Google+ Followers

Selasa, 11 November 2014

Sudah siapkah Anda menghadapi Ulangan Semester ?.

Tak terasa sudah lima bulan berjalan. Siswa sudah melewati proses belajar mengajar dengan berbagai macam cara. Proses belajar yang diberikan guru dengan teknik dan metode yang beragam demi untuk mencapai hasil belajar yang maksimal.
Sekarang ulangan semester sudah di ambang pintu. Hasil belajar dicurahkan dalam menjawab soal-soal ulangan. Bagaimana cara Anda sebagai siswa menghadapinya. http://tipspersiapanulangan.blogspot.com/ menejelaskan tips yang harus kalian lakukan. yaitu:
1. Siapkan waktu sebaik mungkin
Perhatikan urutan mata-mata pelajaran yang akan diuji lalu jadwalkan waktu untuk belajar. Mulailah untuk mempelajari mata pelajaran yang diujikan terlebih dahulu dari sekarang. Kurangilah waktu bermainmu. Jalankan kebiasaan ini setiap hari termasuk di akhir pekan.

2. Pelajari kembali catatanmu setiap hari.

Setelah pulang sekolah, biasakan untuk mempelajari kembali catatanmu. Hal ini dilakukan agar kita benar-benar mengerti pelajaran yang kita dapatkan di sekolah.

3. Lihat kembali tugas-tugas dan ulangan-ulanganmu yang sebelumnya.
Melihat kembali tugas-tugas dan ulangan-ulangan sebelumnya juga merupakan proses belajar. Coba lihat kembali dimana kalian melakukan kesalahan dan carilah jawaban yang benar. Siapa tahu apabila soal tersebut termasuk dalam soal yang diujikan, kalian sudah siap untuk menyelesaikannya dengan benar.

4. Buatlah kelompok belajar.
Dengan belajar berkelompok kalian dapat bertukar pikiran untuk membahas pelajaran yang kurang dimengerti atau sulit. Tetapi pastikan bahwa saat belajar bersama, kalian memang memakai waktu tersebut untuk belajar dan bukannya mengobrol.

5. Ikuti bimbingan belajar.
Salah satu pilihan yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan diri kita menghadapi ujian atau ulangan umum adalah mengikuti bimbingan belajar. Dengan mengikuti bimbingan belajar, kita dapat memantapkan mata-mata pelajaran yang diajarkan di sekolah serta apabila kalian tidak mengerti, kalian dapat menanyakannya pada guru bimbingan belajar tersebut.

6. Jaga kesehatan tubuh.
Waktu ujian atau ulangan umum semakin dekat dan itu berarti kita harus belajar lebih giat hingga kadang lupa waktu. Karena terlalu lelah, kita jadi jatuh sakit, wah kalau begini kita jadi terhambat deh untuk proses belajarnya. Konsumsilah pula makanan yang bergizi yang mengandung 4 sehat 5 sempurna, jangan makan makanan yang sembarangan. Intinya, kita harus menjaga kesehatan tubuh agar kesehatan kita tetap prima sehingga akhirnya kita dapat menyelesaikan ujian atau ulangan umum dengan baik.

7. “Aku bisa!”
Kadang kita merasa tidak “PeDe” (Percaya Diri) akan menyelesaikan ujian atau ulangan umum dengan baik. Buanglah jauh-jauh pikiran itu dan katakan pada diri sendiri bahwa kita siap menghadapinya dan akan mendapatkan nilai baik. Dengan mempunyai rasa percaya diri, kita akhirnya dapat berkonsentrasi penuh dalam mengerjakan soal-soal yang diujikan.

8. Selesaikan belajar sehari sebelum ujian atau ulangan umum dimulai.
Biasanya kita sering tidak tidur dimalam ujian atau ulangan umum, sehingga akhirnya kita merasa mengantuk keesokan harinya, akibatnya kita tidak bisa menyelesaikan soal-soal ujian atau ulangan umum dengan baik. Agar hal ini tidak terjadi, usahakan untuk menyelesaikan belajar sehari sebelum ulangan umum dimulai. Lalu istirahatlah yang cukup agar tidak mengantuk.

9. Datanglah lebih pagi.
Akhirnya hari ujian atau ulangan umum tiba. Usahakan datang lebih pagi ke sekolah karena jika kalian datang terlambat yang akan kalian pikirkan adalah “semoga tidak terlambat.” Karena merasa deg-degan, materi pelajaran yang kalian sudah pelajari jauh-jauh hari jadi terlupakan deh. Bayangkan kalau kalian datang lebih pagi kan bisa mengulang catatan.

(jpnn/dri)

Jumat, 07 November 2014

"SAHABAT IDEAL" Layanan Informasi kelas XII IPA, 3 November 2014

Sahabat ideal adalah teman baik pernah menjadikan jati diri kita sempurna. Tidak pernah membuat kita menangis karena perbuatan jahatnya terhadap diri kita. Sahabat idela yang merupakan teman baik akan kita temukan, bila kita juga berusaha untuk menjadi teman baik.
Jika disadari teman merupakan salah satu orang yang paling berguna disaat susah dan senang. Bila anda rasakan teman ketika membantu anda dalam usaha apapun maka teman baik anda pasti tidak akan menuntut bayaran dari anda. Sebaliknya anda sedih ataupun bangkrut dalam menghadapi apapun maka teman baik anda pasti menyarankan untuk tetap tegar, sabar dan bertawakal.

Sahabat merupakan salah satu teman baik yang terus membantu anda dalam menghadapi kehidupan ini. Sehingga mereka adalah orang - orang yang pantas disebut sebagai pahlawan untuk keberhasilan anda. Sebaiknya anda mendapatkan teman baik atau tidak mendapatkan sesuatu yang anda inginkan. Karena teman baik membuat perubahan dalam hidup anda.

Disini anda akan belajar mengenai cara untuk mencari teman baik, yang sekiranya akan menjadikan diri anda tetap membuahkan hasil yang maksimal untuk kehidupan anda nantinya. Sesuai dengan keadaan anda dirumah, carilah teman baik dengan pemikiran anda.

Sesuatu yang anda pikirkan pasti akan mengarahkan diri anda ke hal yang telah anda pikirkan. Sehingga untuk mendapatkan sesuatu hal yang baik maka teruslah menjadi orang yang tenang menghadapai segala permasalahan didunia ini.

Karena teman baik bisa segala hal yang anda inginkan dan mereka cenderung setia kepada kawan. Sehingga hal ini adalah hal utama untuk membentuk perbaikan diri sendiri sehingga anda akan memperoleh kebaikan dalam kehidupan anda.

Cara mencari teman baik adalah sebagai berikut ini :

1. Ujilah Teman Anda
Jika anda menguji teman anda maka dengan baik dan benar. Ujilah dengan baik dan jangan menyakitinya. Jika anda menginginkan kesetiaan seseorang maka buatlah sebuah janji kesuatu tempat namun anda datang dengan terlambat. Jika dia memiliki reaksi bagus maka teman anda itulah yang akan menjadi sahabat anda, namun bila dia merasa menggerutu dan tidak dapat menerima maka jauhilah dengan perlahan.
Teman memang dapat membuat perubahan yang lebih baik, teman memang banyak memberikan inspirasi untuk perubahan sosial. Sehingga perlu anda uji dengan beberapa cara seperti menghindari agak lama ketika sudah menjadi sahabat baik. Bila reaksinya tidak berubah maka itulah teman baik yang dapat membuat perubahan dalam kehidupan anda.

2. Dekatilah Terus Menerus
Teman akan tetap bersama anda jika terus anda dekati setiap hari. Minimal anda bertemu seminggu 5 kali, karena dalam waktu seminggu itulah anda akan merasakan bagaimana perubahan yang akan anda alami untuk mencari teman baik. Sehingga hal inilah yang dapat membuat perubahan berpikir anda dalam menghadapi segala masalah dengan teman baik anda nanti. Teruslah dekati hingga teman anda menjadi suka bermain dengan anda.

Setelah anda mendekatinya maka teman anda akan baik dan tetap setia kepada anda. Dalam kesetiaan inilah anda diwajibkan untuk menjaganya, jangan sampai perasaannya menjadi berubah ketika anda menyelaraskan sifat yang buruk anda kepada sahabat atau teman baik anda. Berikanlah hal baik kepadanya dan jagalah pertemanan diantara anda sehingga persahabatan akan tetap langgeng selamanya.

3. Pahamilah Kehidupannya
Jika anda menginginkan teman yang ideal maka sebaiknya anda memahami apalah arti dari kehidupannya dengan berbagai cara yaitu seperti memberikan keinginannya supaya teman anda itu membuka seluruh isi kehidupannya dan berbagi kepada anda.

4. Ajaklah Berbuat Baik
Jika anda adalah sahabat yang baik untuk teman anda maka sebaiknya ajaklah ke sesuatu yang baik seperti Mengaji, Sedekah, Sholat dan sebagainya. Karena dengan berbuat baiklah anda akan merasakan kenikmatan dalam mencari teman baik. Sehingga ini disarankan untuk anda agar anda tetap menjadi teman yang terbaik untuknya.

5. Berikanlah Kebaikan Kepadanya
Untuk meyakinkan bahwa diri anda adalah orang baik untuk dirinya dan membuat citra anda kembali membaik maka sebaiknya berbuatlah baik kepadanya. Jangan ragu untuk memberikan senyuman, perbuatan baik, perkataan yang baik, makanan, atau sebagainya yang menunjukkan anda adalah orang yang baik. Namun semua itu harus anda lakukan dengan ikhlas karena dengan keikhlasan itulah yang membuat anda diberikan teman yang baik kepada anda.

6. Pilahlah Teman Anda
Jika anda sudah mengetahui siapa yang pantas untuk anda berikan kebaikan selanjutnya, maka teman yang pantas untuk anda adalah orang yang mau untuk anda ajak dan dirinya adalah orang yang sama pikirannya dengan anda. Bukannya pilih - pilih teman, namun demi kebaikan diri anda pilihlah orang yang tepat untuk masa depan anda dan memberikan hal terbaik kepada diri anda.

7. Jadikanlah Sahabat
Sahabat adalah orang yang selalu menemani dan memberi seluruh kehidupannya secara ikhlas dan tanpa ada rasa pamrih sedikitpun untuk mengembalikan. Sahabat adalah orang yang bisa memberikan contoh kepada sahabatnya sehingga memberikan hal tersebut awet untuk berdampingan bersama teman anda.

Sumber: http://artikelasli.blogspot.com/2014/01/cara-mencari-teman-baik.html

Selasa, 04 November 2014

MEMAHAMI KAIDAH AJARAN AGAMA YANG DIANUT (MATERI LAYANAN KLASIKAL KELAS XI TAPEL 2014/2015)

Dalam UUD pasal 29 ayat 1 dan 2 dikatakan: “Negara berdasarkan atas Ketuhanan yang Maha Esa (ayat 1) dan Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk
agama masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu (ayat 2). Sebagai remaja yang merupakan warga Negara dan makhluk Tuhan sudah seharusnya memeluk agama agar mendapat tuntunan dalam mengarungi dunia dan kehidupan yang fana ini. Sebagaimana tujuan hidup didunia adalah tercapainya kebahagiaan hidup, kelak di yamul akhir atau hari kiamat. Keyakinan terhadap agama yang kita anut merupakan akidah yang senantiasa menuntun hati sehingga mengarahkan langkah kita menuju keridhaan Allah. Keyakinan terhadap suatu agama merupakan hubungan vertical manusia dengan RabNya (Tuhan penguasa alam semesta). Percaya kepada Tuhan berarti meyakini dalam hati ,diucapkan dengan lisan dan diwujudkan dalam bentuk sikap dan tindakan nyata.
Berkeyakinan akan kebesaran Tuhan dapat kita lakukan dengan kita berusaha untuk menemukan tanda-tanda adanya Tuhan melalui pemikiran, pengamatan dari berbagai gejala alam ,sehingga dapat menambah keimanan kepada Tuhan seru sekalian alam.
Berkeyakinan akan adanya Tuhan akan dapat mendorong manusia untuk melakukan hal –hal yang baik dan menjauhi hal-hal yang buruk dan merugikan.
Berkeyakinan akan adanya Tuhan akan dapat mendorong manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk social harus dapat bergaul dengan sesama manusia dan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya, hidup berdampingan secara baik dengan orang yang berbeda ras, suku maupun agamanya. Misalnya dengan saling tolong monolong ,tenggang rasa ,dan menghormati antar umat beragama karena setiap pemeluk agama mempuyai cara yang berbeda untuk menjalankan ibadahnya. Tapi tetap jangan lupa bahwa setiap pemeluk beragama wajib untuk menyebarkan ajaran agama yang dianut dengan tetap megendalikan diri demi terpeliharanya ketertiban dan ketentrman dalam persatuan Bangsa Indonesia.

A. Fungsi Akidah bagi kehidupan :
1. Akidah dapat Menimbulkan Optimisme dalam Kehidupan.
Manusia yang di dalam dirinya tertanam akidah atau keyakinan yang kuat, akan selalu merasa optimis dan merasa akan berhasil dalam segala usahanya. Keyakinan ini didorong oleh keyakinan yang lain bahwa allah sangat dekat padanya, bahkan selalu menyertainya dalam usaha dan aktivitas-aktivitasnya. Sementara bagi orang yang tidak memiliki akidah yang benar dan kuat tidak akan memilki keyakinan yang kuat, jiwanya akan menjadi gersang dan hampa, dan selalu diliputi keraguan dalam bertindak. Sehingga jika tertimpa sedikit cobaan dan rintangan, ia menjadi gelisah, keluh kesah, yang sering kali berakhir dengan putus asa, karena ia tidak memiliki pegangan batin yang kuat di luar kemampuanya.
2. Akidah dapat Menumbuhkan Kedisiplinan.
Disiplin dimaksud, seperti disebut oleh beberapa Ulama, adalah kepatuhan dan ketaatan dalam mengikuti semua ketentuan dan tata tertib yang berlaku, termasuk hukum alam (sunnah allah) dengan kesadaran dan tanggung jawab. Akidah yang mantap akan mampu menempatkan diri seseorang sebagai makhluk berdisiplin tinggi dalam kehidupanya. Disiplin adalah kata kunci untuk keberhasilan. Karena itu bila seseorang muslim ingin berhasil, ia harus berdisplin. Tanpa dsiplin, tidak munngkin seseorang dapat meraih kesuksesanya. Dalam konteks peningkatan kualitas hidup disiplin sangat dituntut terutama:
 Disiplin dalam waktu. Artinya, tertib dan teratur dalam memanfaatkannya dalam penanganan kerja maupun dalam melakukan ibadah mahdhah.
 Disiplin dalam bekerja. Artinya, seorang muslim yang berakidah menyadari bahwa ia harus bekerja, sebagai pelaksanaan tanggung jawabnya sebagai khalifah Allah. Dan agar kerjanya berhasil baik, diperlukan sikap displin. Sebab penangan kerja dengan kedisplinan akan menghasilkan sesuatu secara maksimal dan membahagiakan.
3. Aqidah Berpengaruh Dalam Peningkatan Etos Kerja/ pencapaian prestasi belajar
Seseorang yang memilki keyakinan yang mantap akan selalu berupaya keras untuk keberhasilan kerjanya atau pencapaian prestasi belajarnya. Hal ini sebagai bagian dari pemenuhan kataatanya pada Allah. Dengan demikian melalui aqidahnya akan tersimbul etos kerja/ semangat berprestasi yang baik dan tercermin dengan ciri-ciri berikut ini:
 Memiliki jiwa kepeloporan dalam menegakan kebenaran
Kepeloporan yang dimaksud adalah mampu mengambil peran secara aktif untuk mempengaruhi orang lain agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Jadi, ia memilki kemampuan untuk mengambil posisi dan sekaligus memainkan peran (role) sehingga kehadiranya selalu dirasakan memberikan spirit bagi munculnya semangat peningkatan kualitas hidup setiap orang di sekitarnya. Kehadirannya bagaikan angin sejuk dipagi hari dan mampu memberikan kesejukan bagi setiap orang, teman yang berada didekatnya.
 Memiliki perhitungan (kalkulatif)
Setiap langkah dalam hidupnya selalu diperhitungkan dari segala aspek, termasuk untung dan resikonya. Apabila aktivitasnya tidak menguntungkan dan tidak mendatangkan pahala maka ia akan berfikir sebelum bertindak, bahkan akhirnya tidak akan dikerjakan, tapi bila aktivitas itu membawa kebaikan dunia dan akhirat akan dikejar dan dikerjakan sampai maksimal.
 Memiliki rasa tidak puas untuk selalu berbuat kebajikan.
Tipe seseorang yang memilki aqidah yang kuat akan tampak dari semangatnya yang tak kenal lelah melakukan berbagai aktivitas untuk mencapai dan menegakan kebaikan. Sekali dia berniat, ia akan menepati cita-citanya secara serius dan cermat, serta tidak mudah menyerah bila berhadapan dengan cobaan dan rintangan. Dengan semangat semacam ini seorang akan selalu berusaha mengambil posisi dan memainkan peranan positif, dinamis, dan keratif dalam mencapai prestasinya, dan dapat dijadikan panutan orang yang disekitarnya.

Rabu, 29 Oktober 2014

KETIDAKSEMPURNAAN MANUSIA MENJADI MOTIVASI DIRI UNTUK MAJU

SEMPURNA..

Kadang kita memahami ketidak sempurnaan manusia

karena memang sudah kodratnya bahwa manusia diciptakan oleh Allah dengan ketidaksempurnaan

agar manusia punya rasa yang kuat untuk memaksimalkan potensi dirinya

Namun...walau bagaimanapun..ketidaksempurnaan itu selalu ada

selalu mengiringi proses perjuangan kita....

Apakah kita harus berhenti dengan ketidaksempurnaan itu dan menyerah karena prinsipnya manusia itu tidak ada yang sempurna?

Apakah kita selalu menerima ketidaksempurnaan kita dengan berdalih itu sudah takdir dan kodratnya?

dan apakah kita harus menyerah dengan segala ketidaksempurnaan yang kita miliki?

SEMPURNA

Bukan berarti kita melawan kodrat....dan bukan juga kita menyerah dan menerima ketidaksempurnaan itu tanpa ada usaha sedikitpun..

BERUSAHA

Itu kunci dari proses mencapai kesempurnaan.....

Berusaha terlebih dahulu.....lalui proses perjuangan dan pengorbanan...

lewati rintangan dan masalah

Dan.....kita akan mendekati KESEMPURNAAN

Mendekati kesempurnaan sudah merupakan hasil yang maksimal

dan hasil dari usaha telah kita nikmati dari jalanya suatu proses pencapaian tujuan.

" berbekal dari ketidaksempurnaan yang dimiliki manusia....menciptakan motivasi untuk melakukan usaha...dan akan mendapatkan hasil yang maksimal dari proses perjuangan dan pengorbanan.
"

Selasa, 28 Oktober 2014

BUDAYA SEKOLAH SMA MUHAMMADIYAH 2 PONTIANAK Oleh : Heriyanti, M.Pd Pada Kegiatan Seminar dalam rangka Milad SMA Muhammadiyah 2 Ke-25, Tanggal 28 Oktober 2014

A. Pendahuluan
Sekolah belum berhasil membina peserta didik menjadi lulusan yang bermoral. Sisi afektif peserta didik teramat lemah bahkan cenderung mengkhawatirkan pihak keluarga, sekolah, dan masyarakat. Padahal tujuan utama orang tua menyekolahkan anak adalah agar mereka kelak menjadi pribadi yang berakhlak, disamping berilmu dan terampil. Sikap menyimpang peserta didik masih sering terjadi, seperti tawuran/kekerasan, memakai narkoba, seks bebas, membolos, tidak mengerjakan PR, dan seterusnya. Sikap-sikap tersebut bertentangan dengan tujuan pendidikan. Sekolah pun dianggap gagal sebagai institusi pendidikan yang bertujuan mencerdaskan, menerampilkan, dan mengembangkan segi afektif dan moral siswa.
Oleh sebab itu, perlu adanya peningkatan dalam proses pendidikan melalui budaya sekolah yang dapat membentuk karakter kepribadian siswa sesuai dengan tujuan pendidikan.
B. Pembahasan
Jejen Mushfah dalam http://www.academia.edu/4105186/Budaya_Sekolah, mengartikan budaya sekolah adalah pengetahuan dan hasil karya cipta komunitas sekolah yang berusaha ditransformasikan kepada peserta didik, dan dijadikan pedoman dalam setiap tindakan komunitas sekolah. Pengetahuan dimaksud mewujud dalam sikap dan perilaku nyata komunitas sekolah, sehingga menciptakan warna kehidupan sekolah yang bisa dijadikan cermin bagi siapa saja yang terlibat di dalamnya. Contoh sederhananya adalah kebiasaan siswa mencium tangan guru dan rutinitas senam/olah raga pada Jumat di sekolah.
Budaya sekolah yang diciptakan sekolah tidak terlepas dari semua pihak yang ada di sekolah. Semua pihak berperan penting dalam keberhasilan pelaksanaan budaya sekolah. Baik itu sumber daya manusianya maupun lingkungan sekolahnya. Untuk itu, diupayakan agar terwujudnya kerjasama antar semua pihak demi terlaksananya dan tercapainya tujuan budaya sekolah.
Tujuan utama budaya sekolah adalah mewujudkan visi sekolah, dimana visi SMA Muhammadiyah 2 Pontianak adalah Unggul dalam prestasi, disiplin, berakhlak dan mandiri. Agar terlaksananya budaya sekolah dalam rangka mencapai visi sekolah, kompetensi siswa menjadi acuan dasar dalam pencapaian tujuan, yaitu menjadikan siswa yang memiliki kemampuan sebagai hasil dari proses belajar.
1. Kompetensi Siswa
Melalui belajar di sekolah dengan dibantu guru peserta didik dapat memiliki banyak kompetensi. Kompetensi siswa adalah kemampuan siswa sebagai hasil belajar. Kompetensi membuat seseorang secara tidak langsung percaya diri, kuat, dan memperoleh kehidupan yang layak. Macam-macam kompetensi siswa adalah:
a. Pribadi mandiri
b. Mampu bekerja
c. Berkepribadian matang dan baik
Belajar memiliki lima dimensi sebagaimana dikatakan Marzano (1988: 16),
a. dimensi sikap-sikap dan persepsi-persepsi positif terhadap belajar
b. dimensi penguasaan dan pengintegrasian pengetahuan
c. dimensi perluasan dan penghalusan pengetahuan
d. dimensi penggunaan pengetahuan secara bermakna
e. dimensi kebiasaan-kebiasaan berpikir produktif
Beracuan pada kompetensi siswa, budaya sekolah menjadi media dalam proses belajar guna menjadikan siswa yang berkompetensi seperti yang diuraikan di atas.
Makin kuat pemahaman, keyakinan, dan kepatuhan warga terhadap norma dan nilai-nilai sekolahnya, makin tinggi kebanggaan terhadap sekolahnya. Rasa persatuannya makin menguatkan motif berprestasi dan daya belajarnya. Ini adalah prinsip pengembangan budaya sekolah.
2. Fungsi Budaya Sekolah
Robbins (1990: 253) mencatat lima fungsi budaya organisasi, yaitu:
a. Membedakan satu organisasi dengan organisasi lainnya,
b. Meningkatkan sense of identity anggota,
c. Meningkatkan komitmen bersama,
d. Menciptakan stabilitas sistem sosial,
e. Mekanisme pengendalian yang terpadu dan membentuk sikap dan perilaku karyawan.
Budaya organisasi yang diuraikan di atas lebih khusus dipahami sebagai fungsi budaya sekolah, karena sekolah juga merupakan organisasi. Selain dari lima fungsi di atas, budaya sekolah juga berfungsi untuk :
a. Memberikan petunjuk kepada anggota bagaimana bersikap dan berperilaku.
b. Menguji kemampuan pemimpin.
c. Meningkatkan daya saing organisasi.
d. Memberikan arah atau tujuan organisasi.
Manfaat budaya sekolah sangat banyak dan dapat berdampak baik terhadap perilaku siswa dan citra sekolah. Apabila budaya sekolah telah berhasil diakukan dan benar-benar menjadi sebuah keharusan, maka peraturan yang ada di sekolah tentunya dapat berjalan beriringan dengan budaya sekolah serta adanya kesadaran personal maupun kelompok dalam menerapkan budaya dan aturan sekolah dengan baik. Program pengembangan diri siswa melalui kegiatan ekstra kurikuler terprogram, muzakaroh, muhadaroh, hizbul watan, dapat membentuk kepribadian siswa yang bersifat agamis dan disiplin.

Sabtu, 16 Maret 2013

PERAN DAN FUNGSI BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

Dunia pendidikan di Indonesia sekarang ini sedang ramai-ramainya membicarakan tentang kurikulum 2013. Sosialisasi kurikulum 2013 sedang dilaksanakan disetiap daerah sampai pelosok. Dalam beberapa waktu yang lalu kepala sekolah dan beberapa wakil kepala sekolah SMA Negeri 6 Pontianak juga telah mengikuti kegiatan sosialisasi kurikulum 2013.
Melihat maraknya pembicaraan tentang kurikulum 2013, membuat suatu motivasi bagi konselor untuk mengetahui, bagaimana posisi bimbingan dan konseling dalam kurikulum 2013, dan ternyata hal ini telah ramai juga dibicarakan oleh masyarakat bimbingan dan konseling dalam mebahas fungsi dan peran bimbingan dan konseling dalam impelemntasi kurikulum 2013.
Bersumber dari tulisan "MASUKAN PEMIKIRAN TENTANG PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM KURIKULUM 2013" Oleh: Masyarakat Profesi Bimbingan dan Konseling Indonesia, perlu diketahui bahwa bimbingan dan konseling memiliki peran yang sangat penting dalam implementasi kurikulum 2013, karena bimbingan dan konseling berperan dan berfungsi, secara kolaboratif, dalam hal-hal berikut.
1. Menguatkan Pembelajaran yang Mendidik
Untuk mewujudkan arahan Pasal 1 (1), 1 (2), Pasal 3, dan Pasal 4 (3) UU No. 20 tahun 2003 secara utuh, kaidah-kaidah implementasi Kurikulum 2013 sebagaimana dijelaskan harus bermuara pada perwujudan suasana dan proses pembelajaran mendidik yang memfasilitasi perkembangan potensi peserta didik. Suasana belajar dan proses pembelajaran dimaksud pada hakikatnya adalah proses mengadvokasi dan memfasilitasi perkembangan peserta didik yang dalam implementasinya memerlukan penerapan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling harus meresap ke dalam kurikulum dan pembelajaran untuk mengembangkan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan potensi peserta didik. Untuk mewujudkan lingkungan belajar dimaksud, guru hendaknya: (1) memahami kesiapan belajar peserta didik dan penerapan prinsip bimbingan dan konseling dalam pembelajaran, (2) melakukan asesmen potensi peserta didik, (3) melakukan diagnostik kesulitan perkembangan dan belajar peserta didik, (4) mendorong terjadinya internalisasi nilai sebagai proses individuasi peserta didik. Perwujudan keempat prinsip yang disebutkan dapat dikembangkan melalui kolaborasi pembelajaran dengan bimbingan dan konseling.
2. Memfasilitasi Advokasi dan Aksesibilitas
Kurikulum 2013 menghendaki adanya diversifikasi layanan, jelasnya layanan peminatan. Bimbingan dan konseling berperan melakukan advokasi, aksesibilitas, dan fasilitasi agar terjadi diferensiasi dan diversifikasi layanan pendidikan bagi pengembangan pribadi, sosial, belajar dan karir peserta didik. Untuk itu kolaborasi guru bimbingan dan konseling/konselor dengan guru mata pelajaran perlu dilaksanakan dalam bentuk: (1) memahami potensi dan pengembangan kesiapan belajar peserta didik, (2) merancang ragam program pembelajaran dan melayani kekhususan kebutuhan peserta didik, serta (3) membimbing perkembangan pribadi, sosial, belajar dan karir.
3. Menyelenggarakan Fungsi Outreach
Dalam upaya membangun karakter sebagai suatu keutuhan perkembangan, sesuai dengan arahan Pasal 4 (3) UU No. 20/2003, Kurikulum 2013 menekankan pembelajaran sebagai proses pemberdayaan dan pembudayaan. Untuk mendukung prinsip dimaksud bimbingan dan konseling tidak cukup menyelenggarakan fungsi-fungsi inreach tetapi juga melaksanakan fungsi outreach yang berorientasi pada penguatan daya dukung lingkungan perkembangan sebagai lingkungan belajar. Dalam konteks ini kolaborasi guru bimbingan dan konseling/konselor dengan guru mata pelajaran hendaknya terjadi dalam konteks kolaborasi yang lebih luas, antara lain: (1) kolaborasi dengan orang tua/keluarga, (2) kolaborasi dengan dunia kerja dan lembaga pendidikan, (3) “intervensi” terhadap institusi terkait lainnya dengan tujuan membantu perkembangan peserta didik.

Selasa, 16 Oktober 2012

Bk Sma Negeri 6 Pontianak Slideshow Slideshow

Bk Sma Negeri 6 Pontianak Slideshow Slideshow: TripAdvisor™ TripWow ★ Bk Sma Negeri 6 Pontianak Slideshow Slideshow ★ untuk Pontianak. Slideshow perjalanan gratis yang menakjubkan di TripAdvisor