara lebih rinci berikut ini akan digambarkan sebab-sebab kegagalan dalam mengikuti tes dari sebagian besar pelajar kita, antara lain sebagai berikut :
1. Akibat cara belajar yang salah, tidak tuntas, asal-asalan, dan tidak efektif,
baik disekolah maupun di rumah
2. Akibat cara mengerjakan soal tes tidak tenang, tidak teliti dan terburu-buru
3. Akibat salah menafsirkan atau menginterprestasikan isi soal tes, sehingga
jawabannya tidak tepat
4. Akibat ketidaksiapan atau kurang siap dalam menghadapi setiap tes yang diadakan
guru di sekolah.
5. Akibat kurang percaya diri, ragu-ragu dan kebiasaan menyontek ketika mengerjakan
soal tes yang diberikan guru di sekolah.
Kegagalan mengikuti tes itu sering pula melanda para pelajar SMA, baik ketika mengikuti tes harian, Sumatif, akhir tahun maupun UN/US. Kegagalan itu umumnya di sebabkan oleh ketidaksiapan atau kurang siapnya para siswa akibat cara belajar yang asal-asalan sebelum menghadapi tes dari para gurunya.Kegagalan itu juga disebabkan kurang bersungguh-sungguhnya dalam mengerjakan soal tes yang dihadapinya, seperti tulisan tidak rapi dan tidak jelas, salah menafsirkan soal tes atau sikap tidak teliti dan terburu-buru dalam mengerjakan soal tes.
Secara lebih rinci berikut ini akan digambarkan sebab-sebab kegagalan dalam mengikuti tes dari sebagian besar pelajar kita, antara lain sebagai berikut :
1. Akibat cara belajar yang salah, tidak tuntas, asal-asalan, dan tidak efektif,
baik disekolah maupun di rumah
2. Akibat cara mengerjakan soal tes tidak tenang, tidak teliti dan terburu-buru
3. Akibat salah menafsirkan atau menginterprestasikan isi soal tes, sehingga
jawabannya tidak tepat
4. Akibat ketidaksiapan atau kurang siap dalam menghadapi setiap tes yang diadakan
guru di sekolah.
5. Akibat kurang percaya diri, ragu-ragu dan kebiasaan menyontek ketika mengerjakan
soal tes yang diberikan guru di sekolah.
Minggu, 13 Desember 2009
PERASAAN SETELAH ULANGAN
Ulangan sudah selesai........,
Perasaan yang timbul pada orang yang sudah melakukan tes adalah :Lega......, Takut......., kecewa............., atau puas........
LEGA
Orang yang hatinya lega setelah ulangan atau tes karena merasa beban sudah menjadi ringan. Stres sudah lewat, artinya hari-hari menghadap buku dan hapalan sudah selesai.
Sekarang tidak ada lagi larangan orang tua untuk jalan-jalan, main internet, SMS-an atau hal-hal yg membuat belajar terganggu.
TAKUT
Takut datang pada orang yang sudah melaksanakan ulangan atau tes karena merasai pada saat ulangan tidak melakukan persiapan yang baik, atau tidak belajar, Sehingga rasa takut datang ....., takut nilai rendah, takut tidak naik kelas, takut tidak lulus atau takut gagal lagi..........
KECEWA
Mengapa kecewa?????, karena orang itu sudah dapat memprediksikan hasil ulangan atau tesnya tidak baik. Hal ini mungkin disebabkan tidak siap, atau dalam melakukan tes kesehatan terganggu, Apa yang sudah dipelajari tidak dapat diingat karena sakit....
PUAS
Nah...., ini yang diharapkan....., orang yang merasa puas setelah ulangan atau tes dikarenakan dia Optimis dia pasti berhasil....., Hal ini ditunjang oleh persiapan yang baik, proses tesnya juga lancar dan merasa yakin bahwa hasil yang didapatnya pasti memuaskan.........
Perasaan yang timbul pada orang yang sudah melakukan tes adalah :Lega......, Takut......., kecewa............., atau puas........
LEGA
Orang yang hatinya lega setelah ulangan atau tes karena merasa beban sudah menjadi ringan. Stres sudah lewat, artinya hari-hari menghadap buku dan hapalan sudah selesai.
Sekarang tidak ada lagi larangan orang tua untuk jalan-jalan, main internet, SMS-an atau hal-hal yg membuat belajar terganggu.
TAKUT
Takut datang pada orang yang sudah melaksanakan ulangan atau tes karena merasai pada saat ulangan tidak melakukan persiapan yang baik, atau tidak belajar, Sehingga rasa takut datang ....., takut nilai rendah, takut tidak naik kelas, takut tidak lulus atau takut gagal lagi..........
KECEWA
Mengapa kecewa?????, karena orang itu sudah dapat memprediksikan hasil ulangan atau tesnya tidak baik. Hal ini mungkin disebabkan tidak siap, atau dalam melakukan tes kesehatan terganggu, Apa yang sudah dipelajari tidak dapat diingat karena sakit....
PUAS
Nah...., ini yang diharapkan....., orang yang merasa puas setelah ulangan atau tes dikarenakan dia Optimis dia pasti berhasil....., Hal ini ditunjang oleh persiapan yang baik, proses tesnya juga lancar dan merasa yakin bahwa hasil yang didapatnya pasti memuaskan.........
Minggu, 06 Desember 2009
Menyontek saat Ulangan
Selamat menempuh ulangan semester....., Semua siswa SMA N.6 Pontianak sedang berjuang untuk meningkatkan nilai rapornya di semester ganjil ini. Ayo ... semangat.... dan semoga sukses!!!!!!
Masalah yang sering muncul pada saat-saat ulangan umum ini biasanya adalah MENYONTEK...
Niat itu muncul pada saat tidak ada jalan lain untuk menjawab pertanyaan soal, akhirnya.....MENYONTEK, Atau kadang timbul sebelum ulangan hal ini di sebabkan karena tidak bisa menggunakan sistem kebut semalam dan akhirnya membuat catatan kecil sebagai persiapan menyontek.
Apasih menyontek itu????
Kata lain menyontek adalah ngepek,,,,, mengkopy,,,,, atau menyiplak.
Dalam ulangan umum menyontek adalah mencari jawaban dari beberapa sumber yang bisa membantunya untuk memberi jawaban. Misalnya dari buku paket, buku catatan,catatan kecil, SMS teman atau melihat jawaban teman
Boleh Ndak Sih......?????
Yah pasti tidak boleh....., bisa dikatakan itu perbuatan dosa. Menipu guru yang mengoreksi, menipu orang tua dan menipu diri sendiri.....
Bagaimana menghindarinya?????
Untuk menghindarinya :
1. Belajarlah di rumah dengan persiapan maksimal, jangan kebut semalam.
2. Percaya diri
3. Konsentrasi, jangan terganggu dengan panggilan teman
4. Punya prinsip bahwa "baik buruknya hasil adalah bentuk kejujuranku"
5. Berpikir bahwa ada pengawas yang lebih hebat dari pengawas di depan kelas, yaitu
ALLAH.....
SEMOGA DENGAN TULISAN INI SISWAKU MENJADI SADAR UNTUK TIDAK NYONTEK LAGI.....
Masalah yang sering muncul pada saat-saat ulangan umum ini biasanya adalah MENYONTEK...
Niat itu muncul pada saat tidak ada jalan lain untuk menjawab pertanyaan soal, akhirnya.....MENYONTEK, Atau kadang timbul sebelum ulangan hal ini di sebabkan karena tidak bisa menggunakan sistem kebut semalam dan akhirnya membuat catatan kecil sebagai persiapan menyontek.
Apasih menyontek itu????
Kata lain menyontek adalah ngepek,,,,, mengkopy,,,,, atau menyiplak.
Dalam ulangan umum menyontek adalah mencari jawaban dari beberapa sumber yang bisa membantunya untuk memberi jawaban. Misalnya dari buku paket, buku catatan,catatan kecil, SMS teman atau melihat jawaban teman
Boleh Ndak Sih......?????
Yah pasti tidak boleh....., bisa dikatakan itu perbuatan dosa. Menipu guru yang mengoreksi, menipu orang tua dan menipu diri sendiri.....
Bagaimana menghindarinya?????
Untuk menghindarinya :
1. Belajarlah di rumah dengan persiapan maksimal, jangan kebut semalam.
2. Percaya diri
3. Konsentrasi, jangan terganggu dengan panggilan teman
4. Punya prinsip bahwa "baik buruknya hasil adalah bentuk kejujuranku"
5. Berpikir bahwa ada pengawas yang lebih hebat dari pengawas di depan kelas, yaitu
ALLAH.....
SEMOGA DENGAN TULISAN INI SISWAKU MENJADI SADAR UNTUK TIDAK NYONTEK LAGI.....
Senin, 30 November 2009
MOTIVASI DARI IBU.........

Senin depan tanggal 7 Desember 2009 Siswa ku sudah akan menghadapi Ulangan Semester. Apa yang mereka lakukan yah????, Apakah masih asyik dengan Facebooknya atau mungkin masih asyik dengan sms-an...., Atau mungkin lagi asyik dengan kegiatan organisasi....
Ayo siswaku....., buka bukumu...., belajar. Walau sebenarnya sudah terlambat untuk membaca materi yang bertumpuk, tapi ndak apa... yang penting kamu mulai belajar dan kurangi waktumu untuk kegiatan yg tidak ada hubungannya dengan belajar....
Yang harus kamu lakukan :
1. Buat jadwal belajar selama 1 minggu ini (Satu hari usahakan 2 kali dgn waktu
maximal 2 jam)
2. Usahakan untuk tertib dalam melaksanakan jadwal tersebut.
3. Lengkapi semua catatan yang belum lengkap
4. Periksa dengan guru tugas apa yang belum kalian kerjakan
5. Buat ringkasan materi di kertas atau buku kecil agar kalian mudah membawanya
kemana-mana untuk dibaca dan di hapal.
6. Buat suasana kamarmu bersih, rapi dan segar...., agar kamu enak belajar.
7. jangan lupa berdoa
8. Jaga kesehatan
Yah...., hanya itu yang bisa ibu berikan untuk kalian...... SEMANGAT!!!1, SEMOGA SUKSES.
Langganan:
Postingan (Atom)