Kamis, 03 Maret 2011

KENALI GAYA BELAJAR ANDA

Tidak semua orang memproses informasi dengan cara yang sama, termasuk anak Anda. Untuk itu sangat penting mengetahui bagaimana gaya bekerja otak yang diterjemahkan ke dalam gaya belajar yang berbeda-beda pula.

"Sangat penting mengetahui bagaimana gaya belajar anak-anak karena gaya belajar sangat memengaruhi perkembangannya kelak," kata Direktur Talent Spectrum, DIC Fingerprint Analysis, Adrian Benny Hidayat dalam seminar 'Gaya Belajar Anak Melalui Sidik Jari' di Auditorium Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta, Sabtu, 6 Maret 2010.

Model gaya belajar ada tiga. Pertama yaitu visual, yang lebih cenderung belajar dengan menggunakan indera pengllihatan. Mereka lebih mudah menyerap informasi secara visual baik data teks seperti tulisan, huruf, dan data gambar seperti foto atau diagram.

Selain itu ada auditory yang menggunakan indera pendengaran. Anak-anak lebih cepat menyerap data berupa bahasa atau nada. Terakhir, model belajar kinestetik. Mereka lebih cenderung belajar dengan gerakan dan sentuhan.

Setiap gaya belajar ini tentu menuntut penanganan berbeda agar mendapat hasil yang optimal. Berikut cara mengenali tipe belajar buah hati Anda:

Ciri-ciri gaya belajar tipe visual:
Lebih mudah mengingat dengan melihat
Lebih suka membaca
Lebih mudah menangkap pelajaran lewat materi bergambar
Memiliki kepekaan kuat terhadap warna
Tertarik pada seni lukis, pahat, dan gambar, daripada musik
Mudah menghafal tempat dan lokasi

Ciri-ciri gaya belajar auditory:
Mudah ingat dari apa yang didengar atau dibicarakan dengan teman-teman atau lingkungannya
Senang dibacakan atau mendengar cerita dibanding membaca cerita sendiri
Suka menuliskan kembali sesuatu
Senang membaca dengan suara keras
Pandai bercerita
Bisa mengulangi apa yang didengarnya, baik nada atau irama
Lebih suka humor lisan dibandingkan humor tulisan
Senang diskusi, bicara, bertanya, atau menjelaskan sesuatu dengan panjang
Mudah mempelajari bahasa asing

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik:
Gemar menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya
Suka mengerjakan sesuatu yang memungkinkan tangannya sangat aktif
Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar
Banyak melakukan gerakan fisik
Ketika membaca, ia menunjuk kata-kata dalam bacaan dengan jari tangannya
Lebih suka mendemonstrasikan sesuatu dengan peragaan atau gerakan daripada menjelaskan

Untuk mengetahui gaya belajar anda, anda isi angket dibawah ini teruma buat siswa SMA MJ untuk semua kelas !! setelah anda dapatkan hasilnya, optimalkanlah hasil belajar anda maka stategi belajar anda tergantung dari gaya belajarnya. Meskipun anda memiliki gaya belajar yang dominan, tetapi cara lain perlu dilatih untuk mendukung cara belajar dg interaksi dg orang lain.
Nama :
Kelas :

ANGKET GAYA BELAJAR SISWA

MODALITAS BELAJAR ( Visual, Kinestetik, Auditori)
1. Ketika merangkai suatu barang, kamu lebih suka:
a. Mengikuti ilustrasi cara merangkainya.(V)
b. Mendengarkan orang membacakan instruksinya untukmu. (A)
c. Langsung mengerjakannya tanpa mengikuti instruksi. (K)

2. Jika akan menghadapi ulangan, kamu mudah hafal jika:
a. Menghafal materi ulangan sambil mengucapkannya keras-keras. (A)
b. Berjalan bolak-balik sambil menghafal. (K)
c. Membolak-balik buku membaca materi ulangan. (V)

3. Saat membaca suatu buku, yang sering kamu lakukan adalah:
a. Menelusuri tiap-tiap kata dengan jari telunjukmu. (K)
b. Membacanya dengan tenang, cepat dan tekun. (V)
c. Membaca sambil menggerakkan bibir dan mengucapkannya. (A)

4. Saat berbicara, kamu:
a. Berbicara dengan cepat (V)
b. Berbicara dengan kecepatan sedang (A)
c. Berbicara dengan kecepatan lambat (K)

5. Di waktu luang, kamu biasanya:
a. Mendengarkan radio, mengobrol (A)
b. Berjalan-jalan, olah raga, hiking (K)
c. Menonton televisi, membaca, mengisi TTS (V)

6. Kalau kamu marah, biasanya paling terlihat dari:
a. Ekspresi wajah. (V)
b. Intonasi suara.(A)
c. Gerak tubuh.(K)

7. Biasanya pada saat kamu tidak ada kegiatan:
a. Gelisah tak bisa duduk tenang. (K)
b. Bebicara dengan diri sendiri. (A)
c. Melamun, menatap ke angkasa. (V)

8. Pilih kegiatan yang kamu merasa nyaman melakukannya:
a. Menulis -V
b. Menari -K
c. Berolahraga -K
d. Menggambar -V
e. Membuat kerajinan tangan -K
f. Berdebat -A
g. Bercerita -A
h. Mendesain -V
i. Bermain Musik -A

9. Kata-kata khas kamu saat berbicara:
a. "Lihat baik-baik…" V
b. "Dengarkan baik-baik…" A
c. "Rasakan baik-baik…" K

10. Mana yang paling sering terjadi saat di sekolah:
a. Saat guru menerangkan, tangan kamu tidak bisa diam, memain-mainkan ballpoint. -K
b. Kamu mendengarkan saja waktu guru menerangkan. -A
c. Kamu memperhatikan wajah guru saat beliau berbicara/menerangkan. -V

11. Kamu lebih gampang mengingat sesuatu kalau kamu menuliskannya. -V
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

12. Waktu guru menerangkan pelajaran di depan kelas, susah sekali bwt kamu utk mengerti.-V
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

13. Bagian kosong buku catatan suka kamu gambari atau tulisi saat guru menerangkan. V
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

14. Kamu tidak bisa belajar kalau ada keributan atau musik terdengar olehmu. V
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

15. Di tempat sepi biasanya kamu bisa konsentrasi dengan baik. V
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1
16. Kamu lebih senang jika sesuatu berwarna. V
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1
17. Kamu seringkali 'telat' kalau ada yang melontarkan 'joke'. -V
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2\
c. Jarang sekali 1

18. Sewaktu ulangan, kamu membayangkan buku catatan kamu dalam pikiran. -V
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

19. Saat guru menerangkan, kamu merasa lebih bisa berkonsentrasi kalau menatap
wajahnya.V
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

20. Kamu menuliskan instruksi yang kamu dapat, tidak hanya mendengarnya saja. V
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

21. Catatan-catatan kamu berantakan sekali, tidak teratur. A
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

22. Mata kamu gampang capek walau kamu tidak pakai kacamata. A
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

23. Kamu tidak begitu mahir mengartikan bahasa tubuh seseorang. A
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

24. Kamu seringkali salah membaca suatu kata. A
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

25. Lebih baik kamu disuruh mendengarkan guru menerangkan daripada disuruh membaca buku sendiri. A
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1
26. Kamu sangat mudah mengingat sesuatu yang dikatakan oleh orang. A
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

27. Kamu paling tidak suka jika mendapat tugas menulis essay atau laporan, lebih baik ditanya secara lisan. A
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

28. Kamu kesulitan membaca tulisan yang kecil-kecil, walau mata kamu sehat. A
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

29. Instruksi/petunjuk tertulis membuat kamu bingung. A
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

30. Membaca membuat tangan kamu pegal karena harus menunjuk tiap kata yang sedang dibaca, kalau tidak, melantur kemana-mana. -A
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

31. Teman-teman kamu tidak mengerti kalau kamu memberi instruksi. K
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

32. Waktu yang kamu butuhkan untuk mengerjakan tugas cukup lama, karena kamu harus berjalan ke sana kemari, beristirahat sebentar, atau mengerjakan hal lain, untuk mendapatkan ide lebih lanjut. K
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

33. Duduk terlalu lama menyiksa kamu. K
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

34. Daripada memikirkannya matang-matang, kamu memilih 'trial-error' kalau menghadapi suatu masalah. K
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

35. Biasanya kamu langsung mengerjakan sesuatu tanpa harus melihat instruksinya terlebih dahulu. K
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

36. Kamu senang berolah raga dan cukup mahir pada beberapa cabang olah raga. K
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

37. Teman kamu bilang "Repot sekali melihat kamu menerangkan sesuatu, tangan kamu tidak bisa diam. Pasti ikut menerangkan juga". K
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

38. Kamu melihat sesuatu yang sudah jadi, kemudian kamu suka membuatnya sendiri. K
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

39. Kamu senang membaca buku pelajaran sambil naik sepeda statis/olahraga ditempat lainnya. K a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

40. Agar kamu dapat mengerti pelajaran, kamu suka menulis ulang atau mengetik catatan pelajaran kamu. K
a. Hampir selalu 3
b. Kadang-kadang 2
c. Jarang sekali 1

41. B/S Kamu lebih baik disuruh menggambarkan peta daripada menerangkan arah jalan kepada seseorang . (V)

42. B/S Kamu dapat/pernah memainkan suatu alat musik. (A)

43. B/S Kamu dapat menghubungkan musik dengan perasaanmu. A

44. B/S Kamu bisa menjumlah atau mengalikan dengan cepat diluar kepala. V

45. B/S Kamu senang bekerja dengan komputer atau kalkulator. V

46. B/S Belajar langkah baru dalam suatu tarian/gerakan dansa, mudah buat kamu. K

47. B/S Mudah bagi kamu untuk mengungkapkan pendapat kamu dalam suatu debat. A

48. B/S Kamu senang mengikuti ceramah atau seminar. A

49. B/S Dimanapun kamu berada, kamu tahu arah mata angin. V

50. B/S Hidupmu rasanya hampa tanpa musik. A

51. B/S Kamu selalu mengerti instruksi-instruksi dalam buku manual suatu barang. V

52. B/S Puzzle dan Games sangat kamu sukai. V

53. B/S Mudah bagi kamu untuk belajar mengendarai motor/mobil. K

54. B/S Kamu merasa terpancing saat mendengar ada orang yang berbicara tapi pembicaraannya terdengar tidak logis. A

55. B/S Koordinasi tubuh dan keseimbangan kamu cukup baik. K

56. B/S Kamu merasa lebih cepat dari orang lain saat melihat pola atau hubungan antara suatu angka. V

57. B/S Kamu menyukai kegiatan membuat model atau membuat patung. K

58. B/S Mudah bagi kamu untuk menangkap inti suatu pembicaraan/kalimat. A

59. B/S Kamu dapat dengan mudah membayangkan suatu objek dalam berbagai posisi. V

60. B/S Seringkali kamu menjadikan suatu lagu sebagai "soundtrack" suatu kejadian dalam hidup kamu. A

61. B/S Kamu suka bekerja dengan angka-angka dan bentuk. V

62. B/S Menyenangkan buat kamu untuk memperhatikan bentuk-bentuk gedung/rumah. V

63. B/S Diwaktu kamu sendiri atau di kamar mandi, kamu senang bersenandung atau bersiul. A

64. B/S Kamu cukup baik di salah satu cabang olahraga. K

65. B/S Kamu berminat untuk belajar struktur bahasa. A

66. B/S Biasanya kamu cukup sadar terhadap ekspresi wajah kamu. K

67. B/S Kamu cukup peka terhadap perubahan ekspresi tubuh orang lain. K

68. B/S Kamu cukup peka terhadap perasaan-perasaan kamu dan mudah untuk membedakannya. K

69. B/S Kamu cukup peka terhadap perasaan orang lain. K

70. B/S Kamu cukup peka tentang pandangan orang terhadap kamu. K

Skoring:
Untuk no 1-11, hitung jumlah K, A dan V yang kamu dapatkan. Untuk no 11-40, Hitunglah skor tiap item dengan melihat kode di depan pertanyaan itu (misal K, maka nilaimu untuk K=skor yang kau dapatkan pada item a,b atau c (1,2 atau 3)). Untuk no 41-70 sama seperti no 1-11.
Jumlahkan semua A, K dan V yang kamu dapat, lalu bandingkan. Nilai terbesar menunjukkan kecenderunganmu pada modalitas tersebut. Apabila nilaimu merata, berarti kamu telah menggunakan ketiga cara pencerap informasi secara seimbang.

Untuk Skor V yang menonjol :
Kamu adalah pelajar dengan tipe Visual :Hal ini berarti kamu cenderung belajar dengan cara melihat sesuatu. Kamu menyukai melihat gambar atau diagram,menonton pertunjukan, demonstrasi suatu kegiatan, atau menyaksikan video.
Untuk mempermudah dan mempercepat kamu untuk memahami sesuatu (pelajaran atau hal yg lain) cobalah:Mengubah pelajaran yang kamu catat ke dalam bentuk poster-poster yang mudah dilihat, dengan gambar-gambar yang menarik, grafik,dan warnai seindah mungkin.
Buatlah peta konsep pelajaran dengan: mulai dari tema besar di tengah halaman,menggunakan kata-kata penting, menggunakan simbol, warna, kata, gambar yang mencolok, dan lakukan ini dengan gayamu sendiri.Dalam mencatat pelajaran, gunakan tanda-tanda, gambar dan warna untuk menandai hal-hal penting agar dapat dengan mudah dilihat lagi jika kita mempelajarinya di lain waktu.
Untuk membantu mengingat apa yang baru kita baca dan dengar, duduklah dengan santai, dan bayangkan dalam pikiran apa yang baru dibaca/didengar, agar kita lebih paham lagi.

Untuk Skor A yang menonjol :
Kamu adalah pelajar dengan tipe Auditori:Hal ini berarti kamu cenderung belajar dengan cara mendengar sesuatu. Kamu menyukai mendengar pidato, ceramah guru menerangkan, mendengarkan radio atau kaset, berdebat atau berdiskusi.Untuk mempermudah kamu memahami sesuatu (pelajaran atau hal yg lain) cobalah:
Membaca pelajaran dengan cara baca yang dramatis, seperti pujangga membaca puisi misalnya, atau seperti scenario, bahkan cobalah menyanyikannya dengan irama iklan atau rap.Merangkum pelajaran untuk diucapkan dengan lantang, atau bahkan merekamnya dalam kaset, diselingi plesetan atau hal lain,dan memutarnya dengan walkman sepanjang perjalanan kita ke sekolah.
Saat membacakan dengan lantang, perhatikan intonasi, penekanan khusus, coba berbisik, dan coba juga sambil memejamkan mata untuk belajar membayangkan apa yang sedang dibacakan, sehingga secara tidak langsung kita telah mengaktifkan pula daya visual kita dalam belajar.
Untuk Skor K yang menonjol :
Kamu adalah pelajar dengan tipe Kinestetik:Hal ini berarti kamu cenderung belajar melalui aktivitas fisik dan melibatkan diri langsung. Kamu suka menyentuh, merasakan, membongkar sesuatu, melakukan olah tubuh.Untuk mempercepat dan mempermudahmu memahami sesuatu (pelajaran atau lainnya, cobalah:
Belajar sambil berjalan-jalan. Setiap kali membaca atau mendengarkan seseorangberbicara, bangkitlah untuk sedikit bergerak setiap 20-30 menit sekali.
Coba belajar dalam kelompok untuk membentuk suasana bermain peran (drama) dari pelajaran yang dibahas.Tulislah kembali point-point penting dari catatan pelajaran ke dalam kartu-kartu yang disusun secara logis.
Buatlah semacam percobaan, atau model dari apa yang sedang kamu pelajari. Libatkan tubuh kamu dalam belajar dengan mencoba meniru apa yang dipelajari, atau bahkan meniru gaya-gaya lucu gurumu ketika mengajar agar kamu dapat mengingatnya dengan lebih baik!Setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahannya masing-masing.
Dengan mengetahui kekuatanmu, kamu dapat meningkatkan prestasi dengan mengarahkan diri untuk mencari cara-cara belajar yang cocok dengan kecenderungan-kecenderungan pada dirimu. Jika kamu mau belajar mengaktifkan aspek-aspek yang kurang menonjol lainnya (tentu dengan menyisihkan waktu)prestasi kamu bisa berkembang lebih baik lagi!

Senin, 29 November 2010

Tips Menghindari Seks Bebas Untuk Remaja Masa Kini


Hubungan sex diluar nikah membawa cukup banyak dampak negatif bagi diri pelaku maupun lingkungan sekitar. Mulai dari kemungkinan tertular penyakit, hingga kehamilan diluar nikah. Hal ini juga menyebabkan / berdampak pula pada tingginya tingkat aborsi. Padahal perbuatan aborsi, juga memiliki resiko yang sangat tinggi terhadap keselamatan dari perempuan itu sendiri.

Berikut resiko dan bahaya yang sering terjadi jika melakukan aborsi khususnya para remaja:

1. Kematian karena terlalu banyak pendarahan
2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
4. Sobeknya rahim
5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.
6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)
7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer)
8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer)
9. Kanker hati (Liver Cancer)
10. Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.
11. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
12. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)
13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
14. Infeksi alat reproduksi karena melakukan kuretase (secara medis) yang dilakukan secara tak steril. Hal ini membuat remaja mengalami kemandulan dikemudian hari setelah menikah.
15. Pendarahan sehingga remaja dapat mengalami shock akibat pendarahan dan gangguan neurologist. Selain itu pendarahan juga dapat mengakibatkan kematian ibu maupun anak atau keduanya.
16. Resiko terjadinya reptur uterus atau robeknya rahim lebih besar dan menipisnya dinding rahim akibat kuretase. Kemandulan oleh karena robeknya rahim, resiko infeksi, resiko shock sampai resiko kematian ibu dan anak yang dikandungnya.
17. Terjadinya fistula genital traumatis adalah suatu saluran atau hubungan antara genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan yang secara normal tidak ada.

Minggu, 03 Oktober 2010

MENGATASI KERAGUAN DIRI DALAM BERGAUL

Dalam bergaul kita sering merasa ragu-ragu ,cemas, dan rasa takut lainnya. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab munculnya keraguan terhadap diri sendiri yaitu :
1. Keraguan diri yang berakar dari harga diri yang tinggi rendahnya ditentukan oleh apa yang diharapkan dengan apa yang sudah dilakukan. Semakin tinggi jarak antara harapan dan kenyataan. Maka semakin rendah harga dirinya.
2. Keraguan diri berakar dari mimpi dan visi tanpa aksi ,sehingga orang yang terlalu banyak mimpi tentang kondisi ideal tanpa berusaha untuk mewujudkannya akan berakibat harga diri yang semakin rendah.
3. Besar pasak dari pada tiang adalah prinsip ekonomi yang merugikan. Dalam konsep diri, kerugian timbul karena pendapatan(apa yang diharapkan)lebi kecil dari biaya (pengorbanan yang dilakukan)

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi keraguan diri,diantaranya adalah:
• Memupuk Integritas
Integritas adalah kemampuan untuk menyelaraskan antara perilaku dengan nilai, antara apa yang dikatakan dengan apa yang dilakukan
• Melatih Kematangan
Kematangan adalah keseimbangan antara keberanian dan pertimbangan. Jika seseorang dapat mengekspresikan perasaan dan keyakinannya dengan keberanian dan diimbangi dengan pertimbangan akan perasaan dan keyakinan orang lain, maka ia disebut orang yang sudah matang.
• Menguasai Kompetensi
Kompetensi bersinonim dengan kecakapan ,kemampuan, penguasaan kompetensi dapat mengatasi keraguan diri.
• Melatih Kebiasaan
Kebiasaan berhubungan dengan rutinitas . setiap kebiasaan akan menjadi rutinitas , akan tetapi rutinitas belum tentu menjadi kebiasaan . kebiasaan dipengaruhi oleh tiga factor yaitu :
1. Pengetahuan yaitu paradigma teoritis, apa yang harus dilakukan dan mengapa.
2. Keterampilan yaitu bagaimana melakukannya
3. Motivasi yaitu keinginan untuk melakukannya.

Kegiatan dibawah ini diharapkan dapat membantu anda dalam memahami sumber-sumber keraguandiri dan cara mengatasinya.
1. pernahkah anda merasakan keraguan diri dalam bergauldengan teman sebaya dan teman di sekolah . cobalah tuliskan pengalaman-pengalaman tersebut :
a) disekolah:
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
b) dengan teman sebaya :
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………...
2. Dari perasaan ragu yang anda alami , apakah yang menjadi penyebab utamanya?..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Berdasarkan pengalaman anda, bagaimanakah cara mengatasi keraguan diri tersebut?..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Kerugian apakah yang pernah anda alami akibat perasaan keraguan diri ?.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Selasa, 28 September 2010

MENGETAHUI BAGAIMANA DAN MENGGUNAKAN WAKTU SECARA EFEKTIF


Tips Mengatur Waktu Yang Efektif dan Efesien :
1. Perhatikan kapan waktu luang yang dimiliki
2. Perhatikan kondisi kita yang paling fit untuk belaajr
3. Buatlah kadwal untuk mengatur waktu belajar dan juga aktivitas yang akan dilakukan
4. Jagalah motovasi belajar dengan cara membuat target
5. Perhatikan kondisi tubuh
6. Saat belajar tidak selalu harus melakukan tugas,buatlah waktu untuk membaca materi pelajaran dua kali.
7. Setelah melakukan semua kegiatan, maka sisakan waktu 5 menit untuk mengevaluasi kegiatan anda.

Jumat, 27 Agustus 2010

SAAT KESEPIAN MELANDA

Manusia dikatakan sebagai mahluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya. Namun, tidak sedikit dari manusia yang merasakan kesepian karena berbagai alasan. Saat manusia merasa kesepian, manusia dikatakan tidak ‘berfungsi’ dengan baik. Bahkan kita juga dapat sakit karena kesepian. Tidak hanya sakit secara mental, tapi juga sakit secara fisik. Meningkatnya tekanan darah, masalah dengan arteri, gangguan tidur, mudah stress, menurunkan kemampuan belajar dan kapasitas memori, bahkan kesepian juga dikatakan dapat meningkatkan kecendrungan untuk bunuh diri.
Pada anak-anak, kesepian dapat mengakibatkan berbagai masalah. Banyaknya anak usia sekolah yang keluar dari sekolah dikatakan besar pengaruhnya karena kegagalan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Gagal beinteraksi tentu akan membuat anak mempertanyakan dirinya sendiri, apa yang salah dengan dirinya? Membuat jarak dengan orang lain dan tentu kesepian. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dengan perasaan sebagai ‘orang luar’ pada diri anak, anak dapat berperilaku tidak bertanggung jawab atau perilaku anti sosial lainnya yang dapat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain. Sedangkan untuk individu dewasa, kesepian merupakan penyebab utama depresi dan kecanduan alkohol. Dengan kata lain, kesepian juga menimbulkan berbagai masalah kepada individu. Namun kesepian akan lebih mudah dirasakan oleh wanita dibanding laki-laki.
Terbatasnya teman dekat serta kelangkaan kontak sosial dikatakan sebagai penyebab munculnya kesepian. Namun demikian, mencari teman saat kesepian pun bukan perkara mudah, karena saat kesepian, individu cenderung akan bereaksi negatif atas keadaan disekitarnya. Perasaan negatif tersebut juga akan mempengaruhi cara individu berinteraksi dengan orang lain. Di kehidupan sehari-hari, saat merasa kesepian, individu menjadi lebih cepat marah, berprasangka buruk, sensitive dan besar kemungkinan melebih-lebihkan segala sesuatu.
Lalu bagaimana cara untuk mengatasi kesepian. Sebuah penelitian yang dilakukan dibeberapa negara didunia menemukan bahwa terdapat beberapa faktor yang akan membantu mengurangi perasaan kesepian. Secara garis besar cara yang banyak digunakan adalah:
1. Menerima perasaan kesepian tersebut: Dengan tidak menyangkal rasa sepi yang melanda, individu diharapkan mampu berpikir positif dan mencari jalan keluar yang tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Menyangkal rasa sepi bisa mengakibatkan individu mengatasi dengan cara kedua, yaitu:
2. Berpaling pada minum-minuman keras dan zat berbahaya lainnya.
3. Mencari bantuan professional: bergabung dengan komunitas atau orang-orang yang juga kesepian atau berkonsultasi dengan psikolog
4. Mencoba menjalin kembali hubungan dengan koneksi sosial yang pernah dimiliki
5. Meningkatkan keaktifan dengan berbagai cara: menenggelamkan diri dalam pekerjaan, organisasi sosial, dll.
6. Mendekatkan diri ke faktor religiusitas dan kepercayaan.
Namun, penggunaan keenam cara mengatasi kesepian ternyata juga dipengaruhi oleh budaya. Sebagai contoh, individu dikawasan Amerika Utara, yang budaya nya mengedepankan individualistic (dimana tingkat kompetitif yang tinggi dan mengedepankan keberhasilan setiap individu sebagai hal utama) maka cara yang dianggap paling membantu adalah dengan menerima perasaan kesepian dan mencoba mencari bantuan dari pihak professional atau psikolog. Tidak hanya itu, penggunaan minum-minuman keras dan zat berbahaya lainnya sebagai cara untuk mengatasi kesepian juga paling banyak ditemukan di kawasan Amerika Utara dibanding kawasan lainnya diseluruh dunia. Menurut penulis hal tersebut juga dipengaruhi oleh sulitnya mencari dukungan sosial, dengan rasa individualism yang tinggi, individu akan cenderung untuk memikirkan dirinya sendiri dan seakan-akan melupakan orang lain. Pada tahap tertentu, individu justru berpendapat lebih mudah melarikan diri ke minum-minuman keras karena sulitnya mencari dukungan sosial.
Untuk Negara yang kultur budayanya cukup dekat dengan agama dan kepercayaan (seperti kawasan Asia Tenggara dan Amerika Selatan) maka penggunaan metode mendekatkan diri ke faktor religiusitas lebih banyak digunakan. Jika dibandingkan, metode pendekatan diri ke faktor religiusitas lebih banyak digunakan oleh wanita dibanding pria.
Namun secara garis besar, wanita di kawasan Amerika Utara dan Asia Tenggara, lebih banyak menggunakan cara menerima perasaan kesepian. Untuk kaum pria, mereka lebih banyak menggunakan cara meningkatkan keaktifan dengan berbagai cara. Hal tersebut dikatakan karena pria lebih terkait baik dengan pekerjaan maupun aktivitas saat santai dibanding wanita.
Kesepian merupakan satu dari berbagai perasaan yang tidak ingin dimiliki oleh individu. Namun demikian, ada saatnya dimana kita tidak bisa terlepas perasaan tersebut. Oleh karena itu, kenalilah diri anda dan, meskipun sulit, usahakan sebaik mungkin untuk menghindari kesepian. Jika memang pada akhirnya perasaan tersebut tidak bisa terhindar, segera temukan cara yang anda rasa paling tepat mengatasi kesepian anda.
Nova JoNo Ariyanto

SAAT KESEPIAN MELANDA

Manusia dikatakan sebagai mahluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya. Namun, tidak sedikit dari manusia yang merasakan kesepian karena berbagai alasan. Saat manusia merasa kesepian, manusia dikatakan tidak ‘berfungsi’ dengan baik. Bahkan kita juga dapat sakit karena kesepian. Tidak hanya sakit secara mental, tapi juga sakit secara fisik. Meningkatnya tekanan darah, masalah dengan arteri, gangguan tidur, mudah stress, menurunkan kemampuan belajar dan kapasitas memori, bahkan kesepian juga dikatakan dapat meningkatkan kecendrungan untuk bunuh diri.
Pada anak-anak, kesepian dapat mengakibatkan berbagai masalah. Banyaknya anak usia sekolah yang keluar dari sekolah dikatakan besar pengaruhnya karena kegagalan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Gagal beinteraksi tentu akan membuat anak mempertanyakan dirinya sendiri, apa yang salah dengan dirinya? Membuat jarak dengan orang lain dan tentu kesepian. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dengan perasaan sebagai ‘orang luar’ pada diri anak, anak dapat berperilaku tidak bertanggung jawab atau perilaku anti sosial lainnya yang dapat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain. Sedangkan untuk individu dewasa, kesepian merupakan penyebab utama depresi dan kecanduan alkohol. Dengan kata lain, kesepian juga menimbulkan berbagai masalah kepada individu. Namun kesepian akan lebih mudah dirasakan oleh wanita dibanding laki-laki.
Terbatasnya teman dekat serta kelangkaan kontak sosial dikatakan sebagai penyebab munculnya kesepian. Namun demikian, mencari teman saat kesepian pun bukan perkara mudah, karena saat kesepian, individu cenderung akan bereaksi negatif atas keadaan disekitarnya. Perasaan negatif tersebut juga akan mempengaruhi cara individu berinteraksi dengan orang lain. Di kehidupan sehari-hari, saat merasa kesepian, individu menjadi lebih cepat marah, berprasangka buruk, sensitive dan besar kemungkinan melebih-lebihkan segala sesuatu.
Lalu bagaimana cara untuk mengatasi kesepian. Sebuah penelitian yang dilakukan dibeberapa negara didunia menemukan bahwa terdapat beberapa faktor yang akan membantu mengurangi perasaan kesepian. Secara garis besar cara yang banyak digunakan adalah:
1. Menerima perasaan kesepian tersebut: Dengan tidak menyangkal rasa sepi yang melanda, individu diharapkan mampu berpikir positif dan mencari jalan keluar yang tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Menyangkal rasa sepi bisa mengakibatkan individu mengatasi dengan cara kedua, yaitu:
2. Berpaling pada minum-minuman keras dan zat berbahaya lainnya.
3. Mencari bantuan professional: bergabung dengan komunitas atau orang-orang yang juga kesepian atau berkonsultasi dengan psikolog
4. Mencoba menjalin kembali hubungan dengan koneksi sosial yang pernah dimiliki
5. Meningkatkan keaktifan dengan berbagai cara: menenggelamkan diri dalam pekerjaan, organisasi sosial, dll.
6. Mendekatkan diri ke faktor religiusitas dan kepercayaan.
Namun, penggunaan keenam cara mengatasi kesepian ternyata juga dipengaruhi oleh budaya. Sebagai contoh, individu dikawasan Amerika Utara, yang budaya nya mengedepankan individualistic (dimana tingkat kompetitif yang tinggi dan mengedepankan keberhasilan setiap individu sebagai hal utama) maka cara yang dianggap paling membantu adalah dengan menerima perasaan kesepian dan mencoba mencari bantuan dari pihak professional atau psikolog. Tidak hanya itu, penggunaan minum-minuman keras dan zat berbahaya lainnya sebagai cara untuk mengatasi kesepian juga paling banyak ditemukan di kawasan Amerika Utara dibanding kawasan lainnya diseluruh dunia. Menurut penulis hal tersebut juga dipengaruhi oleh sulitnya mencari dukungan sosial, dengan rasa individualism yang tinggi, individu akan cenderung untuk memikirkan dirinya sendiri dan seakan-akan melupakan orang lain. Pada tahap tertentu, individu justru berpendapat lebih mudah melarikan diri ke minum-minuman keras karena sulitnya mencari dukungan sosial.
Untuk Negara yang kultur budayanya cukup dekat dengan agama dan kepercayaan (seperti kawasan Asia Tenggara dan Amerika Selatan) maka penggunaan metode mendekatkan diri ke faktor religiusitas lebih banyak digunakan. Jika dibandingkan, metode pendekatan diri ke faktor religiusitas lebih banyak digunakan oleh wanita dibanding pria.
Namun secara garis besar, wanita di kawasan Amerika Utara dan Asia Tenggara, lebih banyak menggunakan cara menerima perasaan kesepian. Untuk kaum pria, mereka lebih banyak menggunakan cara meningkatkan keaktifan dengan berbagai cara. Hal tersebut dikatakan karena pria lebih terkait baik dengan pekerjaan maupun aktivitas saat santai dibanding wanita.
Kesepian merupakan satu dari berbagai perasaan yang tidak ingin dimiliki oleh individu. Namun demikian, ada saatnya dimana kita tidak bisa terlepas perasaan tersebut. Oleh karena itu, kenalilah diri anda dan, meskipun sulit, usahakan sebaik mungkin untuk menghindari kesepian. Jika memang pada akhirnya perasaan tersebut tidak bisa terhindar, segera temukan cara yang anda rasa paling tepat mengatasi kesepian anda.
Nova JoNo Ariyanto

Senin, 23 Agustus 2010

Putus cinta bukan akhir dunia

Hampir semua dari kita pernah merasakan jatuh cinta. Hampir semua dari kita pula mungkin pernah merasakan sakit hati karena putus cinta atau cinta tidak berbalas. Banyak pertanyaan di fanpage ruangpsikologi menanyakan bagaimana mengobati sakit hati karena putus cinta. Gagal dalam cinta tentu saja mempengaruhi kehidupan sehari-hari, bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa putus cinta dapat merusak fungsi individu dalam kehidupan sosial. Untuk para remaja, sakit hati merupakan penyebab utama untuk melakukan tindakan bunuh diri.
Sakit hati karena putus cinta tentu saja dirasakan oleh pria dan wanita. Wanita, lebih dikenal karena dikatakan lebih emosional dibanding laki-laki. Selain fakta bahwa laki-laki cenderung lebih mudah menyukai seseorang, perlu diketahui juga laki-laki lebih kesulitan untuk mengobati sakit hati karena putus cinta dibanding wanita.
Sakit hati karena putus cinta, diperkirakan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah 1) kedekatan sebuah hubungan; 2) lamanya sebuah hubungan: hasil penelitian menunjukkan tingkat stress lebih rendah dimiliki oleh individu yang baru beberapa minggu menjalin hubungan; dan 3) ‘kemudahan’ ketika mencari pasangan pengganti. Namun, tampaknya alasan dibalik putus cinta juga mempengaruhi, karena hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang ‘diputuskan’ secara mendadak dikatakan memiliki tingkat sakit hati yang lebih tinggi dibanding individu yang tidak mengalami hal serupa. Bahkan, individu yang putus cinta karena dikhianati dikatakan memiliki tingkat sakit hati hampir menyamai tingkat sakit secara fisik.
Alasan setiap pasangan berbeda ketika memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan, Mengatasi sakit hati karena hal tersebut bukanlah sebuah hal yang mudah. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain adalah:
Sharing atau berbagi. Berbagi atau mencurahkan isi hati dikatakan mampu meringankan beban yang dirasakan karena berbagi mampu membantu otak melepaskan opiods atau zat yang meringankan stress. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pria lebih sulit melupakan sakit hati karena putus cinta, hal tersebut mungkin berkaitan dengan fakta bahwa wanita lebih mudah berbagi dibanding pria.
Berolah raga. Selain berbagi, opioids juga bisa dilepaskan otak melalui aktivitas berolahraga.
Relaksasi atau meditasi. Bentuk dari relaksasi dan meditasi yang bisa dilakukan pun bermacam-macam, seperti menarik nafas panjang, yoga atau bahkan menulis jurnal. Seperti yang dijelaskan pada artikel ‘Menulislah dan jangan bunuh diri’ menulis mampu mengurangi tingkat stress yang dirasakan.
Berkaitan dengan relaksasi dan berolahraga, langkah lain yang bisa dilakukan adalah tidur. Sulit tidur dan depresi merupakan hal-hal yang dapat muncul ketika seorang individu sedang merasakan patah hati. Merupakan hal yang sulit bagi individu untuk dapat tidur, oleh karena itu relaksasi, meditasi, dan olahraga dapat membantu untuk tidur. Namun perlu diingat bahwa terlalu banyak tidur juga dialami oleh beberapa individu yang patah hati, maka batasi lah jumlah tidur, 6-8 jam perhari.
Hal lain yang dikatakan membantu adalah dengan membayangkan melakukan dialog dengan pasangan. Bentuk dialognya lebih kearah mencurahkan isi hati, curahan isi hati pun dapat berupa cercaan atas beberapa sifat buruk yang dimiliki pasangan, atau bahkan pujian atas apa yang telah dilakukan pasangan. Mampu mengontrol dan memproses perasaan dikatakan sebagai salah satu cara untuk mengurangi efek negatif patah hati.
Hal-hal diatas dapat membantu proses penyembuhan karena gagal dalam cinta. Namun seperti yang sering kita dengar, dan didukung oleh survey sebuah penelitian, dua hal yang paling membantu patah hati adalah waktu dan kemudahan dalam mencari pasangan pengganti. Untuk waktu, penelitian menunjukkan bahwa dua bulan pertama merupakan waktu yang paling berat setelah patah hati untuk sebagian besar individu, namun dikatakan pula setelah itu sakit hati dapat berkurang sedikit demi sedikit. Sedangkan untuk pasangan baru, semakin mudah menemukan pengganti maka sakit hati yang dirasakan dapat berkurang.
Nova ‘JoNo’ Ariyanto
Sumber:
Field, F., Diego, M., Pelaez, M., Deeds, O., & Delgado, J. 2009. Breakup distress in university students. Adolescence; Winter 2009; 44, 176; ProQuest Social Science Journals pg. 705