Selasa, 09 Agustus 2011

KETRAMPILAN KONSELING Untuk Meningkatkan Ke-profesional-an Guru Pembimbing


Banyak sekali keluhan guru Pembimbing tantang masalah yang harus dihadapi di dunia kerjanya. Pada umumnya mereka mengeluhkan tentang lingkungan sekolah yang kurang mendukung profesinya sebagai guru pembimbing.
Melihat dan mendengar itu, mari kita Intropeksi diri sebagai Guru Pembimbing. Cobalah untuk melihat diri kita, apa yang sudah kita lakukan di lingkungan kerja kita. Ilmu apa yang sudah kita sumbangkan untuk lingkungan kerja kita......
Perlahan-lahan....mari kita ciptakan dunia kerja kita yang menyenangkan. Lingkungan kerja yang mendukung kita dan Merangkul semua sahabat-sahabat dan teman-teman di sekolah untuk mendukung kerja kita.
Memang tidak semudah membalik telapak tangan...karena yang dihadapi adalah bermacam-macam karakter manusia.Untuk itu,mulailah mendekati orang yg lebih memahami apa itu BIMBINGAN KONSELING....dan perlahan-lahan memberikan pengenalan kepada mereka yang tidak mengerti tentang BIMBINGAN KONSELING. Namun tidak juga semudah itu untuk mendapatkan tujuan yang diinginkan.Masih ada juga guru-guru yang memandang negatif tentang BIMBINGAN KONSELING atau dengan Guru pembimbing.
Dengan satu tekat dan semangat...Mari kita bekerja secara profesional, sehingga segelintir orang-orang yang memandang negatif itu tidak menjadikan suatu hambatan kita dalam berkarir. Hadapi mereka dengan senyuman......
Untuk menjadikan kita bekerja profesional, kita perlu ilmu yang mendasar, terutama dalam melakukan layanan...oleh sebab itu izin kan saya menuliskan informasi tentang KETRAMPILAN KONSELING.
Tulisan ini saya copy dari http://fitrasoka.multiply.com
Baiklah, untuk melaksanakan teknik konseling dengan baik, kita perlu memiliki keterampilan mendengarkan dan mempelajari. Apaan tuh.....? Biar gak keriting, keterangan ilmiahnya ga perlu ya (padahal ga tau) .


1. Komunikasi non verbal
Komunikasi non verbal ini kira-kira adalah komunikasi yang gak pake kata-kata. Bisa dari penampilan kita, mimik muka, maupun gumaman gak jelas seperti "Mmm....", "Ooh...". Jenis komunikasi ini bisa memperlihatkan bahwa kita memperhatikan apa yang lawan bicara sedang bicarakan. Oke, ga terlalu banyak masalah, cukup ditambah cengar-cengir dikit, beres.....

Yang dijadikan catatan kemarin adalah mengusahakan kepala sama tinggi, misalnya lawan bicara duduk kita ikut duduk, beliau berdiri kita ikut berdiri. Tapi untuk ketinggian yang berhubungan dengan anatomi tubuh yang emang segitu-gitunya tentu tidak perlu dipaksakan, hehehe....

Selain itu adalah memberi perhatian, menyingkirkan penghalang (contohnya terlalu terpaku pada form isian di tangan misalnya, akan menghalangi komunikasi dengan lawan bicara). Lalu... menyediakan waktu, gak so' sibuk dan terburu-buru, sambil sedikit-sedikit liat jam misalnya. Serta melakukan sedikit sentuhan yang wajar. Untuk poin terakhir sempat dilakukan diskusi garing tentang "sentuhan". Rekan yang demo mempraktekkan sentuhan ringan di paha dekat lutut si pasien (dua-duanya perempuan), seorang teman yang lain komplen bahwa itu bukan sentuhan yang wajar buatnya. Akhirnya kami menyepakati bahwa sentuhan wajar yang bisa digunakan adalah sentuhan ringan di bahu saja, tidak di bagian tubuh yang lain . Kalau berlainan jenis lebih baik gak bersentuhan sama sekali daripada disangka ganjen.


2. Pertanyaan terbuka
Nah ini dia.... Ini pertanyaan yang bisa memancing banyak jawaban, yang tidak sekedar "ya" atau "tidak". Diharapkan dengan pertanyaan seperti ini si pasien/klien/siapapun bisa bercerita semua tentang permasalahannya yang sedang kita gali. Ini rada hese buat yang pernah belajar anamnesis seperti saya, yang terbiasa bertanya untuk mendapatkan jawaban-jawaban pendek dan jelas, to the point tea lah.

Kadang saya masih mikir, kenapa sih harus nanya dengan cara yang akan menghasilkan jawaban yang mungkin berputar-putar, kan mending kita tanya to the point? Hehe.... Tapi kayaknya sih karena pertanyaan terbuka dapat membuat dia bercerita boanyaaak, dan akan lebih nyaman buat dia (kalo kitanya ndengerin tentunya... ). Kalo pake gaya anamnesis gitu mungkin orang tersebut akan kurang terbuka. Padahal kita membutuhkan banyak data sensitif termasuk kondisi ekonomi, kondisi rumah, dukungan terhadap ibu dan laen-laen. Gitu meureun.....


3. Mengatakan kembali apa yang lawan bicara katakan.
Ini bermanfaat terutama untuk merespon kata-kata lawan bicara yang sebetulnya kurang tepat berdasar fakta. Kita tidak disarankan untuk menyetujui pendapat yang salah, tapi juga tidak boleh menunjukkan ketidaksetujuan karena akan membuat lawan bicara kurang nyaman. Tapi juga gak bisa diem aja karena akan keliatan gak responsif dong, hehe..... *Halah, ribet..*

Bagian sini juga rada hese, karena refleks kita biasanya langsung ingin menampik kata-kata yang salah. Misalnya... seorang ibu mengeluh anaknya sering menangis dan menganggap hal tersebut karena ASI-nya kurang. Bahkan untuk mengatakan : "Jangan khawatir Bu, anak ibu gak apa-apa kok.... ASI ibu pasti cukup," adalah respon yang kurang tepat. Hal tersebut akan membuat si ibu merasa kurang dipahami, tidak dipercaya, merasa tidak mampu, merasa perasaannya salah, dan lain-lain yang akan mengurangi rasa percaya dirinya, padahal percaya diri adalah kunci seorang ibu mampu menyusui.

Dengan demikian akan lebih aman jika kita sekedar melakukan pengulangan atas kalimatnya, misalnya begini,"Jadi menurut ibu, Anto (gunakan nama anaknya) sering menangis karena ASI ibu kurang?" Dengan begitu kita tidak mengiyakan, juga tidak melawan, tapi bahkan akan memancing si ibu bercerita lebih banyak. Responnya akan menjadi, "Iya.... soalnya... bla... bla... bla...." Nah, jadi tambah akrab kan....?


4. Berempati, menunjukkan bahwa kita mengerti bagaimana perasaannya.
Nyang ini juga sulit, hahaha.... Empati ini juga dapat dilakukan dengan pengulangan kata-kata si ibu. Misalnya si ibu bilang dirinya bingung, kita menimpali dengan "Ibu bingung ya...?" Pengulangan kata ini yang menurutku cukup mudah. Tapi tentunya terus-menerus melakukan pengulangan kata lawan bicara lama-lama bisa kelihatan menyebalkan, jadi daripada disambit pasien karena kita kayak membeo, mendingan kita belajar cara-cara lain untuk menunjukkan empati.


5. Menghindari kata-kata yang terdengar menilai/menghakimi.
Misalnya seorang ibu-ibu usia belasan tahun membawa anaknya yang berusia 3 bulan, si anak tampak kurus dan tidak sehat, si ibu membawa-bawa botol yang tampak kotor dengan susu yang sudah setengah basi di dalamnya. Dari berat badannya saja sudah kelihatan bahwa beratnya kurang, pemberian makannya salah, higienenya apalagi. Tapiii......... kita harus menahan diri untuk tidak menyalahkannya, bahkan untuk mengungkapkan fakta bahwa, "Waah, anak ibu beratnya kurang nih...."

Nah lo..., jadi diapain donk.... Akan saya tulis di artikel berikutnya yah, konseling (2) biar gak kepanjangan :-).

Agak beribet memang belajar konseling ini, seakan-akan membuat hal yang seharusnya gampang jadi susah, hehe.... Tenaga kesehatan yang ikut pelatihan ini biasanya agak kesulitan, ya karena sudah terbiasa to the point dan penuh instruksi tea lah. Rekan-rekan peserta pelatihan yang biasa pecicilan, waktu diminta mengemukakan pendapat dengan cara konseling bicaranya langsung jadi terbata-bata semua, karena pake mikirrr, hihi.... Belum biasa sih....

Jadi inget satu pengalaman berkaitan dengan ini, dulu waktu anak saya usia 7 bulan pernah kontrol ke dokter anak, terlihat bahwa berat anak saya kurang, waktu datang saat itu respon beliau cukup enak, saya pulang dan menjalankan instruksinya. Bulan depannya saya datang lagi, setelah ditimbang beratnya ternyata bisa naik, tapi... beliau berkomentar, "Naah, gitu dong, dikasih makan anaknya, harus rajin....".
Hmm... perasaan saya dulu tuh kayaknya yang, 'Eh... emang saya gak ngasih makan ya, emang saya males?' Hehe.... yang gitu-gitu deh. Bulan-bulan selanjutnya anakku susah makan lagi dan beratnya kayaknya gak nambah, tapi udah gak minat lagi tuh konsul ke dokter itu, takut dicela kalo ternyata beratnya gak naik lagi. Kayak gitu kali ya ilustrasi betapa pentingnya keterampilan konseling........ (bersambung)

Senin, 23 Mei 2011

"Redakan Amarahmu" Bagian.2


Kamu Membuat Kepalaku Serasa mau Pecah:TANDA-TANDA PERINGATAN AWAL
Banyak remaja yang meberitahu saya ketika marah, mereka kelepasan begitu saja dan meledak tanpa peringatan. Pengakuan ini sering sekali saya dengar.Terkadang para remaja menjadikan pembenaran atau perilaku mereka dan menghindar untuk mempertanggung jawabkan tindakan yang mereka lakukan. Sebenarnya,mereka seolah-olah sedang berkata, Bagaimana kamu bisa menyalahkanku atas apa yang telah kulakukan jika aku bisa mengendalikan diri sendiri ? Tapi jika alasan ini sepenuhnya benar, tidak akan ada harapan untuk berubah.Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, jika seseorang tidak pernah berada dalam posisi pengendalian, ia tidak pernah memiliki kendali.Agar bisa berubah, para remaja harus terlebih dahulu memahami bahwa mereka masih memegang kendali ketika mereka marah.Begitu menyadarinya, mereka harus belajar menaikkan tingkat kendali mereka sebelum kemarahan menguasai mereka. Para remaja dapat melakukannya dengan terus bersikap waspada terhadap tanda-tanda peringatan awal yang menandai adanya sebuah serangan kemarahan. Mengidentifikasi tanda-tanda ini akan membantu menahan amarah lebih awal, jauh sebelum meledak.
Ada banyak tanda yang mungkin mendahului sebuah serangan kemarahan, seperti otot tegang, perut mengeras, tangan mengepal, gigi menggeretak, atau jantung berdebar. saat marah, saya dapat merasakan wajah saya memerah. Saya dapat merasakan panas menyebar ke seluruh wajah saya. Ingatlah, tidak ada orang yang "Meledak" begitu saja dalam kemarahan tanpa adanya tanda-tanda peringatan.
Berikut ini beberapa sensasi yang mungkin kamu rasakan sebelum menjadi marah :
# Merasakan wajahmu memarah
# Darah mengalir cepat melalui nadimu
# Jantung berdebar
# Napas menjadi lebih cepat, pendek, atau tidak stabil
# Merasa panas atau dingin
# Merasa sakit di lehermu
Berikut ini beberapa tindakan yang mungkin tanpa sadar kamu lakukan tepat sebelum kemarahan terjadi :
@ Mengepal Tanganmu
@ Menegangkan rahangmu
@ Menggertakkan gigimu
@ Menegangkan dan meregangkan otot-ototmu
@ Mondar-mandir mengelilingi ruangan
@ Ketidakmampuan untuk duduk atau berdiri dengan tenang
Berikut ini beberapa pikiran yang dapat menjadi pertanda sebuah serangan kemarahan :
* Ia berbuat begini untuk menyakitkan
* Ia sengaja berbuat begini kepadaku
* Aku tidak percaya ia melakukan hal ini
* Tidak ada orang yang berbicara kepadaku seperti ini
* Akan kutunjukan kepadanya
* Sekarang semua orang sedang mentertawakanku

Berhati-hatilah saat mencatat berbagai pikiran yang menandai serangan kemarahan. Kerap kali, memikirkan apa yang telah membuat kita marah hanya membuat kita lebih marah. Berbagai pikiran ini membakar kemarahan kita dan kemarahan ini kemudian membakar pikiran kita, dan akhirnya menjebak kita dalam lingkaran setan.
SEBAGAI LATIHAN UNTUK MEREDAKAN AMARAH :
Tuliskan sensasi, tindakan dan pemikiran yang biasanya kamu alami tepat sebelum kamu menjadi marah.
Sensasi :...........................................................................
...........................................................................
...........................................................................
Tindakan:...........................................................................
...........................................................................
...........................................................................
Pemikiran:..........................................................................
..........................................................................
..........................................................................
Sebutkan Pemicu Umumnya:
eksternal :.........................................................................
internal :.........................................................................

Dr.Michael Hershorn, "Redakan Amarahmu !" (tip-tip Pengendalian Emosi Remaja)(2006-69-77)

Jumat, 29 April 2011

" Rincian Kewajiban Konselor." Panduan Pengembangan diri (2006)


KONSELOR YANG BERTUGAS DI SEKOLAH/MADRASAH DIWAJIBKAN MENGUASAI DAN MENYELENGGARAKAN HAL-HAL BERIKUT :
1. Menguasai spectrum pelayanan pada umumnya,khususnya pelayanan professional konseling
a. Konselor menguasai spectrum pelayanan pada umumnya, khususnya pelayanan professional konseling.
b. Konselor menguasai spectrum pelayanan professional konseling
2. Merumuskan dan menjelaskan peran professional konselor kepada pihak-pihak terkait, terutama peserta didik,pimpinan sekolah/madrasah, sejawat pendidik, dan orang tua
3. Melaksanakan tugas pelayanan professional konseling yang setiap hari dipertanggung jawabkan kepada pemangku kepentingan, terutama pimpinan sekolah/madrasah , orang tua dan peserta didik.
4. Mewaspadai hal-hal negative yang dapat mengurangi keefektifan pelayanan professional konseling
a. Hal-hal berikut perlu dicegah untuk tidak terjadi atau tidak dilakukan oleh konselor :
1) Tercederainya asas kerahasiaan, karena konselor secara langsung ataupun tidak langsung mengemukakan hal-hal berkenaan dengan diri peserta didik yang tidak boleh atau tidak layak diketahui orang lain.
2) Memberikan label kepada peserta didik, baik perorangan maupun kelompok, dengan cara apapun, yang berkonotasi negative terhadap peserta didik yang bersangkutan
3) Bertindak laksana “Polisi sekolah” yang memata-matai ataupun mencari kesalahan peserta didik, seperti bertindak sebagai piket keamanan, perazia, pencari pencuri. Dalam hal ini, konselor dapat menerima peserta didik yang terjaring dalam kegiatan “Kepolisian sekolah”yang dilakukan oleh pihak lain, untuk mendapatkan pelayanan konseling.
4) Membuat ataupun menyetujui dibuatnya “Surat Perjanjian” dengan peserta didik yang berkonotasi atau berakhir pada sangsi ataupun hukuman tertentu. Dalam hal ini konselor dapat menerima peserta didik yang telah membuat perjanjian dengan pihak lain, untuk mendapatkan pelayanan konseling agar terhindar dari sangsi ataupun hukuman yang sebagaimana dinyatakan dalam “surat perjanjian”.
5. Mengembangkan kemampuan professional konseling secara berkelanjutan

Kamis, 24 Maret 2011

REDAKAN AMARAHMU

Bagian I
Kapan Amarahmu Menjadi Sebuah Masalah ?
Pada waktu-waktu tertentu dalam hidup kita, setiap orang mengalami kemarahan yang tidak perlu dan tidak dapat dibenarkan. Meskipun demikian, jika terlalu sering terjadi, hal ini dapat menjadi masalah. Berikut ini beberapa tanda yang akan memberitahu kapan kemarahanmu menciptakan masalah bagimu.
1. Ketika Kemarahan terlalu sering terjadiAda banyak situasi ketika amarah merupakan hal yang tepat dan dibenarkan. Namun demikian, kita acapkali marah, bahkan ketika kemarahan tersebut tidak berguna atau perlu. Kamu perlu membedakan kapan saat yang wajar untuk marah dan kapan amarah menjadi bukan gagasan yang bagus.
2. Ketika Kemarahan terlalu kuat. Kemarahan terjadi pada level intensitas yang berbeda. Kemarahan dalam kadar yang kecil atau menengah acap kali dapat berguna bagi kebaikanmu. Namun, kemarahan tingkat tinggi jarang menghasilkan hasil yang positif.
3. Ketika Kemarahan berlangsung terlalu lama.Ketika kamu memperpanjang kemarahanmu, tubuhmu harus menjaga stres/pemunculan marahmu pada level yang melebihi batas normal.Kita sering menyebutnya "Melebih-lebihkan sesuatu",Amarah yang berlangsung terlalu lama dapat menahan sistem tubuhmu kembali ke level normal, sehingga membuat dirimu rentan terhadap kesulitan dan gangguan yang lebih lanjut. Karena itu,kemarahan yang berkepanjangan membuatmu lebih mudah marah saat ada sesuatu yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dilain waktu. Lebih jauh lagi, kemarahan yang berkepanjangan akan membuat konflik menjadi lebih sulit (bahkan tidak mungkin) di pecahkan
4. Ketika kemarahan menyebabkan tingkah laku (secara fisik atau verbal ) yang mengancam. Tindakan agresi pasti akan mebuatmu terlibat dalam masalah. Saat merasa disakiti atau diperlakukan dengan tidak adil, kamu mungkin ingin mencecar orang yang telah menyinggungmu. Kemarahan, terutama kemarahan yang kuat dan personal, mendorong respons agresif. Otot-ototmu menegangkan, suaramu menjadi lebih keras, dan kamu mengepal tinjumu serta menatap tajam. Ketika kamu berada dalam keadaan seperti itu, kamu lebih cebdrung bertindak secara reaktif. Serangan fisik dan serangan Verbal (seperti menyebut seseorang brengsek)bukanlah cara yang efektif untuk mengatasi konflik. Jika kemarahanmu membuatmu agresif, berarti kamu punya masalah.
5. Ketika Kemarahan mengganggu sekolah, pekerjaan, atau hubunganmu dengan orang lain. Kemarahanmu membuat orang lain sulit berhubungan denganmu, ada harga yang harus dibayar. Kemarahanmu akan membuat kamu tidak dapat berkonsentrasi ditempat kerja atau sekolah, dan membuatmu tidak puas dengan apa yang kamu lakukan. Kemarahanmu acap kali akan menghalau oranglain dan mebuat mereka sulit menyukaimu.
Bersambung........
Dr.Michael Hershorn, "Redakan Amarahmu !" (tip-tip Pengendalian Emosi Remaja)(2006-41,42)

Kamis, 03 Maret 2011

KENALI GAYA BELAJAR ANDA

Tidak semua orang memproses informasi dengan cara yang sama, termasuk anak Anda. Untuk itu sangat penting mengetahui bagaimana gaya bekerja otak yang diterjemahkan ke dalam gaya belajar yang berbeda-beda pula.

"Sangat penting mengetahui bagaimana gaya belajar anak-anak karena gaya belajar sangat memengaruhi perkembangannya kelak," kata Direktur Talent Spectrum, DIC Fingerprint Analysis, Adrian Benny Hidayat dalam seminar 'Gaya Belajar Anak Melalui Sidik Jari' di Auditorium Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta, Sabtu, 6 Maret 2010.

Model gaya belajar ada tiga. Pertama yaitu visual, yang lebih cenderung belajar dengan menggunakan indera pengllihatan. Mereka lebih mudah menyerap informasi secara visual baik data teks seperti tulisan, huruf, dan data gambar seperti foto atau diagram.

Selain itu ada auditory yang menggunakan indera pendengaran. Anak-anak lebih cepat menyerap data berupa bahasa atau nada. Terakhir, model belajar kinestetik. Mereka lebih cenderung belajar dengan gerakan dan sentuhan.

Setiap gaya belajar ini tentu menuntut penanganan berbeda agar mendapat hasil yang optimal. Berikut cara mengenali tipe belajar buah hati Anda:

Ciri-ciri gaya belajar tipe visual:
Lebih mudah mengingat dengan melihat
Lebih suka membaca
Lebih mudah menangkap pelajaran lewat materi bergambar
Memiliki kepekaan kuat terhadap warna
Tertarik pada seni lukis, pahat, dan gambar, daripada musik
Mudah menghafal tempat dan lokasi

Ciri-ciri gaya belajar auditory:
Mudah ingat dari apa yang didengar atau dibicarakan dengan teman-teman atau lingkungannya
Senang dibacakan atau mendengar cerita dibanding membaca cerita sendiri
Suka menuliskan kembali sesuatu
Senang membaca dengan suara keras
Pandai bercerita
Bisa mengulangi apa yang didengarnya, baik nada atau irama
Lebih suka humor lisan dibandingkan humor tulisan
Senang diskusi, bicara, bertanya, atau menjelaskan sesuatu dengan panjang
Mudah mempelajari bahasa asing

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik:
Gemar menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya
Suka mengerjakan sesuatu yang memungkinkan tangannya sangat aktif
Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar
Banyak melakukan gerakan fisik
Ketika membaca, ia menunjuk kata-kata dalam bacaan dengan jari tangannya
Lebih suka mendemonstrasikan sesuatu dengan peragaan atau gerakan daripada menjelaskan

Untuk mengetahui gaya belajar anda, anda isi angket dibawah ini teruma buat siswa SMA MJ untuk semua kelas !! setelah anda dapatkan hasilnya, optimalkanlah hasil belajar anda maka stategi belajar anda tergantung dari gaya belajarnya. Meskipun anda memiliki gaya belajar yang dominan, tetapi cara lain perlu dilatih untuk mendukung cara belajar dg interaksi dg orang lain.
Nama :
Kelas :

ANGKET GAYA BELAJAR SISWA

MODALITAS BELAJAR ( Visual, Kinestetik, Auditori)
1. Ketika merangkai suatu barang, kamu lebih suka:
a. Mengikuti ilustrasi cara merangkainya.(V)
b. Mendengarkan orang membacakan instruksinya untukmu. (A)
c. Langsung mengerjakannya tanpa mengikuti instruksi. (K)

2. Jika akan menghadapi ulangan, kamu mudah hafal jika:
a. Menghafal materi ulangan sambil mengucapkannya keras-keras. (A)
b. Berjalan bolak-balik sambil menghafal. (K)
c. Membolak-balik buku membaca materi ulangan. (V)

3. Saat membaca suatu buku, yang sering kamu lakukan adalah:
a. Menelusuri tiap-tiap kata dengan jari telunjukmu. (K)
b. Membacanya dengan tenang, cepat dan tekun. (V)
c. Membaca sambil menggerakkan bibir dan mengucapkannya. (A)

4. Saat berbicara, kamu:
a. Berbicara dengan cepat (V)
b. Berbicara dengan kecepatan sedang (A)
c. Berbicara dengan kecepatan lambat (K)

5. Di waktu luang, kamu biasanya:
a. Mendengarkan radio, mengobrol (A)
b. Berjalan-jalan, olah raga, hiking (K)
c. Menonton televisi, membaca, mengisi TTS (V)

6. Kalau kamu marah, biasanya paling terlihat dari:
a. Ekspresi wajah. (V)
b. Intonasi suara.(A)
c. Gerak tubuh.(K)

7. Biasanya pada saat kamu tidak ada kegiatan:
a. Gelisah tak bisa duduk tenang. (K)
b. Bebicara dengan diri sendiri. (A)
c. Melamun, menatap ke angkasa. (V)

8. Pilih kegiatan yang kamu merasa nyaman melakukannya:
a. Menulis -V
b. Menari -K
c. Berolahraga -K
d. Menggambar -V
e. Membuat kerajinan tangan -K
f. Berdebat -A
g. Bercerita -A
h. Mendesain -V
i. Bermain Musik -A

9. Kata-kata khas kamu saat berbicara:
a. "Lihat baik-baik…" V
b. "Dengarkan baik-baik…" A
c. "Rasakan baik-baik…" K

10. Mana yang paling sering terjadi saat di sekolah:
a. Saat guru menerangkan, tangan kamu tidak bisa diam, memain-mainkan ballpoint. -K
b. Kamu mendengarkan saja waktu guru menerangkan. -A
c. Kamu memperhatikan wajah guru saat beliau berbicara/menerangkan. -V

11. Kamu lebih gampang mengingat sesuatu kalau kamu menuliskannya. -V
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

12. Waktu guru menerangkan pelajaran di depan kelas, susah sekali bwt kamu utk mengerti.-V
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

13. Bagian kosong buku catatan suka kamu gambari atau tulisi saat guru menerangkan. V
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

14. Kamu tidak bisa belajar kalau ada keributan atau musik terdengar olehmu. V
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

15. Di tempat sepi biasanya kamu bisa konsentrasi dengan baik. V
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1
16. Kamu lebih senang jika sesuatu berwarna. V
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1
17. Kamu seringkali 'telat' kalau ada yang melontarkan 'joke'. -V
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2\
c. Jarang sekali 1

18. Sewaktu ulangan, kamu membayangkan buku catatan kamu dalam pikiran. -V
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

19. Saat guru menerangkan, kamu merasa lebih bisa berkonsentrasi kalau menatap
wajahnya.V
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

20. Kamu menuliskan instruksi yang kamu dapat, tidak hanya mendengarnya saja. V
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

21. Catatan-catatan kamu berantakan sekali, tidak teratur. A
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

22. Mata kamu gampang capek walau kamu tidak pakai kacamata. A
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

23. Kamu tidak begitu mahir mengartikan bahasa tubuh seseorang. A
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

24. Kamu seringkali salah membaca suatu kata. A
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

25. Lebih baik kamu disuruh mendengarkan guru menerangkan daripada disuruh membaca buku sendiri. A
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1
26. Kamu sangat mudah mengingat sesuatu yang dikatakan oleh orang. A
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

27. Kamu paling tidak suka jika mendapat tugas menulis essay atau laporan, lebih baik ditanya secara lisan. A
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

28. Kamu kesulitan membaca tulisan yang kecil-kecil, walau mata kamu sehat. A
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

29. Instruksi/petunjuk tertulis membuat kamu bingung. A
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

30. Membaca membuat tangan kamu pegal karena harus menunjuk tiap kata yang sedang dibaca, kalau tidak, melantur kemana-mana. -A
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

31. Teman-teman kamu tidak mengerti kalau kamu memberi instruksi. K
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

32. Waktu yang kamu butuhkan untuk mengerjakan tugas cukup lama, karena kamu harus berjalan ke sana kemari, beristirahat sebentar, atau mengerjakan hal lain, untuk mendapatkan ide lebih lanjut. K
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

33. Duduk terlalu lama menyiksa kamu. K
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

34. Daripada memikirkannya matang-matang, kamu memilih 'trial-error' kalau menghadapi suatu masalah. K
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

35. Biasanya kamu langsung mengerjakan sesuatu tanpa harus melihat instruksinya terlebih dahulu. K
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

36. Kamu senang berolah raga dan cukup mahir pada beberapa cabang olah raga. K
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

37. Teman kamu bilang "Repot sekali melihat kamu menerangkan sesuatu, tangan kamu tidak bisa diam. Pasti ikut menerangkan juga". K
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

38. Kamu melihat sesuatu yang sudah jadi, kemudian kamu suka membuatnya sendiri. K
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

39. Kamu senang membaca buku pelajaran sambil naik sepeda statis/olahraga ditempat lainnya. K a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

40. Agar kamu dapat mengerti pelajaran, kamu suka menulis ulang atau mengetik catatan pelajaran kamu. K
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

41. B/S Kamu lebih baik disuruh menggambarkan peta daripada menerangkan arah jalan kepada seseorang . (V)

42. B/S Kamu dapat/pernah memainkan suatu alat musik. (A)

43. B/S Kamu dapat menghubungkan musik dengan perasaanmu. A

44. B/S Kamu bisa menjumlah atau mengalikan dengan cepat diluar kepala. V

45. B/S Kamu senang bekerja dengan komputer atau kalkulator. V

46. B/S Belajar langkah baru dalam suatu tarian/gerakan dansa, mudah buat kamu. K

47. B/S Mudah bagi kamu untuk mengungkapkan pendapat kamu dalam suatu debat. A

48. B/S Kamu senang mengikuti ceramah atau seminar. A

49. B/S Dimanapun kamu berada, kamu tahu arah mata angin. V

50. B/S Hidupmu rasanya hampa tanpa musik. A

51. B/S Kamu selalu mengerti instruksi-instruksi dalam buku manual suatu barang. V

52. B/S Puzzle dan Games sangat kamu sukai. V

53. B/S Mudah bagi kamu untuk belajar mengendarai motor/mobil. K

54. B/S Kamu merasa terpancing saat mendengar ada orang yang berbicara tapi pembicaraannya terdengar tidak logis. A

55. B/S Koordinasi tubuh dan keseimbangan kamu cukup baik. K

56. B/S Kamu merasa lebih cepat dari orang lain saat melihat pola atau hubungan antara suatu angka. V

57. B/S Kamu menyukai kegiatan membuat model atau membuat patung. K

58. B/S Mudah bagi kamu untuk menangkap inti suatu pembicaraan/kalimat. A

59. B/S Kamu dapat dengan mudah membayangkan suatu objek dalam berbagai posisi. V

60. B/S Seringkali kamu menjadikan suatu lagu sebagai "soundtrack" suatu kejadian dalam hidup kamu. A

61. B/S Kamu suka bekerja dengan angka-angka dan bentuk. V

62. B/S Menyenangkan buat kamu untuk memperhatikan bentuk-bentuk gedung/rumah. V

63. B/S Diwaktu kamu sendiri atau di kamar mandi, kamu senang bersenandung atau bersiul. A

64. B/S Kamu cukup baik di salah satu cabang olahraga. K

65. B/S Kamu berminat untuk belajar struktur bahasa. A

66. B/S Biasanya kamu cukup sadar terhadap ekspresi wajah kamu. K

67. B/S Kamu cukup peka terhadap perubahan ekspresi tubuh orang lain. K

68. B/S Kamu cukup peka terhadap perasaan-perasaan kamu dan mudah untuk membedakannya. K

69. B/S Kamu cukup peka terhadap perasaan orang lain. K

70. B/S Kamu cukup peka tentang pandangan orang terhadap kamu. K

Skoring:
Untuk no 1-11, hitung jumlah K, A dan V yang kamu dapatkan. Untuk no 11-40, Hitunglah skor tiap item dengan melihat kode di depan pertanyaan itu (misal K, maka nilaimu untuk K=skor yang kau dapatkan pada item a,b atau c (1,2 atau 3)). Untuk no 41-70 sama seperti no 1-11.
Jumlahkan semua A, K dan V yang kamu dapat, lalu bandingkan. Nilai terbesar menunjukkan kecenderunganmu pada modalitas tersebut. Apabila nilaimu merata, berarti kamu telah menggunakan ketiga cara pencerap informasi secara seimbang.

Untuk Skor V yang menonjol :
Kamu adalah pelajar dengan tipe Visual :Hal ini berarti kamu cenderung belajar dengan cara melihat sesuatu. Kamu menyukai melihat gambar atau diagram,menonton pertunjukan, demonstrasi suatu kegiatan, atau menyaksikan video.
Untuk mempermudah dan mempercepat kamu untuk memahami sesuatu (pelajaran atau hal yg lain) cobalah:Mengubah pelajaran yang kamu catat ke dalam bentuk poster-poster yang mudah dilihat, dengan gambar-gambar yang menarik, grafik,dan warnai seindah mungkin.
Buatlah peta konsep pelajaran dengan: mulai dari tema besar di tengah halaman,menggunakan kata-kata penting, menggunakan simbol, warna, kata, gambar yang mencolok, dan lakukan ini dengan gayamu sendiri.Dalam mencatat pelajaran, gunakan tanda-tanda, gambar dan warna untuk menandai hal-hal penting agar dapat dengan mudah dilihat lagi jika kita mempelajarinya di lain waktu.
Untuk membantu mengingat apa yang baru kita baca dan dengar, duduklah dengan santai, dan bayangkan dalam pikiran apa yang baru dibaca/didengar, agar kita lebih paham lagi.

Untuk Skor A yang menonjol :
Kamu adalah pelajar dengan tipe Auditori:Hal ini berarti kamu cenderung belajar dengan cara mendengar sesuatu. Kamu menyukai mendengar pidato, ceramah guru menerangkan, mendengarkan radio atau kaset, berdebat atau berdiskusi.Untuk mempermudah kamu memahami sesuatu (pelajaran atau hal yg lain) cobalah:
Membaca pelajaran dengan cara baca yang dramatis, seperti pujangga membaca puisi misalnya, atau seperti scenario, bahkan cobalah menyanyikannya dengan irama iklan atau rap.Merangkum pelajaran untuk diucapkan dengan lantang, atau bahkan merekamnya dalam kaset, diselingi plesetan atau hal lain,dan memutarnya dengan walkman sepanjang perjalanan kita ke sekolah.
Saat membacakan dengan lantang, perhatikan intonasi, penekanan khusus, coba berbisik, dan coba juga sambil memejamkan mata untuk belajar membayangkan apa yang sedang dibacakan, sehingga secara tidak langsung kita telah mengaktifkan pula daya visual kita dalam belajar.
Untuk Skor K yang menonjol :
Kamu adalah pelajar dengan tipe Kinestetik:Hal ini berarti kamu cenderung belajar melalui aktivitas fisik dan melibatkan diri langsung. Kamu suka menyentuh, merasakan, membongkar sesuatu, melakukan olah tubuh.Untuk mempercepat dan mempermudahmu memahami sesuatu (pelajaran atau lainnya, cobalah:
Belajar sambil berjalan-jalan. Setiap kali membaca atau mendengarkan seseorangberbicara, bangkitlah untuk sedikit bergerak setiap 20-30 menit sekali.
Coba belajar dalam kelompok untuk membentuk suasana bermain peran (drama) dari pelajaran yang dibahas.Tulislah kembali point-point penting dari catatan pelajaran ke dalam kartu-kartu yang disusun secara logis.
Buatlah semacam percobaan, atau model dari apa yang sedang kamu pelajari. Libatkan tubuh kamu dalam belajar dengan mencoba meniru apa yang dipelajari, atau bahkan meniru gaya-gaya lucu gurumu ketika mengajar agar kamu dapat mengingatnya dengan lebih baik!Setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahannya masing-masing.
Dengan mengetahui kekuatanmu, kamu dapat meningkatkan prestasi dengan mengarahkan diri untuk mencari cara-cara belajar yang cocok dengan kecenderungan-kecenderungan pada dirimu. Jika kamu mau belajar mengaktifkan aspek-aspek yang kurang menonjol lainnya (tentu dengan menyisihkan waktu)prestasi kamu bisa berkembang lebih baik lagi!

Senin, 29 November 2010

Tips Menghindari Seks Bebas Untuk Remaja Masa Kini


Hubungan sex diluar nikah membawa cukup banyak dampak negatif bagi diri pelaku maupun lingkungan sekitar. Mulai dari kemungkinan tertular penyakit, hingga kehamilan diluar nikah. Hal ini juga menyebabkan / berdampak pula pada tingginya tingkat aborsi. Padahal perbuatan aborsi, juga memiliki resiko yang sangat tinggi terhadap keselamatan dari perempuan itu sendiri.

Berikut resiko dan bahaya yang sering terjadi jika melakukan aborsi khususnya para remaja:

1. Kematian karena terlalu banyak pendarahan
2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
4. Sobeknya rahim
5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.
6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)
7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer)
8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer)
9. Kanker hati (Liver Cancer)
10. Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.
11. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
12. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)
13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
14. Infeksi alat reproduksi karena melakukan kuretase (secara medis) yang dilakukan secara tak steril. Hal ini membuat remaja mengalami kemandulan dikemudian hari setelah menikah.
15. Pendarahan sehingga remaja dapat mengalami shock akibat pendarahan dan gangguan neurologist. Selain itu pendarahan juga dapat mengakibatkan kematian ibu maupun anak atau keduanya.
16. Resiko terjadinya reptur uterus atau robeknya rahim lebih besar dan menipisnya dinding rahim akibat kuretase. Kemandulan oleh karena robeknya rahim, resiko infeksi, resiko shock sampai resiko kematian ibu dan anak yang dikandungnya.
17. Terjadinya fistula genital traumatis adalah suatu saluran atau hubungan antara genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan yang secara normal tidak ada.

Minggu, 03 Oktober 2010

MENGATASI KERAGUAN DIRI DALAM BERGAUL

Dalam bergaul kita sering merasa ragu-ragu ,cemas, dan rasa takut lainnya. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab munculnya keraguan terhadap diri sendiri yaitu :
1. Keraguan diri yang berakar dari harga diri yang tinggi rendahnya ditentukan oleh apa yang diharapkan dengan apa yang sudah dilakukan. Semakin tinggi jarak antara harapan dan kenyataan. Maka semakin rendah harga dirinya.
2. Keraguan diri berakar dari mimpi dan visi tanpa aksi ,sehingga orang yang terlalu banyak mimpi tentang kondisi ideal tanpa berusaha untuk mewujudkannya akan berakibat harga diri yang semakin rendah.
3. Besar pasak dari pada tiang adalah prinsip ekonomi yang merugikan. Dalam konsep diri, kerugian timbul karena pendapatan(apa yang diharapkan)lebi kecil dari biaya (pengorbanan yang dilakukan)

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi keraguan diri,diantaranya adalah:
• Memupuk Integritas
Integritas adalah kemampuan untuk menyelaraskan antara perilaku dengan nilai, antara apa yang dikatakan dengan apa yang dilakukan
• Melatih Kematangan
Kematangan adalah keseimbangan antara keberanian dan pertimbangan. Jika seseorang dapat mengekspresikan perasaan dan keyakinannya dengan keberanian dan diimbangi dengan pertimbangan akan perasaan dan keyakinan orang lain, maka ia disebut orang yang sudah matang.
• Menguasai Kompetensi
Kompetensi bersinonim dengan kecakapan ,kemampuan, penguasaan kompetensi dapat mengatasi keraguan diri.
• Melatih Kebiasaan
Kebiasaan berhubungan dengan rutinitas . setiap kebiasaan akan menjadi rutinitas , akan tetapi rutinitas belum tentu menjadi kebiasaan . kebiasaan dipengaruhi oleh tiga factor yaitu :
1. Pengetahuan yaitu paradigma teoritis, apa yang harus dilakukan dan mengapa.
2. Keterampilan yaitu bagaimana melakukannya
3. Motivasi yaitu keinginan untuk melakukannya.

Kegiatan dibawah ini diharapkan dapat membantu anda dalam memahami sumber-sumber keraguandiri dan cara mengatasinya.
1. pernahkah anda merasakan keraguan diri dalam bergauldengan teman sebaya dan teman di sekolah . cobalah tuliskan pengalaman-pengalaman tersebut :
a) disekolah:
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
b) dengan teman sebaya :
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………...
2. Dari perasaan ragu yang anda alami , apakah yang menjadi penyebab utamanya?..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Berdasarkan pengalaman anda, bagaimanakah cara mengatasi keraguan diri tersebut?..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Kerugian apakah yang pernah anda alami akibat perasaan keraguan diri ?.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................