Senin, 29 November 2010

Tips Menghindari Seks Bebas Untuk Remaja Masa Kini


Hubungan sex diluar nikah membawa cukup banyak dampak negatif bagi diri pelaku maupun lingkungan sekitar. Mulai dari kemungkinan tertular penyakit, hingga kehamilan diluar nikah. Hal ini juga menyebabkan / berdampak pula pada tingginya tingkat aborsi. Padahal perbuatan aborsi, juga memiliki resiko yang sangat tinggi terhadap keselamatan dari perempuan itu sendiri.

Berikut resiko dan bahaya yang sering terjadi jika melakukan aborsi khususnya para remaja:

1. Kematian karena terlalu banyak pendarahan
2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
4. Sobeknya rahim
5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.
6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)
7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer)
8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer)
9. Kanker hati (Liver Cancer)
10. Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.
11. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
12. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)
13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
14. Infeksi alat reproduksi karena melakukan kuretase (secara medis) yang dilakukan secara tak steril. Hal ini membuat remaja mengalami kemandulan dikemudian hari setelah menikah.
15. Pendarahan sehingga remaja dapat mengalami shock akibat pendarahan dan gangguan neurologist. Selain itu pendarahan juga dapat mengakibatkan kematian ibu maupun anak atau keduanya.
16. Resiko terjadinya reptur uterus atau robeknya rahim lebih besar dan menipisnya dinding rahim akibat kuretase. Kemandulan oleh karena robeknya rahim, resiko infeksi, resiko shock sampai resiko kematian ibu dan anak yang dikandungnya.
17. Terjadinya fistula genital traumatis adalah suatu saluran atau hubungan antara genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan yang secara normal tidak ada.

Minggu, 03 Oktober 2010

MENGATASI KERAGUAN DIRI DALAM BERGAUL

Dalam bergaul kita sering merasa ragu-ragu ,cemas, dan rasa takut lainnya. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab munculnya keraguan terhadap diri sendiri yaitu :
1. Keraguan diri yang berakar dari harga diri yang tinggi rendahnya ditentukan oleh apa yang diharapkan dengan apa yang sudah dilakukan. Semakin tinggi jarak antara harapan dan kenyataan. Maka semakin rendah harga dirinya.
2. Keraguan diri berakar dari mimpi dan visi tanpa aksi ,sehingga orang yang terlalu banyak mimpi tentang kondisi ideal tanpa berusaha untuk mewujudkannya akan berakibat harga diri yang semakin rendah.
3. Besar pasak dari pada tiang adalah prinsip ekonomi yang merugikan. Dalam konsep diri, kerugian timbul karena pendapatan(apa yang diharapkan)lebi kecil dari biaya (pengorbanan yang dilakukan)

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi keraguan diri,diantaranya adalah:
• Memupuk Integritas
Integritas adalah kemampuan untuk menyelaraskan antara perilaku dengan nilai, antara apa yang dikatakan dengan apa yang dilakukan
• Melatih Kematangan
Kematangan adalah keseimbangan antara keberanian dan pertimbangan. Jika seseorang dapat mengekspresikan perasaan dan keyakinannya dengan keberanian dan diimbangi dengan pertimbangan akan perasaan dan keyakinan orang lain, maka ia disebut orang yang sudah matang.
• Menguasai Kompetensi
Kompetensi bersinonim dengan kecakapan ,kemampuan, penguasaan kompetensi dapat mengatasi keraguan diri.
• Melatih Kebiasaan
Kebiasaan berhubungan dengan rutinitas . setiap kebiasaan akan menjadi rutinitas , akan tetapi rutinitas belum tentu menjadi kebiasaan . kebiasaan dipengaruhi oleh tiga factor yaitu :
1. Pengetahuan yaitu paradigma teoritis, apa yang harus dilakukan dan mengapa.
2. Keterampilan yaitu bagaimana melakukannya
3. Motivasi yaitu keinginan untuk melakukannya.

Kegiatan dibawah ini diharapkan dapat membantu anda dalam memahami sumber-sumber keraguandiri dan cara mengatasinya.
1. pernahkah anda merasakan keraguan diri dalam bergauldengan teman sebaya dan teman di sekolah . cobalah tuliskan pengalaman-pengalaman tersebut :
a) disekolah:
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
b) dengan teman sebaya :
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………...
2. Dari perasaan ragu yang anda alami , apakah yang menjadi penyebab utamanya?..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Berdasarkan pengalaman anda, bagaimanakah cara mengatasi keraguan diri tersebut?..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Kerugian apakah yang pernah anda alami akibat perasaan keraguan diri ?.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Selasa, 28 September 2010

MENGETAHUI BAGAIMANA DAN MENGGUNAKAN WAKTU SECARA EFEKTIF


Tips Mengatur Waktu Yang Efektif dan Efesien :
1. Perhatikan kapan waktu luang yang dimiliki
2. Perhatikan kondisi kita yang paling fit untuk belaajr
3. Buatlah kadwal untuk mengatur waktu belajar dan juga aktivitas yang akan dilakukan
4. Jagalah motovasi belajar dengan cara membuat target
5. Perhatikan kondisi tubuh
6. Saat belajar tidak selalu harus melakukan tugas,buatlah waktu untuk membaca materi pelajaran dua kali.
7. Setelah melakukan semua kegiatan, maka sisakan waktu 5 menit untuk mengevaluasi kegiatan anda.

Jumat, 27 Agustus 2010

SAAT KESEPIAN MELANDA

Manusia dikatakan sebagai mahluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya. Namun, tidak sedikit dari manusia yang merasakan kesepian karena berbagai alasan. Saat manusia merasa kesepian, manusia dikatakan tidak ‘berfungsi’ dengan baik. Bahkan kita juga dapat sakit karena kesepian. Tidak hanya sakit secara mental, tapi juga sakit secara fisik. Meningkatnya tekanan darah, masalah dengan arteri, gangguan tidur, mudah stress, menurunkan kemampuan belajar dan kapasitas memori, bahkan kesepian juga dikatakan dapat meningkatkan kecendrungan untuk bunuh diri.
Pada anak-anak, kesepian dapat mengakibatkan berbagai masalah. Banyaknya anak usia sekolah yang keluar dari sekolah dikatakan besar pengaruhnya karena kegagalan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Gagal beinteraksi tentu akan membuat anak mempertanyakan dirinya sendiri, apa yang salah dengan dirinya? Membuat jarak dengan orang lain dan tentu kesepian. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dengan perasaan sebagai ‘orang luar’ pada diri anak, anak dapat berperilaku tidak bertanggung jawab atau perilaku anti sosial lainnya yang dapat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain. Sedangkan untuk individu dewasa, kesepian merupakan penyebab utama depresi dan kecanduan alkohol. Dengan kata lain, kesepian juga menimbulkan berbagai masalah kepada individu. Namun kesepian akan lebih mudah dirasakan oleh wanita dibanding laki-laki.
Terbatasnya teman dekat serta kelangkaan kontak sosial dikatakan sebagai penyebab munculnya kesepian. Namun demikian, mencari teman saat kesepian pun bukan perkara mudah, karena saat kesepian, individu cenderung akan bereaksi negatif atas keadaan disekitarnya. Perasaan negatif tersebut juga akan mempengaruhi cara individu berinteraksi dengan orang lain. Di kehidupan sehari-hari, saat merasa kesepian, individu menjadi lebih cepat marah, berprasangka buruk, sensitive dan besar kemungkinan melebih-lebihkan segala sesuatu.
Lalu bagaimana cara untuk mengatasi kesepian. Sebuah penelitian yang dilakukan dibeberapa negara didunia menemukan bahwa terdapat beberapa faktor yang akan membantu mengurangi perasaan kesepian. Secara garis besar cara yang banyak digunakan adalah:
1. Menerima perasaan kesepian tersebut: Dengan tidak menyangkal rasa sepi yang melanda, individu diharapkan mampu berpikir positif dan mencari jalan keluar yang tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Menyangkal rasa sepi bisa mengakibatkan individu mengatasi dengan cara kedua, yaitu:
2. Berpaling pada minum-minuman keras dan zat berbahaya lainnya.
3. Mencari bantuan professional: bergabung dengan komunitas atau orang-orang yang juga kesepian atau berkonsultasi dengan psikolog
4. Mencoba menjalin kembali hubungan dengan koneksi sosial yang pernah dimiliki
5. Meningkatkan keaktifan dengan berbagai cara: menenggelamkan diri dalam pekerjaan, organisasi sosial, dll.
6. Mendekatkan diri ke faktor religiusitas dan kepercayaan.
Namun, penggunaan keenam cara mengatasi kesepian ternyata juga dipengaruhi oleh budaya. Sebagai contoh, individu dikawasan Amerika Utara, yang budaya nya mengedepankan individualistic (dimana tingkat kompetitif yang tinggi dan mengedepankan keberhasilan setiap individu sebagai hal utama) maka cara yang dianggap paling membantu adalah dengan menerima perasaan kesepian dan mencoba mencari bantuan dari pihak professional atau psikolog. Tidak hanya itu, penggunaan minum-minuman keras dan zat berbahaya lainnya sebagai cara untuk mengatasi kesepian juga paling banyak ditemukan di kawasan Amerika Utara dibanding kawasan lainnya diseluruh dunia. Menurut penulis hal tersebut juga dipengaruhi oleh sulitnya mencari dukungan sosial, dengan rasa individualism yang tinggi, individu akan cenderung untuk memikirkan dirinya sendiri dan seakan-akan melupakan orang lain. Pada tahap tertentu, individu justru berpendapat lebih mudah melarikan diri ke minum-minuman keras karena sulitnya mencari dukungan sosial.
Untuk Negara yang kultur budayanya cukup dekat dengan agama dan kepercayaan (seperti kawasan Asia Tenggara dan Amerika Selatan) maka penggunaan metode mendekatkan diri ke faktor religiusitas lebih banyak digunakan. Jika dibandingkan, metode pendekatan diri ke faktor religiusitas lebih banyak digunakan oleh wanita dibanding pria.
Namun secara garis besar, wanita di kawasan Amerika Utara dan Asia Tenggara, lebih banyak menggunakan cara menerima perasaan kesepian. Untuk kaum pria, mereka lebih banyak menggunakan cara meningkatkan keaktifan dengan berbagai cara. Hal tersebut dikatakan karena pria lebih terkait baik dengan pekerjaan maupun aktivitas saat santai dibanding wanita.
Kesepian merupakan satu dari berbagai perasaan yang tidak ingin dimiliki oleh individu. Namun demikian, ada saatnya dimana kita tidak bisa terlepas perasaan tersebut. Oleh karena itu, kenalilah diri anda dan, meskipun sulit, usahakan sebaik mungkin untuk menghindari kesepian. Jika memang pada akhirnya perasaan tersebut tidak bisa terhindar, segera temukan cara yang anda rasa paling tepat mengatasi kesepian anda.
Nova JoNo Ariyanto

SAAT KESEPIAN MELANDA

Manusia dikatakan sebagai mahluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya. Namun, tidak sedikit dari manusia yang merasakan kesepian karena berbagai alasan. Saat manusia merasa kesepian, manusia dikatakan tidak ‘berfungsi’ dengan baik. Bahkan kita juga dapat sakit karena kesepian. Tidak hanya sakit secara mental, tapi juga sakit secara fisik. Meningkatnya tekanan darah, masalah dengan arteri, gangguan tidur, mudah stress, menurunkan kemampuan belajar dan kapasitas memori, bahkan kesepian juga dikatakan dapat meningkatkan kecendrungan untuk bunuh diri.
Pada anak-anak, kesepian dapat mengakibatkan berbagai masalah. Banyaknya anak usia sekolah yang keluar dari sekolah dikatakan besar pengaruhnya karena kegagalan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Gagal beinteraksi tentu akan membuat anak mempertanyakan dirinya sendiri, apa yang salah dengan dirinya? Membuat jarak dengan orang lain dan tentu kesepian. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dengan perasaan sebagai ‘orang luar’ pada diri anak, anak dapat berperilaku tidak bertanggung jawab atau perilaku anti sosial lainnya yang dapat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain. Sedangkan untuk individu dewasa, kesepian merupakan penyebab utama depresi dan kecanduan alkohol. Dengan kata lain, kesepian juga menimbulkan berbagai masalah kepada individu. Namun kesepian akan lebih mudah dirasakan oleh wanita dibanding laki-laki.
Terbatasnya teman dekat serta kelangkaan kontak sosial dikatakan sebagai penyebab munculnya kesepian. Namun demikian, mencari teman saat kesepian pun bukan perkara mudah, karena saat kesepian, individu cenderung akan bereaksi negatif atas keadaan disekitarnya. Perasaan negatif tersebut juga akan mempengaruhi cara individu berinteraksi dengan orang lain. Di kehidupan sehari-hari, saat merasa kesepian, individu menjadi lebih cepat marah, berprasangka buruk, sensitive dan besar kemungkinan melebih-lebihkan segala sesuatu.
Lalu bagaimana cara untuk mengatasi kesepian. Sebuah penelitian yang dilakukan dibeberapa negara didunia menemukan bahwa terdapat beberapa faktor yang akan membantu mengurangi perasaan kesepian. Secara garis besar cara yang banyak digunakan adalah:
1. Menerima perasaan kesepian tersebut: Dengan tidak menyangkal rasa sepi yang melanda, individu diharapkan mampu berpikir positif dan mencari jalan keluar yang tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Menyangkal rasa sepi bisa mengakibatkan individu mengatasi dengan cara kedua, yaitu:
2. Berpaling pada minum-minuman keras dan zat berbahaya lainnya.
3. Mencari bantuan professional: bergabung dengan komunitas atau orang-orang yang juga kesepian atau berkonsultasi dengan psikolog
4. Mencoba menjalin kembali hubungan dengan koneksi sosial yang pernah dimiliki
5. Meningkatkan keaktifan dengan berbagai cara: menenggelamkan diri dalam pekerjaan, organisasi sosial, dll.
6. Mendekatkan diri ke faktor religiusitas dan kepercayaan.
Namun, penggunaan keenam cara mengatasi kesepian ternyata juga dipengaruhi oleh budaya. Sebagai contoh, individu dikawasan Amerika Utara, yang budaya nya mengedepankan individualistic (dimana tingkat kompetitif yang tinggi dan mengedepankan keberhasilan setiap individu sebagai hal utama) maka cara yang dianggap paling membantu adalah dengan menerima perasaan kesepian dan mencoba mencari bantuan dari pihak professional atau psikolog. Tidak hanya itu, penggunaan minum-minuman keras dan zat berbahaya lainnya sebagai cara untuk mengatasi kesepian juga paling banyak ditemukan di kawasan Amerika Utara dibanding kawasan lainnya diseluruh dunia. Menurut penulis hal tersebut juga dipengaruhi oleh sulitnya mencari dukungan sosial, dengan rasa individualism yang tinggi, individu akan cenderung untuk memikirkan dirinya sendiri dan seakan-akan melupakan orang lain. Pada tahap tertentu, individu justru berpendapat lebih mudah melarikan diri ke minum-minuman keras karena sulitnya mencari dukungan sosial.
Untuk Negara yang kultur budayanya cukup dekat dengan agama dan kepercayaan (seperti kawasan Asia Tenggara dan Amerika Selatan) maka penggunaan metode mendekatkan diri ke faktor religiusitas lebih banyak digunakan. Jika dibandingkan, metode pendekatan diri ke faktor religiusitas lebih banyak digunakan oleh wanita dibanding pria.
Namun secara garis besar, wanita di kawasan Amerika Utara dan Asia Tenggara, lebih banyak menggunakan cara menerima perasaan kesepian. Untuk kaum pria, mereka lebih banyak menggunakan cara meningkatkan keaktifan dengan berbagai cara. Hal tersebut dikatakan karena pria lebih terkait baik dengan pekerjaan maupun aktivitas saat santai dibanding wanita.
Kesepian merupakan satu dari berbagai perasaan yang tidak ingin dimiliki oleh individu. Namun demikian, ada saatnya dimana kita tidak bisa terlepas perasaan tersebut. Oleh karena itu, kenalilah diri anda dan, meskipun sulit, usahakan sebaik mungkin untuk menghindari kesepian. Jika memang pada akhirnya perasaan tersebut tidak bisa terhindar, segera temukan cara yang anda rasa paling tepat mengatasi kesepian anda.
Nova JoNo Ariyanto

Senin, 23 Agustus 2010

Putus cinta bukan akhir dunia

Hampir semua dari kita pernah merasakan jatuh cinta. Hampir semua dari kita pula mungkin pernah merasakan sakit hati karena putus cinta atau cinta tidak berbalas. Banyak pertanyaan di fanpage ruangpsikologi menanyakan bagaimana mengobati sakit hati karena putus cinta. Gagal dalam cinta tentu saja mempengaruhi kehidupan sehari-hari, bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa putus cinta dapat merusak fungsi individu dalam kehidupan sosial. Untuk para remaja, sakit hati merupakan penyebab utama untuk melakukan tindakan bunuh diri.
Sakit hati karena putus cinta tentu saja dirasakan oleh pria dan wanita. Wanita, lebih dikenal karena dikatakan lebih emosional dibanding laki-laki. Selain fakta bahwa laki-laki cenderung lebih mudah menyukai seseorang, perlu diketahui juga laki-laki lebih kesulitan untuk mengobati sakit hati karena putus cinta dibanding wanita.
Sakit hati karena putus cinta, diperkirakan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah 1) kedekatan sebuah hubungan; 2) lamanya sebuah hubungan: hasil penelitian menunjukkan tingkat stress lebih rendah dimiliki oleh individu yang baru beberapa minggu menjalin hubungan; dan 3) ‘kemudahan’ ketika mencari pasangan pengganti. Namun, tampaknya alasan dibalik putus cinta juga mempengaruhi, karena hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang ‘diputuskan’ secara mendadak dikatakan memiliki tingkat sakit hati yang lebih tinggi dibanding individu yang tidak mengalami hal serupa. Bahkan, individu yang putus cinta karena dikhianati dikatakan memiliki tingkat sakit hati hampir menyamai tingkat sakit secara fisik.
Alasan setiap pasangan berbeda ketika memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan, Mengatasi sakit hati karena hal tersebut bukanlah sebuah hal yang mudah. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain adalah:
Sharing atau berbagi. Berbagi atau mencurahkan isi hati dikatakan mampu meringankan beban yang dirasakan karena berbagi mampu membantu otak melepaskan opiods atau zat yang meringankan stress. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pria lebih sulit melupakan sakit hati karena putus cinta, hal tersebut mungkin berkaitan dengan fakta bahwa wanita lebih mudah berbagi dibanding pria.
Berolah raga. Selain berbagi, opioids juga bisa dilepaskan otak melalui aktivitas berolahraga.
Relaksasi atau meditasi. Bentuk dari relaksasi dan meditasi yang bisa dilakukan pun bermacam-macam, seperti menarik nafas panjang, yoga atau bahkan menulis jurnal. Seperti yang dijelaskan pada artikel ‘Menulislah dan jangan bunuh diri’ menulis mampu mengurangi tingkat stress yang dirasakan.
Berkaitan dengan relaksasi dan berolahraga, langkah lain yang bisa dilakukan adalah tidur. Sulit tidur dan depresi merupakan hal-hal yang dapat muncul ketika seorang individu sedang merasakan patah hati. Merupakan hal yang sulit bagi individu untuk dapat tidur, oleh karena itu relaksasi, meditasi, dan olahraga dapat membantu untuk tidur. Namun perlu diingat bahwa terlalu banyak tidur juga dialami oleh beberapa individu yang patah hati, maka batasi lah jumlah tidur, 6-8 jam perhari.
Hal lain yang dikatakan membantu adalah dengan membayangkan melakukan dialog dengan pasangan. Bentuk dialognya lebih kearah mencurahkan isi hati, curahan isi hati pun dapat berupa cercaan atas beberapa sifat buruk yang dimiliki pasangan, atau bahkan pujian atas apa yang telah dilakukan pasangan. Mampu mengontrol dan memproses perasaan dikatakan sebagai salah satu cara untuk mengurangi efek negatif patah hati.
Hal-hal diatas dapat membantu proses penyembuhan karena gagal dalam cinta. Namun seperti yang sering kita dengar, dan didukung oleh survey sebuah penelitian, dua hal yang paling membantu patah hati adalah waktu dan kemudahan dalam mencari pasangan pengganti. Untuk waktu, penelitian menunjukkan bahwa dua bulan pertama merupakan waktu yang paling berat setelah patah hati untuk sebagian besar individu, namun dikatakan pula setelah itu sakit hati dapat berkurang sedikit demi sedikit. Sedangkan untuk pasangan baru, semakin mudah menemukan pengganti maka sakit hati yang dirasakan dapat berkurang.
Nova ‘JoNo’ Ariyanto
Sumber:
Field, F., Diego, M., Pelaez, M., Deeds, O., & Delgado, J. 2009. Breakup distress in university students. Adolescence; Winter 2009; 44, 176; ProQuest Social Science Journals pg. 705

Rabu, 21 Juli 2010

VISI DAN MISI BIMBINGAN KONSELING SMA NEGERI 6 PONTIANAK

1. Visi :Terwujudnya perkembangan diri dan kemandirian secara
optimal dengan hakekat kemanusiaannya sebagai hamba Tuhan
YME, sebagai
mahluk individu, dan mahluk social dalam berhubungan
dengan manusia dan alam semesta
2. Misi : Menunjang perkembangan diri dan kemandirian siswa
untuk dapat
menjalani kehidupannya sehari-hari sebagai siswa
secara efektif,
kreatif dan dinamis serta memiliki kecakapan hidup untuk
masa depan karir dalam :

a. Beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
b. Pemahaman perkembangan diri dan lingkungan
c. Pengarahan diri kearah dimensi spiritual
d. Pengambilan keputusan berdasarkan IQ, EQ dan SQ.
e. Pengaktualisasian diri secara optimal.